IHSG Mendaki Lagi, Ini 10 Saham yang Paling Terperosok Harganya, Selasa (29/10)

Rabu, 30 Oktober 2019 | 07:43 WIB
IHSG Mendaki Lagi, Ini 10 Saham yang Paling Terperosok Harganya, Selasa (29/10)
[ILUSTRASI. Layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG mendaki lagi 0,25% menjadi 6.281,14 pada Selasa (29/10).]
Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendaki lagi 0,25% menjadi 6.281,14 pada Selasa (29/10). Dari awal tahun ini, IHSG naik 1,4%.

Beda arah dengan IHSG, kemarin, harga saham ICON turun paling tajam dan memimpin daftar saham top losers. Selasa (29/10), harga saham ICON melorot 17,5% menjadi Rp 99 per saham.

Baca Juga: IHSG Naik Lagi, 10 Saham Ini Memberi Untung Tertinggi, Selasa (29/10)

Diikuti saham IPCC yang harganya jatuh 16,07% ke level Rp 940 per.

Berikut 10 saham yang menjadi top losers di perdagangan Selasa (29/10):

 

10 Saham Top Losers, Selasa (29 Oktober 2019)
Kode Harga (Rp) Perubahan (%) PER EPS PBV
ICON 99 -17,5 8,25 12 0,5
IPCC 940 -16,07 11,46 82 1,54
KOIN 161 -15,26 0 0 1,53
BIKA 175 -15,05 -12,5 -14 0,15
PGLI 126 -13,7 15,75 8 0,95
KONI 605 -12,95 -201,67 -3 7,56
BOSS 416 -12,24 24,47 17 2,87
CITY 179 -9,6 0 0 1,24
KKGI 232 -9,38 14,5 16 0,9
ASRM 1.905 -9,29 5,31 359 1,04

Sumber: RTI

Bagikan

Berita Terbaru

Pergadaian Tumbuh, Risiko Mengintai
| Jumat, 02 Januari 2026 | 04:20 WIB

Pergadaian Tumbuh, Risiko Mengintai

Bisnis pergadaian masih mampu tumbuh dua digit pada 2026, dengan prediksi di kisaran 15%-20%.                    

Kobexindo Tractors (KOBX) Memperkuat Inovasi Produk
| Jumat, 02 Januari 2026 | 04:20 WIB

Kobexindo Tractors (KOBX) Memperkuat Inovasi Produk

Pengiriman dump truck hybrid ini menegaskan komitmen KOBX dalam menyediakan solusi alat angkut berteknologi terbaru.

Bisnis Perhotelan Masih Menantang di Tahun 2026
| Jumat, 02 Januari 2026 | 04:20 WIB

Bisnis Perhotelan Masih Menantang di Tahun 2026

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat hunian kamar hotel secara nasional hingga Oktober 2025.

Industri Otomotif Butuh Insentif untuk Tetap Melaju
| Jumat, 02 Januari 2026 | 04:20 WIB

Industri Otomotif Butuh Insentif untuk Tetap Melaju

Demi menggairahkan lagi industri dan pasar otomotif, Gaikindo mengharapkan ada dorongan insentif dari pemerintah.

Multifinance Bidik Cuan dari Pembiayaan Modal Kerja
| Jumat, 02 Januari 2026 | 04:10 WIB

Multifinance Bidik Cuan dari Pembiayaan Modal Kerja

OJK mencatat, hingga Oktober 2025, pembiayaan modal kerja multifinance tumbuh 9,28% secara tahunan menjadi Rp 53,19 triliun. ​

Menanti Efek Spin Off UUS Asuransi
| Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00 WIB

Menanti Efek Spin Off UUS Asuransi

Terdapat 29 perusahaan UUS asuransi bakal spin off.                                                     

Strategi Reksadana: Adaptif dengan Reksadana Campuran
| Kamis, 01 Januari 2026 | 21:43 WIB

Strategi Reksadana: Adaptif dengan Reksadana Campuran

Di tengah ketidakpastian bursa dan potensi penurunan suku bunga yang lebih terbatas di 2026 reksadana campuran adalah alternatif menarik.

Menengok Karier Litta Indriya Ariesca, dari Analis Bisnis Hingga Jadi Dirut Elnusa
| Kamis, 01 Januari 2026 | 21:22 WIB

Menengok Karier Litta Indriya Ariesca, dari Analis Bisnis Hingga Jadi Dirut Elnusa

Litta Indriya Ariesca mengawali karier profesionalnya sebagai Business Analyst di Addisson Griffitts Consultant di Inggris hingga 2001.

Optimistis Kinerja Kuartal IV-2025 Membaik, BLTZ Siapkan Strategi di 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 19:41 WIB

Optimistis Kinerja Kuartal IV-2025 Membaik, BLTZ Siapkan Strategi di 2026

Beberapa inisiatif yang dijalankan BLTZ antara lain peluncuran merchandise eksklusif, hingga pembaruan menu F&B yang lebih variatif.

Rencana Pengurangan Produksi Nikel Pemerintah Bisa Bikin Saham MBMA Merekah
| Kamis, 01 Januari 2026 | 19:15 WIB

Rencana Pengurangan Produksi Nikel Pemerintah Bisa Bikin Saham MBMA Merekah

Pemangkasan produksi bijih nikel ke 250 juta ton pada 2026 jadi katalis positif bagi MBMA. Analis rekomendasikan buy di 560-570, target price 660.

INDEKS BERITA

Terpopuler