Konsumsi Warga Tergerus Pengeluaran Wajib

Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:00 WIB
Konsumsi Warga Tergerus Pengeluaran Wajib
[ILUSTRASI. Pajak Bangunan Komersil (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Adinda Ade Mustami

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ruang belanja rumah tangga semakin terhimpit. Selain menghadapi kenaikan harga pangan, barang dan jasa, masyarakat juga harus menanggung pengeluaran wajib yang terus meningkat.

Dalam laporan  Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026, yang diunggah Senin (5/10), rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk kelompok pajak, pungutan, dan asuransi mencapai Rp 68.869 pada Maret 2026, setara 4,16% dari total pengeluaran per kapita per bulan. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Emiten Masih Getol Pinjam Duit dari Bank
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:48 WIB

Emiten Masih Getol Pinjam Duit dari Bank

Meski era suku bunga masih tinggi, fasilitas kredit dari perbankan masih menyedot minat sejumlah emiten di Tanah Air mencari pendanaan usaha.​

Harga Saham Mendaki Tinggi, Prospek SMAR Semakin Bertaji
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Harga Saham Mendaki Tinggi, Prospek SMAR Semakin Bertaji

Sejak awal tahun 2026 atau year to date (ytd), harga saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) sudah terbang 89,47%.

Masuk Bisnis Telekomunikasi, NAYZ Caplok Bangkok Tellink
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Masuk Bisnis Telekomunikasi, NAYZ Caplok Bangkok Tellink

PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) berencana mengambil alih 5.692.500 saham Bangkok Tellink atau setara 75% dari modal disetor.

Pasar Terus Mewaspadai Masih Derasnya Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Pasar Terus Mewaspadai Masih Derasnya Net Sell, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pergerakan IHSG hari ini masih akan dipengaruhi oleh harga komoditas dunia serta kondisi domestik setelah penerapan batas bawah harga saham Rp 1. 

MNKT Tuntaskan Private Placement Rp 1,02 Triliun
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:29 WIB

MNKT Tuntaskan Private Placement Rp 1,02 Triliun

Aksi ini mengubah struktur permodalan MNKT. Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor melonjak dari 5,5 miliar saham jadi 1,02 triliun saham.

Valuasi Premium dan Aksi Profit Taking yang Belum Reda Masih Menekan Saham MORA
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:27 WIB

Valuasi Premium dan Aksi Profit Taking yang Belum Reda Masih Menekan Saham MORA

Rendahnya penetrasi fixed broadband di Indonesia masih membuka ruang ekspansi bagi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA).

Ada Kepastian dan Konsekuensi Bagi Wajib Pajak
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Ada Kepastian dan Konsekuensi Bagi Wajib Pajak

Perubahan mekanisme pembetulan SPT tetap menyisakan sejumlah hal yang perlu dicermati, terutama terkait restitusi

Faktor Rupiah hingga Harga Komoditas Bakal Tekan Kinerja INDF, Masih Layak Dikoleksi?
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:06 WIB

Faktor Rupiah hingga Harga Komoditas Bakal Tekan Kinerja INDF, Masih Layak Dikoleksi?

Stimulus yang kabarnya bakal digelontorkan pemerintah berdampak lebih terbatas ke PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Konsumsi Warga Tergerus Pengeluaran Wajib
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Konsumsi Warga Tergerus Pengeluaran Wajib

Pengeluaran per kapita untuk pajak, pungutan dan asuransi konsisten mengalami kenaikan              

Pilihan Saham Sektoral Jelang Akhir Tahun
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Pilihan Saham Sektoral Jelang Akhir Tahun

Window dressing akan menjadi katalis tambahan, kendati efeknya tak akan merata ke seluruh saham sektoral.

INDEKS BERITA

Terpopuler