Berita Market

Menakar Risiko di Balik Kepemilikan Saham Publik yang Kelewat Besar

Senin, 14 Desember 2020 | 06:55 WIB
Menakar Risiko di Balik Kepemilikan Saham Publik yang Kelewat Besar

ILUSTRASI. Refleksi karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/12/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten dengan jumlah saham beredar yang besar tentu menyenangkan. Logikanya, investor akan mudah menjual saham tersebut karena likuiditasnya tinggi.

Nyatanya, banyak saham emiten dengan free float besar justru tidak likuid. Bahkan ada yang terancam delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).


Baca juga