Kurs Rupiah Meninggalkan Level Rp 16.000 per Dollar AS, Ini Prediksi Pekan Depan

Sabtu, 11 April 2020 | 05:46 WIB
Kurs Rupiah Meninggalkan Level Rp 16.000 per Dollar AS, Ini Prediksi Pekan Depan
[ILUSTRASI. Petugas menghitung pecahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu money changer di Jakarta, Senin (9/3). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 0,08% ke level Rp 14.255 per dolar US di perdagangan hari Senin (9/3]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah makin menunjukkan tenaganya pekan ini. Kamis (9/4), kurs rupiah menutup perdagangan dengan gemilang, dengan penguatan 2,27% dari hari sebelumnya ke Rp 15.880 per dollar Amerika Serikat (AS).

Dengan begitu, sejak akhir pekan lalu, kurs spot rupiah sudah menguat 3,35%. Kinerja positif rupiah juga terlihat di kurs tengah Bank Indonesia. Sepekan terakhir, kurs JISDOR menguat 1,35% ke level Rp 16.241.

Baca Juga: Pergerakan IHSG Dibayangi PSBB

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyebutkan, para pelaku pasar tengah bergairah dan kembali melirik aset berisiko. "Ini imbas berbagai faktor, mulai dari banyak negara yang tengah mengkaji mencabut lockdown, AS yang masih akan jorjoran memberikan stimulus, hingga optimisme pasar jelang pertemuan OPEC+ yang diperkirakan akan mengurangi produksi," ujar Faisyal, Kamis (9/4).

Baca Juga: Ratusan Izin Tidak Diperpanjang, Jumlah Wakil Manajer Investasi Menyusut

Dari internal, langkah-langkah intervensi yang dilakukan BI berhasil menopang kinerja positif rupiah.

Sementara Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana melihat, hasil penerbitan pandemic bond oleh pemerintah mulai mengalir ke Indonesia. Kondisi ini memperkuat posisi kurs rupiah.

Baca Juga: CPO Malaysia: Stok Meningkat, Uni Eropa Kembali Menggeser China

Kedua analis memperkirakan, kurs rupiah masih memiliki potensi kembali terapresiasi pada pekan depan. Kurs rupiah akan menguat jika pertemuan OPEC berjalan lancar dan sepakat memangkas jumlah produksi. Kondisi ini akan menjadi katalis positif bagi rupiah.

Faisyal memperkirakan pekan depan rupiah akan bergerak pada rentang Rp 15.600-Rp 16.600 per dollar AS. Sementara Fikri menghitung kurs rupiah akan berada di kisaran Rp 14.950-Rp 16.350 per dollar AS pekan depan.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Dampak Perang Dagang AS ke Ekonomi Indonesia: Ekspor Terancam, Rupiah Melemah
| Jumat, 04 April 2025 | 12:56 WIB

Dampak Perang Dagang AS ke Ekonomi Indonesia: Ekspor Terancam, Rupiah Melemah

Indonesia terkena tarif resiprokal sebesar 32% untuk berbagai produk ekspor ke AS. Tarif resiprokal ini akan berlaku mulai 9 April 2025.

Nilai Aset Saham Investor Asing Susut Rp 377 Triliun di Kuartal I-2025
| Jumat, 04 April 2025 | 11:17 WIB

Nilai Aset Saham Investor Asing Susut Rp 377 Triliun di Kuartal I-2025

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 29,92 triliun sepanjang tiga bulan pertama tahun ini saat IHSG merosot 8,04%.

Profit 30,24% Setahun, Harga Emas Antam Hari Ini Rontok (4 April 2025)
| Jumat, 04 April 2025 | 09:46 WIB

Profit 30,24% Setahun, Harga Emas Antam Hari Ini Rontok (4 April 2025)

Harga emas Antam (4 April 2025) ukuran 1 gram masih Rp 1.819.000. Di atas kertas pembeli setahun lalu bisa untung 30,24% jika menjual hari ini.

Saham Sektor Bank Indonesia Jadi Salah Satu Favorit Investasi Bank Sentral Norwegia
| Jumat, 04 April 2025 | 09:30 WIB

Saham Sektor Bank Indonesia Jadi Salah Satu Favorit Investasi Bank Sentral Norwegia

Norges Bank lebih pasif dalam mengelola portofolionya di saham penghuni BEI, dengan akumulasi terakhir tercatat pada akhir 2024.

Perlu Intervensi Cegah Rupiah ke Rp 17.000
| Jumat, 04 April 2025 | 09:10 WIB

Perlu Intervensi Cegah Rupiah ke Rp 17.000

Rupiah di pasar offshore sempat bertengger di Rp 16.771 per dolar AS. Ini menjadi performa terburuk rupiah sepanjang masa

Vale Indonesia (INCO) Bakal Dapat Cuan dari Bijih Nikel, Simak Rekomendasi Sahamnya
| Jumat, 04 April 2025 | 08:55 WIB

Vale Indonesia (INCO) Bakal Dapat Cuan dari Bijih Nikel, Simak Rekomendasi Sahamnya

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) diprediksi masih akan menuai pertumbuhan kinerja di tahun 2025, didorong penjualan dari bijih nikel atau nickel ore.

Kepatuhan Formal Wajib Pajak 62%
| Jumat, 04 April 2025 | 08:41 WIB

Kepatuhan Formal Wajib Pajak 62%

Hingga 1 April 2024, pukul 00.01 WIB, pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2024 tercatat 12,34 juta

Pacu Segmen Korporasi, Telkom (TLKM) Incar Swasta Hingga BUMN
| Jumat, 04 April 2025 | 08:29 WIB

Pacu Segmen Korporasi, Telkom (TLKM) Incar Swasta Hingga BUMN

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus memperkuat pasar pada segmen business to business (B2B) dengan meluncurkan Telkom Solutions.

Kinerja PGAS Tahun Ini Masih Dibayangi Kebijakan Harga Gas
| Jumat, 04 April 2025 | 08:24 WIB

Kinerja PGAS Tahun Ini Masih Dibayangi Kebijakan Harga Gas

Tahun ini PGAS berpotensi menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang kembali berlaku pada 2025.

Masyarakat Menahan Konsumsi di Ramadan dan Idulfitri
| Jumat, 04 April 2025 | 08:10 WIB

Masyarakat Menahan Konsumsi di Ramadan dan Idulfitri

Pelemahan konsumsi di periode Ramadan dan Idulfitri menandakan kelesuan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini

INDEKS BERITA

Terpopuler