Menyambut Kehadiran Produk Fund of Funds

Jumat, 28 Februari 2025 | 09:05 WIB
Menyambut Kehadiran Produk Fund of Funds
[ILUSTRASI. Wawan Hendrayana, Vice President Infovesta Utama]
Wawan Hendrayana | Vice President Infovesta Utama

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK (POJK) No 33 Tahun 2024 membuka pintu baru pengelolaan investasi pasar modal. Salah satunya fund of funds

Fund of funds adalah reksadana yang berinvestasi pada portofolio reksadana lain. Bukan langsung pada saham, obligasi, atau instrumen keuangan lain.

Konsep ini menawarkan pendekatan investasi unik, dengan keuntungan dan risiko tersendiri. Sebelumnya, ide serupa pernah diterapkan dalam unitlink. Namun karena biaya tinggi dan kurang transparansi, diubah menjadi swakelola atau Kontrak Pengelolaan dana (KPD). Unitlink kini lebih berfokus pada fungsi perlindungan (payor protection)

Dalam POJK 33 Tahun 2024, fund of funds diatur eksplisit, khususnya untuk Reksadana Target Waktu. Yaitu reksadana yang memiliki jangka waktu tertentu dan kebijakan investasi yang menyesuaikan dengan jangka waktu tersebut.

Baca Juga: Dana Kelolaan Reksadana Turun di Awal Tahun

Salah satu keunggulan utama fund of funds adalah kemampuan memberikan diversifikasi yang lebih luas dibandingkan reksadana konvensional. Dengan mengalokasikan dana ke berbagai reksadana, baik dalam negeri maupun luar negeri, fund of funds menyebarkan risiko di berbagai strategi dan kelas aset. 

Di POJK 33 Tahun 2024, khususnya untuk Reksadana Target Waktu berbasis fund of funds, minimal 85% nilai aktiva bersih (NAB) harus diinvestasikan pada efek reksadana lain. Batas maksimal 30% per reksadana.

Sisanya ke efek lain seperti derivatif atau instrumen pasar uang. Ini memungkinkan investor ritel mengakses portofolio  kompleks tanpa harus mengelola banyak produk secara terpisah, mengurangi volatilitas dan memberikan kemudahan. 

Pengelolaan oleh manajer investasi profesional juga menjadi daya tarik. Mereka memilih reksadana terbaik sesuai  kebijakan investasi. Regulasi ini mewajibkan manajer investasi mematuhi standar tata kelola dan memastikan keputusan investas dengan prinsip wajar dan independen.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Reksadana Saham Syariah Jadi Harapan

Fleksibilitas adalah keuntungan lain fund of funds. POJK 33 Tahun 2024 mengizinkan investasi hingga 15% NAB pada efek reksadana luar negeri. Hal ini membuka akses ke pasar global yang sebelumnya sulit dijangkau investor ritel, seperti saham teknologi internasional atau reksadana tematik.

Namun, fund of funds tidak luput dari risiko. Biaya berganda menjadi salah satu kelemahan utama. Investor membayar biaya pengelolaan sekaligus biaya reksadana yang menjadi isi portofolio mereka. POJK 33 Tahun 2024 mewajibkan transparansi biaya dalam kontrak dan prospektus serta proporsionalitas biaya jika pengelola fund of funds dan reksadana underlying adalah manajer investasi yang sama. 

Ketergantungan pada kinerja reksadana yang dipilih juga menjadi tantangan. Regulasi ini mensyaratkan reksadana yang diinvestasikan tidak dalam sanksi dan bukan fund of funds lain untuk menghindari lapisan investasi berlebihan.

Risiko pasar tetap ada. Gejolak ekonomi global dapat menekan nilai, terutama jika eksposur ke reksadana luar negeri signifikan. POJK 33 Tahun 2024 mengatur batasan eksposur untuk meminimalkan risiko sistemik, tapi volatilitas tidak bisa dihilangkan. 

