BNP Paribas Merilis Reksadana ETF Berbasis IDX Growth30

Rabu, 22 September 2021 | 05:00 WIB
BNP Paribas Merilis Reksadana ETF Berbasis IDX Growth30
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peminat reksadana exchange traded fund (ETF) terus meningkat. Memanfaatkan peluang tersebut, PT BNP Paribas Asset Management (BNP Paribas AM) meluncurkan reksadana Indeks BNP Paribas IDX Growth30 ETF. 

Presiden Direktur BNP Paribas AM Priyo Santoso mengatakan, peminat ETF saat ini semakin luas di berbagai kalangan investor, terutama investor institusi. Berdasarkan data OJK, dana kelolaan reksadana ETF tumbuh 114% menjadi Rp 14,8 triliun per Agustus 2021, dari Rp 6,4 triliun di tahun 2016. 

"Reksadana Indeks BNP Paribas IDX Growth30 ETF bisa sebagai alternatif dan diversifikasi investor untuk menangkap momentum pertumbuhan 30 perusahaan dengan tema pertumbuhan," kata Priyo, Selasa (21/9).

Baca Juga: Tak Hanya Rilis Reksadana Terproteksi Baru, MI Gencar Tawarkan Reksadana Global ESG

Priyo menuturkan, siklus ekonomi membuat investor membutuhkan pilihan emiten dengan kinerja dan fundamental beragam. Mengacu Indeks IDX Growth30 yang berisi 30 saham sudah terseleksi BEI dan memiliki tren pertumbuhan laba yang baik. 

Investasi di ETF juga menawarkan keunggulan seperti transaksi real-time serta pergerakan harga real-time di BEI. "Ini memungkinkan investor bertransaksi intra-day, selama jam perdagangan bursa," ujar Priyo. 

BNP Paribas AM bekerjasama dengan PT Indo Premier Sekuritas sebagai diler partisipan untuk produk berkode XBIG ini. 

Transaksi ETF di BEI per kuartal I-2021 mencapai 489,35 juta transaksi, dengan nilai Rp 242 miliar. Per kuartal II-2021, volume transaksi mencapai 543,31 juta dengan nilai Rp 262 miliar. 

Head of Investment Research Wawan Hendrayana mengungkapkan, ETF jadi alternatif bagi investor, terutama institusi, untuk masuk ke instrumen berbasis indeks yang memberi kinerja setara benchmark dan risiko terukur, sehingga lebih transparan. 

Walaupun sama-sama berbasis indeks, Wawan menyebut keunggulan ETF adalah menawarkan likuiditas. "Jadi ETF bisa dijual kapanpun sesuai dengan mekanisme pasar saham," kata dia.

Baca Juga: Reksadana global berbasis ESG makin dilirik investor

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:15 WIB

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global

Rupiah melemah hingga 16.887 per dolar AS. Cari tahu alasan di balik tekanan Moodys dan data ketenagakerjaan AS yang memicu gejolak

Korupsi Pajak
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:10 WIB

Korupsi Pajak

Membersihkan institusi perpajakan bukan sekadar agenda antikorupsi, melainkan prasyarat menjaga kepercayaan pasar.

Peringatan Beruntun dari Lembaga Asing Jadi Tekanan IHSG Pekan Ini
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:05 WIB

Peringatan Beruntun dari Lembaga Asing Jadi Tekanan IHSG Pekan Ini

Penurunan peringkat IHSG memperkuat persepsi bahwa daya tarik pasar domestik di mata investor global sedang menurun

Saham Poultry: Momentum Ramadan Dongkrak Laba, Tapi Ada Ancaman!
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:00 WIB

Saham Poultry: Momentum Ramadan Dongkrak Laba, Tapi Ada Ancaman!

Permintaan tinggi saat Ramadan diprediksi untungkan emiten unggas. Namun, kenaikan harga bungkil kedelai dan kebijakan impor baru jadi tantangan

Intervensi Danantara Akan Mendorong Produksi KRAS
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:00 WIB

Intervensi Danantara Akan Mendorong Produksi KRAS

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menjadi salah satu emiten yang mendapat berkah dari proyek Danantara Indonesia

Dorong Produksi, TPIA Rajin Menerbitkan Surat Utang
| Senin, 09 Februari 2026 | 05:58 WIB

Dorong Produksi, TPIA Rajin Menerbitkan Surat Utang

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V dengan jumlah pokok sebesar Rp 2,25 triliun.​

NPL Perbankan Melandai, Namun Risiko Masih Tetap Mengintai
| Senin, 09 Februari 2026 | 05:56 WIB

NPL Perbankan Melandai, Namun Risiko Masih Tetap Mengintai

Perbankan sukses menekan kredit bermasalah di akhir 2025. Kualitas aset membaik, apakah ini awal keuntungan investor? Temukan faktanya.

Menimbang Prospek Penghuni IDX80
| Senin, 09 Februari 2026 | 05:56 WIB

Menimbang Prospek Penghuni IDX80

Prospek tiga saham yang baru masuk IDX30 yaitu BREN, CUAN dan HRTA, masih dibayangi net sell dana asing

BI Memupuk Cadangan Emas Moneter
| Senin, 09 Februari 2026 | 05:46 WIB

BI Memupuk Cadangan Emas Moneter

Hingga akhir tahun 2025, jumlah cadangan emas moneter Bank Indonesia mencapai 85,53 ton             

INDEKS BERITA

Terpopuler