Gejolak Harga Minyak Mengerek Biaya Angkut
JAKARTA. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz dan penutupan pipa minyak East-West Arab Saudi kembali memanaskan harga minyak sekaligus mengerek perhatian dunia usaha terhadap biaya angkutan laut. Jika eskalasi berlanjut, kenaikan tarif tanker berpotensi menambah beban biaya industri dan menekan margin sejumlah perusahaan.
Tekanan ini tidak hanya berasal dari harga energi. Meningkatnya risiko keamanan pelayaran di kawasan strategis turut mendorong kenaikan premi asuransi, tarif angkutan (freight rate), hingga biaya bahan bakar kapal. Kondisi ini membuat perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi dan bahan baku menjadi lebih rentan.
