Caplok 78,52% BELL, Trisula International (TRIS) Lancarkan Rights Issue Rp 600 Miliar

Jumat, 06 September 2019 | 06:06 WIB
Caplok 78,52% BELL, Trisula International (TRIS) Lancarkan Rights Issue Rp 600 Miliar
[ILUSTRASI. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia]
Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trisula International Tbk (TRIS), perusahaan manufaktur dan perdagangan garmen ini berencana melancarkan aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih (PMHMETD) atau rights issue. Manajemen Trisula International akan menggunakan dana hasil rights issue untuk mengakuisisi 78,52% saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL).

Dalam aksi korporasi ini, TRIS akan mengeluarkan maksimal 2,09 miliar saham, yang disertai penerbitan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 348,98 juta waran. Pada rights issue ini, PT Inti Nusa Damai akan bertindak sebagai pembeli siaga. "Kami berharap memperoleh dana maksimal Rp 600 miliar, kata Direktur Utama TRIS, Santoso Widjojo, kepada KONTAN, Kamis (6/9).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Nilai Tukar Rupiah: Mengapa Menguat Tipis Meski Sentimen Melemah?
| Kamis, 16 Juli 2026 | 07:00 WIB

Nilai Tukar Rupiah: Mengapa Menguat Tipis Meski Sentimen Melemah?

Rupiah menguat tipis hari ini, namun proyeksi defisit APBN Rp 734 triliun bisa jadi sentimen pelemah. Simak analisis lengkapnya.

Menanti Bank Syariah Baru, Pesaing BSI
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:50 WIB

Menanti Bank Syariah Baru, Pesaing BSI

Meski terus bertumbuh, industri perbankan syariah masih didominasi BSI. Kehadiran bank syariah baru sebagai pesaing pun masih sebatas proses

Risiko Dolar AS: Inflasi Turun, Apa Siasat Aman Investor Valas Kini?
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:45 WIB

Risiko Dolar AS: Inflasi Turun, Apa Siasat Aman Investor Valas Kini?

Membeli euro atau yen kini lebih menguntungkan? Dolar AS melemah setelah inflasi AS turun drastis. Kalkulasi terbaru tunjukkan potensi kenaikan.

TRIS Siapkan Buyback dan Akuisisi
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:45 WIB

TRIS Siapkan Buyback dan Akuisisi

Langkah buyback mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek usaha di tengah dinamika ekonomi global.

Industri Alas Kaki Tertekan Produk Impor Ilegal
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:40 WIB

Industri Alas Kaki Tertekan Produk Impor Ilegal

Produk alas kaki impor ilegal ini masih merusak pasar dan harus diberantas dengan penegakan hukum yang ketat

Industri Petrokimia Buka Opsi Sumber Bahan Baku
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:36 WIB

Industri Petrokimia Buka Opsi Sumber Bahan Baku

Saat ini industri memanfaatkan LPG yang dipasok dari AS dan Afrika Utara, sementara kondensat diperoleh dari dalam negeri dan negara ASEAN.

Minyak Dunia Menguat, Beban APBN Mengintai
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:32 WIB

Minyak Dunia Menguat, Beban APBN Mengintai

Harga minyak kembali meningkat, pemerintah diminta mewaspadai tekanan terhadap APBN karena bisa membebani

Transaksi Valas Dorong Pendapatan Komisi Bank
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:30 WIB

Transaksi Valas Dorong Pendapatan Komisi Bank

Pelemahan rupiah memicu lonjakan transaksi valas di perbankan, sekaligus mendongkrak pendapatan berbasis komisi dari bisnis treasury

 Bisnis Pengelolaan Dana Nasabah Tajir di Bank Tumbuh Subur
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:30 WIB

Bisnis Pengelolaan Dana Nasabah Tajir di Bank Tumbuh Subur

Bank makin mengandalkan bisnis wealth management sebagai mesin pertumbuhan di tengah pasar yang tak menentu

Siapa Peduli Efek AI?
| Kamis, 16 Juli 2026 | 06:10 WIB

Siapa Peduli Efek AI?

Negara sibuk mengatur cara memakai AI, tapi lupa menghitung apa dan berapa yang akan menjadi korban oleh gelombang ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler