Minat Masyarakat Bakal Terus Meningkat, Pengembang Berlomba Kembangkan Hunian TOD

Senin, 23 Agustus 2021 | 15:42 WIB
Minat Masyarakat Bakal Terus Meningkat, Pengembang Berlomba Kembangkan Hunian TOD
[ILUSTRASI. Minat konsumen terhadap hunian TOD semakin meningkat seiring pemberian insentif dari pemerintah..]
Reporter: Amalia Nur Fitri, Herry Prasetyo, Ridwan Nanda Mulyana | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat masyarakat di kota besar seperti Jabodetabek terhadap kawasan hunian yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD) diperkirakan akan terus meningkat. 

Permintaan pasar juga akan terus tumbuh seiring insentif yang diberikan pemerintah. Itu sebabnya, pengembang properti berlomba-lomba untuk membangun dan merampungkan proyek TOD. 

PT Adhi Commuter Properti (ADCP), misalnya, merupakan salah satu pengembang yang getol mengembangkan properti berbasis TOD. Anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) ini termasuk pengembang pertama dan terbesar untuk properti berbasis TOD. 

Baca Juga: Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Era Covid-19 Melalui Reformasi Struktural

Adhi Commuter Properti saat ini memiliki berbagai proyek TOD baik eksisting maupun proyek baru yang terletak di tujuh dari 17 stasiun LTT Tahap I di Jabodetabek. Proyek tersebut antara lain LRT City Bekasi-Eastern Green, LRT City Bekasi-Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT dan City Tebet. Kemudian LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, Grand Central Bogor, Cisauk Point, dan Oase Park.

 

 

Total unit di seluruh proyek tersebut sebanyak 54.000 unit dengan landbank sebesar 140 hektare. “Pengembangan ADCP lainnya juga terletak pada titik utama sistem Commuter Line dan Bus Rapid Transport (BRT) di mana kedua sistem transportasi tersebut beroperasi aktif,” jelas Direktur Utama Adhi Commuter Properti (ADCP) Rizkan Firman dalam keterangannya kepada media. 

Selain Adhi Commuter Properti, pengembang properti lain juga ikut memacu proyek properti berbasis TOD. Seperti diberitakan sebelumnya, PT Intiland Develompent Tbk (DILD) memiliki delapan proyek yang dilalui moda transportasi publik di Jakarta. 

Baca Juga: Segera Umumkan Divestasi, Saham BNBA Naik 17,13% di Sesi I Perdagangan 23 Agustus

Sebut saja misalnya South Quarter di Jalan TB Simatupang, mixed use & high rise South Quarter di Jalan TB Simatupang, apartemen SQ Res di kawasan South Quarter, Fifty Seven Promenade di Thamrin, gedung perkantoran Intiland Tower di Sudirman, 1Park Avenue di Gandaria dan Serenia Hills. Ada pula South Grove dan Poins di Lebak Bulus.

"Hampir seluruh proyek Intiland di Jakarta terhubung dan lokasinya berdekatan dengan jalur transportasi publik modern, seperti MRT dan Transjakarta," kata Sekretaris Perusahaan Intiland Development  Theresia Rustandi.

Baca Juga: Utang RI Naik Terbesar Untuk Bayar Utang

Sementara itu, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atahun ini berencana menambah lagi proyek TOD di kawasan antara Cibitung dan Cikarang Jawa Barat.

Metland membidik kelompok menengah dan menengah ke bawah yang banyak menggunakan moda transportasi massal. "Saat ini tahap akuisisi lahan. Harapannya akhir tahun ini bisa memulai pre-sales," kata Direktur Metland Wahyu Sulistio.

Sebelumnya, Metland telah membangun proyek TOD di Stasiun Cibitung dan Metland Menteng. "Pencapaian marketing sales kedua produk melebihi target sebesar 20% per Juni 2021," kata Wahyu.

 

 

Head of Advisory Services Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril menilai,TOD akan menjadi sebuah konsep hunian yang ideal bagi masyarakat jika dijalankan dengan baik karena akan membantu masyarakat memangkas waktu perjalanan yang biasanya menjadi persoalan. “Perjalanan menjadi lebih dekat, apalagi kalau misalnya TOD-nya ini LRT,” ungkap Monica seperti dikutip, Senin (23/8).

Mocica menambahkan, minat masyarakat terhadap TOD akan semakin meningkat dengan adanya insentif dari pemerintah. Maklum, pemerintah tengah gencar mendukung proyek kepemilikan hunian melalui pemberian sejumlah insentif dan fasilitas pendanaan, termasuk untuk proyek hunian berbasis TOD hasil sinergi berbagai BUMN. Sejumlah insentif tersebut diperkirakan akan menambah tingkat keterjangkauan hunian berbasis TOD oleh konsumen. 

Baca Juga: Diva Kencana, Anak Usaha Atlas Resources (ARII), Resmi Menyandang Status PKPU

Seperti diketahui, pemerintah belum lama ini memperpanjang jangka waktu pemberian insentif PPN yang ditanggung negara untuk penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun bagi rumah komersial dengan harga di bawah Rp 2 miliar per unit di pasar perdana. 

Lalu, per Maret lalu, Bank Indonesia juga melakukan pelonggaran rasio Loan to Value (LTV) untuk mendorong sektor properti bangkit dari pandemi. Di luar itu, lembaga pembiayaan juga memberikan sejumlah keringanan. 