Baca Juga: Reksadana Pasar Uang dan Obligasi Masih Jadi Favorit Investor

Selain itu, manajer investasi kehilangan kendali langsung atas portofolio, karena keputusan sepenuhnya ada di tangan manajer investasi lain dan pengelola fund of funds  tugasnya hanya memilih isi portfolionya. Meskipun informasi ini wajib diungkapkan, ketidakfleksibelan tersebut bisa menjadi hambatan jika terdapat perubahan kondis makro yang membutuhkan perubahan strategi 

Fund of funds menandai evolusi pengalaman unitlink, dengan pengawasan lebih ketat dan fokus pada transparansi.  Fund of funds menawarkan kombinasi diversifikasi, kemudahan dan akses global. Namun investor harus bijak mempertimbangkan biaya, ketergantungan pada manajer dan risiko pasar. 

Fund of funds menjadi alat investasi modern, asalkan diimbangi dengan pemahaman mendalam tentang karakteristiknya. Di luar negeri fund of funds cukup umum. Dari sisi kinerja dapat lebih rendah dari reksadana sejenis terutama karena fee. Sebagai investor kita menyambut fund of funds  berharap membawa angin segar dalam pengelolan reksadana.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Minyak Terus Melonjak, Margin Emiten Sektor Ini Rentan Tertekan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:37 WIB

Harga Minyak Terus Melonjak, Margin Emiten Sektor Ini Rentan Tertekan

Jika daya beli masyarakat melemah akibat inflasi energi, emiten sektor konsumer akan kesulitan menjaga volume penjualan.

Sentimen Pembagian Dividen Emiten Kakap, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:04 WIB

Sentimen Pembagian Dividen Emiten Kakap, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sentimen positif lain, langkah efisiensi berbagai kementerian melalui pemangkasan belanja tidak mendesak. 

Pemulihan Aset Diprediksi Lebih Sulit Tahun Ini
| Kamis, 26 Maret 2026 | 07:00 WIB

Pemulihan Aset Diprediksi Lebih Sulit Tahun Ini

Bank andalkan jual aset bermasalah untuk jaga laba—tapi tahun ini makin sulit karena stok menipis dan pasar lesu.

Kakao Indonesia Terbentur Kualitas
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:53 WIB

Kakao Indonesia Terbentur Kualitas

Dari sisi hilir, kapasitas industri pengolahan kakao nasional sebenarnya telah mencapai sekitar 739.000 ton per tahun

Suplai Kontainer Langka,  Bongkar Muat Melambat
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:50 WIB

Suplai Kontainer Langka, Bongkar Muat Melambat

Hambatan di pelabuhan akibat kelangkaan kontainer dan keandalan carane, serta  perang Timur Tengah turut mengerek biaya logistik ekspor-impor

Roland Berger: Pasar RI Masih Terbuka
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:44 WIB

Roland Berger: Pasar RI Masih Terbuka

Indonesia menawarkan kombinasi antara potensi jangka panjang yang signifikan dan stabilitas konsumsi yang relatif tinggi.

 Krisis Minyak, Batubara Kembali Menjadi Andalan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:38 WIB

Krisis Minyak, Batubara Kembali Menjadi Andalan

Potensi Filipina mengimpor batubara dari Indonesia bisa mencapai 40 juta ton pada tahun ini untuk mengamankap operasional PLTU

Bank Swasta Harus Cari Cara Menumbuhkan Simpanan Valas
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:35 WIB

Bank Swasta Harus Cari Cara Menumbuhkan Simpanan Valas

​DHE SDA wajib parkir di bank BUMN. Kebijakan ini membuat likuiditas valas bank swasta tergerus, sehingga strategi pun dirombak.

Waspada! Ketahanan Energi Nasional Masih Rentan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:31 WIB

Waspada! Ketahanan Energi Nasional Masih Rentan

Cadangan BBM Indonesia tercatat berada pada kisaran 27-28 hari berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Strategi Divestasi Bisa Memacu Prospek Telkom (TLKM) Semakin Seksi
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:30 WIB

Strategi Divestasi Bisa Memacu Prospek Telkom (TLKM) Semakin Seksi

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus fokus memperkuat bisnis inti dengan menggelar divestasi entitas usaha. 

INDEKS BERITA

Terpopuler