Belum Ada Proyek Anyar, Capex Agung Podomoro (APLN) Tak Berbeda dari 2018

Jumat, 08 Februari 2019 | 07:25 WIB
Belum Ada Proyek Anyar, Capex Agung Podomoro (APLN) Tak Berbeda dari 2018
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Agung Podomoro Land Tbk belum memiliki rencana untuk menggarap proyek anyar tahun ini. Dus, emiten properti bersandi saham APLN di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini masih akan lebih banyak menggarap proyek yang sudah ada alias proyek existing.

Dengan demikian alokasi anggaran untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) kemungkinan tidak terpaut jauh dengan alokasi belanja sepanjang tahun lalu. Cuma, berapa angka pastinya, Wibisono, Head of Investor Relation APLN belum bersedia merinci angka pastinya. "Tidak akan berbeda jauh dari tahun lalu karena pasarnya belum ada perubahan signifikan di tahun ini," sebut dia kepada KONTAN, Kamis (7/2).

Berdasarkan catatan KONTAN, di sepanjang tahun lalu Agung Podomoro Land menggelontorkan dana belanja modal sebesar Rp 5 triliun.

Manajemen Agung Podomoro Land juga belum bisa menyampaikan realisasi pendapatan dan laba bersih sepanjang 2018. Demikian pula dengan proyeksi pendapatan dan laba bersih pada tahun ini.

Untuk marketing sales 2019 APLN mematok target berkisar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Adapun sepanjang tahun lalu, APLN membukukan marketing sales Rp 2,4 triliun. Jumlah tersebut meleset dari target yang dipatok pada awal tahun 2018, yakni senilai Rp 3,5 triliun.

Wibisono menjelaskan, melesetnya pencapaian marketing sales lantaran prediksi di awal kurang tepat. "Pada tahun lalu tidak mencapai target lantaran diperkirakan sektor properti bakal naik, ternyata belum. Jadi memang lebih lambat dari prediksi awal," ujar dia.

Sepanjang tahun 2018, proyek perumahan menjadi penyumbang terbesar penjualan Agung Podomoro Land. Di tahun sebelumnya, proyek apartemen yang berkontribusi paling besar terhadap penjualan. Pergeseran tersebut akibat minat konsumen yang sangat besar saat perusahaan meluncurkan perumahan Podomoro Park Bandung tahun lalu.

Cuma, Wibisono tidak menyebutkan besaran penjualan dan kontribusinya sepanjang 2018. Cuma, berdasarkan catatan KONTAN, hingga Juli tahun lalu, Podomoro Bandung sudah menyumbangkan penjualan Rp 700 miliar.

Secara total, kata Wibisono, berdasarkan kategori wilayah, Bandung menjadi kontribusi penjualan terbesar disusul Medan dengan proyek apartemennya, dan terakhir adalah wilayah Cimanggis. 

Pada Maret 2019, APLN berencana merilis satu hotel baru, yaitu Hotel Pullman di Vimala, Bogor.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Antusiasme Emas Antam (ANTM) di Tengah Terbatasnya Ketersediaan Stok
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:40 WIB

Antusiasme Emas Antam (ANTM) di Tengah Terbatasnya Ketersediaan Stok

Antusiasme masyarakat terhadap produk emas Antam ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan suplai-nya.

Harga Emas Lanjut Terkoreksi ke Kisaran Terendah di 2026
| Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:29 WIB

Harga Emas Lanjut Terkoreksi ke Kisaran Terendah di 2026

Jika perang berlanjut, emas berpotensi memecahkan rekor tertinggi baru. Emas menuju area US$ 5.000 kembali.

Laju Pertumbuhan KPR Tersendat di Awal Tahun
| Jumat, 27 Maret 2026 | 22:52 WIB

Laju Pertumbuhan KPR Tersendat di Awal Tahun

​Awal tahun, laju pertumbuhan outstanding KPR melambat sementara kredit bermasalah justru meningkat.

Adi Sarana Armada (ASSA) Fokus Ekspansi di Dua Lini Bisnis
| Jumat, 27 Maret 2026 | 09:49 WIB

Adi Sarana Armada (ASSA) Fokus Ekspansi di Dua Lini Bisnis

Dalam bisnis logistik, ASSA sedang dalam tahap penyelesaian gudang terbesar Coldspace di Pulo Gadung.

Sido Muncul (SIDO) Memperkuat Pasar Ekspor
| Jumat, 27 Maret 2026 | 09:40 WIB

Sido Muncul (SIDO) Memperkuat Pasar Ekspor

Pada tahun ini Sido Muncul akan mengoptimalkan kinerja operasional dan keuangan dengan sejumlah langkah strategis.

Gencar Ekspansi Gerai, Laba Midi Utama (MIDI) Mendaki
| Jumat, 27 Maret 2026 | 09:02 WIB

Gencar Ekspansi Gerai, Laba Midi Utama (MIDI) Mendaki

Pertumbuhan kinerja MIDI didorong ekspansi agresif lini bisnis Lawson yang memiliki margin lebih tinggi. 

Musim Mudik Lebaran 2026, Trafik Data Indosat (ISAT) Naik 20%
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:57 WIB

Musim Mudik Lebaran 2026, Trafik Data Indosat (ISAT) Naik 20%

Puncak lonjakan berasal dari Jakarta menuju Jawa Barat, dengan porsi lebih dari 22% dan Jawa Tengah lebih dari 37%.​

Pendapatan Tumbuh 44,8%, Laba Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit Tiga Digit
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:53 WIB

Pendapatan Tumbuh 44,8%, Laba Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit Tiga Digit

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang tahun 2025.

Laba Emiten Grup Triputra Masih Perkasa Pada 2025
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:49 WIB

Laba Emiten Grup Triputra Masih Perkasa Pada 2025

Tren positif kinerja keuangan emiten-emiten Grup Triputra pada tahun 2026 bisa berlanjut secara selektif.

Sinyal Bahaya Menyala, Arah IHSG Dekati Masa Krisis & Sumber Tekanannya Belum Selesai
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:30 WIB

Sinyal Bahaya Menyala, Arah IHSG Dekati Masa Krisis & Sumber Tekanannya Belum Selesai

Koreksi IHSG saat ini sudah masuk zona deep correction, seperti di  2013, 2015 dan 2025, Perbedaannya sumber tekanan sekarang belum selesai.

INDEKS BERITA

Terpopuler