 

 

Analis Samuel Sekuritas Olivia Laura, menambahkan keberadaan insentif menjadi motor penggerak penjualan properti tahun ini. Hal ini terefleksikan dari penjualan marketing seluruh emiten properti yang mencapai lebih dari 50% pada semester I 2021. “Pertumbuhan tinggi karena basis tahun 2020 rendah. Kalau dibandingkan dengan sebelum pandemi di 2019, pertumbuhan di semester I 2021 juga cukup signifikan untuk beberapa emiten,” kata Olivia.

Berbagai insentif pemerintah terbukti mampu mendorong kinerja sektor properti di Indonesia. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Pasar Primer Bank Indonesia mengindikasikan indeks harga properti residensial terus naik.

Baca Juga: Meski Margin Mayora Ditekan Harga Komoditas, Saham MYOR Dianggap Masih Layak Beli

Pada kuartal II 2021, indeks harga properti tercatat 215,77 dan diperkirakan akan naik menjadi 215,88 pada kuartal III 2021. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang hanya berada di kisaran 211-213. 

Rizkan berharap, keberadaan hunian yang dekat dengan akses transportasi publik akan turut membantu masyarakat mengurangi biaya mobilitas, mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek, sekaligus menekan tingkat polusi udara. Dengan demikian, kondisi sosial ekonomi masyarakat akan turut meningkat dan berbagai program pemerintah menyelesaikan masalah transportasi akan efektif.

Selanjutnya: Datangkan Lagi 5 Juta Sinovac, Indonesia Amankan Lebih dari 200 Juta Vaksin Covid-19

 

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Emiten CPO: Saatnya Koleksi AALI, LSIP, atau TAPG?
| Senin, 30 Maret 2026 | 06:22 WIB

Prospek Emiten CPO: Saatnya Koleksi AALI, LSIP, atau TAPG?

Prospek kinerja emiten crude palm oil (CPO) pada 2026 diperkirakan masih positif, meski laju pertumbuhannya cenderung lebih moderat 

Pergerakan IHSG April Terbatas: Konflik Timur Tengah Masih Jadi Pemicu Utama
| Senin, 30 Maret 2026 | 06:20 WIB

Pergerakan IHSG April Terbatas: Konflik Timur Tengah Masih Jadi Pemicu Utama

IHSG April cenderung bullish historis. Pembagian dividen dan rebalancing portofolio bisa jadi peluang cuan. Cek potensi gain Anda sekarang!

Efisiensi Anggaran
| Senin, 30 Maret 2026 | 06:18 WIB

Efisiensi Anggaran

Pemerintah perlu mengedepankan pendekatan berbasis kinerja. Belanja negara harus diukur dari output dan dampaknya, bukan sekadar serapan anggaran.

Yield SBN 10 Tahun Dekati 7%: Apa Arti Risiko Besar Ini Bagi Anda?
| Senin, 30 Maret 2026 | 06:15 WIB

Yield SBN 10 Tahun Dekati 7%: Apa Arti Risiko Besar Ini Bagi Anda?

Menkeu suntik Rp 100 T ke Himbara, tapi yield SBN tetap tinggi. Para ekonom peringatkan strategi ini berisiko membebani bank.

Sudah Jenuh Jual, Saham Bank Berpotensi Rebound
| Senin, 30 Maret 2026 | 06:10 WIB

Sudah Jenuh Jual, Saham Bank Berpotensi Rebound

Saham bank blue chip lesu meski kinerja mulai pulih, tapi peluang rebound mulai terlihat karena valuasi jenuh jual

Pengadaan Lahan Kopdes Masih Terkendala
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:35 WIB

Pengadaan Lahan Kopdes Masih Terkendala

Hingga saat ini sebanyak 2.400 unit Kopdes telah dibangun dari target hingga 34.000 unit hingga dua bulan ke depan.

Mengapa Rupiah Kian Terpuruk? Sentimen Global Jadi Biang Kerok
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:30 WIB

Mengapa Rupiah Kian Terpuruk? Sentimen Global Jadi Biang Kerok

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada Jumat (27/3). Analis memproyeksikan tekanan berlanjut Senin (30/3). 

Durasi Pemberian MBG Berdasarkan Kehadiran Siswa
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:25 WIB

Durasi Pemberian MBG Berdasarkan Kehadiran Siswa

 Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mempersiapkan rencana perubahan durasi pemberian makan bergizi gratis (MBG) demi efisiensi APBN.

Pendapatan Intra Golflink Resort (GOLF) Ditopang Proyek New Kuta Golf Bali di 2025
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:20 WIB

Pendapatan Intra Golflink Resort (GOLF) Ditopang Proyek New Kuta Golf Bali di 2025

GOLF mencatatkan pendapatan Rp 215,5 miliar di sepanjang 2025, meningkat 8,9% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya

IKEA Indonesia Tak Terusik PHK Global
| Senin, 30 Maret 2026 | 05:10 WIB

IKEA Indonesia Tak Terusik PHK Global

Hingga kini operasional IKEA Indonesia tidak terganggu akibat kebijakan global yang memangkas 800 karyawan.

INDEKS BERITA

Terpopuler