Ekspor CPO Malaysia Melonjak, Pemerintah India Gelar Investigasi

Minggu, 18 Agustus 2019 | 09:18 WIB
Ekspor CPO Malaysia Melonjak, Pemerintah India Gelar Investigasi
[ILUSTRASI. Pabrik kelapa sawit]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Pemerintah India telah menggelar investigasi terhadap lonjakan impor produk minyak sawit olahan asal Malaysia.

Penyelidikan dilakukan untuk mendalami dampak serbuan CPO Malaysia terhadap industri dalam negeri India.

Berdasar data Malaysian Palm Oil Board ( MPOB), sepanjang Januari 2019-Juli 2019 ekspor minyak sawit Malaysia ke India mencapai sekitar 3,04 juta ton.

Realisasi ekspor tersebut melonjak 99,93% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 1,52 juta ton.

Baca Juga: Merugikan India, Tarif Impor CPO Malaysia Terancam Naik

Dikutip dari Reuters, (17/8) Mohd Bakke Salleh, Ketua MPOB pada bulan lalu menyebut, tren kenaikan ekspor minyak sawit pada semester pertama 2019 terkait dengan perubahan tarif impor CPO yang diberlakukan oleh India. 

Pada Januari 2019 India memangkas tarif impor CPO yang berasal dari Malaysia dari 44% menjadi 40%.

Sementara produk turunan seperti refined bleached deodorised (RBD) palmolein tarif impornya diturunkan dari 54% menjadi 45%.

Keistimewaan yang dinikmati Malaysia tersebut merupakan buah dari perjanjian kerjasama ekonomi (Malaysia-India Comprehensive Economic Cooperation Agreement/MICECA) yang ditandatangani kedua negara pada 2011 silam.

Diajukan produsen lokal

Permohonan penyelidikan ini diajukan oleh Solvent Extractors Association of India kepada Departemen Perdagangan India. 

Pengajuan itu secara khusus juga didukung oleh sejumlah perusahaan besar di India seperti Adani Wilmar Ltd., dan Ruchi Soya Industries Ltd.

Berdasar dokumen inisiasi investigasi safeguard bilateral yang diumumkan Departemen Perdagangan India pada 14 Agustus 2019, ada dua produk turunan sawit yang diselidiki.

Kedua produk yang dimaksud adalah RBD palm oil dan RBD palmolein.

Baca Juga: Proyeksi Ekspor CPO 2019 Turun, Pengusaha Berharap dari China

"Otoritas menemukan bahwa ada bukti yang cukup bahwa impor produk yang diselidiki telah meningkat secara signifikan yang menyebabkan masalah serius bagi produsen dalam negeri," kata Direktorat Jenderal Perdagangan Obat, Departemen Perdagangan India.

Badan Investigasi Departemen Perdagangan telah meminta pihak yang berkepentingan untuk mengirimkan pandangan mereka dalam waktu sebulan.

Bagikan

Berita Terbaru

Kualitas Aset Membaik, Pembentukan Pencadangan Bank Susut
| Kamis, 04 Juni 2026 | 07:00 WIB

Kualitas Aset Membaik, Pembentukan Pencadangan Bank Susut

Beban pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan atau impairment sejumlah bank beraset besar tercatat menyusut hingga April 2026. ​

Krisis Kepercayaan Serius Terhadap Pasar Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:57 WIB

Krisis Kepercayaan Serius Terhadap Pasar Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Di tengah bursa Asia yang mayoritas menguat, membuktikan tekanan terhadap IHSG lebih banyak berasal dari faktor internal.  

Simpanan Rupiah Susut, Dollar Semakin Diminati
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:50 WIB

Simpanan Rupiah Susut, Dollar Semakin Diminati

​Simpanan rupiah di bank mengalami penurunan, sementara dollar makin diminati di tengah pelemahan kurs dan ketidakpastian pasar.

Rupiah Anjlok ke 17.967 per Dolar AS, Apa Pemicu Pelemahan Terburuk Ini?
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Anjlok ke 17.967 per Dolar AS, Apa Pemicu Pelemahan Terburuk Ini?

Rupiah mencetak rekor terburuk sepanjang sejarah di Rp 17.967 per dolar AS. Pahami penyebab dan antisipasi dampaknya sekarang.

BI Rate Naik, Risiko Kredit Berpotensi Meningkat
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:20 WIB

BI Rate Naik, Risiko Kredit Berpotensi Meningkat

BI Rate naik, bunga kredit ikut naik. Ini bisa bikin sebagian debitur makin sulit bayar, sehingga risiko kredit perbankan berpotensi meningkat

Rupiah di Ambang Pintu Rp 18.000, Bahaya Laten Ekonomi RI Makin Mengintai!
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:18 WIB

Rupiah di Ambang Pintu Rp 18.000, Bahaya Laten Ekonomi RI Makin Mengintai!

Intervensi pasar sulit memberikan hasil optimal jika ketidakpastian fiskal dan persepsi risiko terhadap Indonesia tidak segera diperbaiki.

Pemesanan ST016 Lampaui Target, Kupon Mengambang Jadi Magnet Investor
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:15 WIB

Pemesanan ST016 Lampaui Target, Kupon Mengambang Jadi Magnet Investor

ST016 sukses meraih pesanan Rp22,62 triliun, lebihi dari target Rp 20 triliun. Temukan alasan kuponnya lebih menarik dibanding SBN ritel lain.

Ujian BGN
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:10 WIB

Ujian BGN

Pemerintah harus memastikan pergantian pejabat dan proses penegakan hukum tidak mengganggu pelayanan dan pelaksanaan program yang telah berjalan.

Rasio CASA Bank Swasta Terbesar Menanjak
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:05 WIB

Rasio CASA Bank Swasta Terbesar Menanjak

​Suku bunga naik, tapi bank tetap kebanjiran dana murah. BCA dan Bank CIMB Niaga sama-sama berhasil meningkatkan porsi CASA 

Tertekan di Kuartal I 2026, Kinerja AADI Diproyeksi Membaik di Semester II 2026
| Kamis, 04 Juni 2026 | 06:00 WIB

Tertekan di Kuartal I 2026, Kinerja AADI Diproyeksi Membaik di Semester II 2026

Laba AADI anjlok 27% akibat RKAB batubara yang belum pasti. Ketahui risiko dan prospek AADi di tahun ini

INDEKS BERITA

Terpopuler