Berita Market

Menakar Risiko di Balik Kepemilikan Saham Publik yang Kelewat Besar

Senin, 14 Desember 2020 | 06:55 WIB
Menakar Risiko di Balik Kepemilikan Saham Publik yang Kelewat Besar

Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten dengan jumlah saham beredar yang besar tentu menyenangkan. Logikanya, investor akan mudah menjual saham tersebut karena likuiditasnya tinggi.

Nyatanya, banyak saham emiten dengan free float besar justru tidak likuid. Bahkan ada yang terancam delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Terbaru