Brexit Akan Membuat Inggris Kekurangan Makanan Segar

Jumat, 11 Januari 2019 | 15:11 WIB
Brexit Akan Membuat Inggris Kekurangan Makanan Segar
[]
Reporter: Dian Sari Pertiwi | Editor: Dian Pertiwi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Stok makanan segar di Inggris berpotensi menipis jika Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Perusahaan ritel terbesar di London, Tesco bilang untuk mengantisipasi kekurangan stok perusahaan dapat menambah jumlah stok makanan dan minuman yang sudah dikemas dalam bentuk kaleng dan botol di toko ritelnya. Namun menambah stok untuk kategori makanan segar bukan perkara mudah.

“Tak mungkin melakukan strategi serupa untuk stok makanan segar,” kata kepala eksekutif Tesco Dave Lewis, seperti dikutip Reuters, Kamis (10/1).

Bukan hanya Tesco, peritel Sainsbury’s yang juga mengandalkan 30% makanan impor dari benua Eropa mengatakan hal serupa.

“Jika Brexit terjadi tanpa kesepakatan, akan sangat mengganggu rantai pasokan yang kami jalani,” ujar Mike Coupe, kepala eksekutif Sainsbury’s.

Pada Selasa pekan depan (15/1), anggota parlemen Inggris akan kembali melakukan pungutan suara terkait kesepakatan Brexit antara perdana menteri Theresa May dengan para pemimpin di Uni Eropa.

Industri ritel di Inggris tengah harap-harap cemas. Sebelum Brexit terjadi mereka harus memenuhi rak dan stok dagangannya dengan ratusan ribu lini produk. Mereka berharap tak terjadi gesekan berarti di perbatasan Eropa, pasca Brexit terjadi.

Namun, kekhawatiran tetap ada. Jika Brexit terjadi tanpa kesepakatan, artinya akan terjadi penundaan di pelabuhan yang dapat mengakibatkan kerusakan pada makanan segar yang dikirim.

Pengusaha di sektor ritel menyebut kendala ini bisa menggangu rantai pasokan dan menyebabkan kenaikan makanan segar seperti buah, sayuran, daging dan produk susu.

Bagikan

Berita Terbaru

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:37 WIB

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat

Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:15 WIB

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global

Rupiah melemah hingga 16.887 per dolar AS. Cari tahu alasan di balik tekanan Moodys dan data ketenagakerjaan AS yang memicu gejolak

Korupsi Pajak
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:10 WIB

Korupsi Pajak

Membersihkan institusi perpajakan bukan sekadar agenda antikorupsi, melainkan prasyarat menjaga kepercayaan pasar.

INDEKS BERITA

Terpopuler