Perang Dagang Menghambat Pergerakan Tembaga

Kamis, 01 Agustus 2019 | 07:33 WIB
Perang Dagang Menghambat Pergerakan Tembaga
[]
Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penurunan harga tembaga diprediksi berlanjut seiring potensi berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Selasa (30/7), harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) melemah 1,16% ke US$ 5.948 per metrik ton.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, ancaman perang dagang masih menjadi katalis negatif bagi tembaga. Memang pemerintah AS dan China terus melakukan pembicaraan. Tetapi, pasar meragukan negosiasi bakal mulus.

Sebab, lagi-lagi Presiden AS Donald Trump malah menyatakan kekecewaannya terhadap China. Ia mengkritik China terkait pembelian produk pertanian asal AS.

Selain itu, Trump juga mengecam China yang tidak menjalankan kesepakatan perjanjian sebelumnya. Alhasil, perang dagang diprediksi kembali berkobar dalam waktu dekat.

Tren pelambatan ekonomi global juga dikhawatirkan mengganggu permintaan tembaga. Data Comex menunjukkan, penjualan tembaga untuk kontrak pengiriman September 2019 turun 1,1% dibanding hari sebelumnya.

Selama ini, pelaku pasar terus mencermati harga komoditas logam industri, seperti tembaga, untuk menjadi patokan ekonomi global. "Harga tembaga juga menjadi barometer perang dagang," kata Wahyu, kemarin.

Perekonomian China yang melambat akibat perang dagang turut menekan harga tembaga. Negeri Tirai Bambu ini merupakan importir terbesar tembaga dunia. Jika pembangunan infrastruktur di China terhambat, artinya ada potensi negara tersebut menurunkan permintaan tembaga. Ini juga bakal menyeret harga komoditas lainnya.

Sebenarnya, dari sisi pasokan, harga tembaga bisa kembali melesat. Komoditas yang satu ini masih mengalami defisit pasokan sebanyak 189.000 ton di tahun ini.

Secara teknikal, harga tembaga dalam jangka panjang juga masih stabil ke arah konsolidasi. Namun, jika harga komoditas ini menyentuh level US$ 5.700 per metrik ton, ada ancaman harganya bisa kembali ke rekor terendahnya di US$ 4.000 per metrik ton.

Wahyu memprediksi tahun ini harga tembaga bakal bergerak di kisaran US$ 5.700–US$ 6.200 per metrik ton, dengan tren turun. "Namun, sayangnya peluang untuk rebound ke level harga US$ 6.500 masih terwujud," terang Wahyu.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:45 WIB

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?

Tekanan geopolitik AS-Iran membuat rupiah terancam. Krisis energi dan inflasi global membayangi. Ketahui pergerakan bagaimana rupiah ke depan

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:05 WIB

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi

Mengurangi impor minyak menjadi salah satu cara untuk bisa menghilangkan kerentanan ekonomi imbas lonjakan harga minyak dunia.​

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?

Masa tunggu haji panjang, nilai dana berpotensi tergerus inflasi. Cari tahu cara emas lindungi biaya haji Anda dari risiko penurunan.

Pajak Mobil Listrik Yang Adil
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Pajak Mobil Listrik Yang Adil

Mendorong kendaraan listrik penting, tetapi jangan mengorbankan prinsip keadilan pajak dan ruang fiskal daerah.

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:41 WIB

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi

Pemerintah membuka peluang pembiayaan untuk sektor EBT dan usaha padat karya.                             

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:35 WIB

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas

ESIP siap ekspansi Rp 200 miliar untuk pabrik baru di Balaraja Timur. Kapasitas produksi ditargetkan berlipat ganda

MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) Bakal Gencar Ekspansi Gerai Lego
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:30 WIB

MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) Bakal Gencar Ekspansi Gerai Lego

MAPA berencana membuka sejumlah gerai Lego tahun ini. Meski tak memerinci jumlahnya, ekspansi akan dilakukan di sejumlah wilayah..

Perang Timur Tengah Menekan Permintaan, Harga Kakao Ambles
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:20 WIB

Perang Timur Tengah Menekan Permintaan, Harga Kakao Ambles

Merujuk data BPS, nilai ekspor kakao kita di 2024 mencapai 348.000  ton dengan nilai US$ 2,65 miliar.

Pengembang Minta Kejelasan Regulasi Rusun
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:15 WIB

Pengembang Minta Kejelasan Regulasi Rusun

Pemerintah tengah mengkaji penyediaan rumah susun bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan tanggung atau MBT

 Dari Manufaktur ke Kesehatan
| Sabtu, 25 April 2026 | 05:06 WIB

Dari Manufaktur ke Kesehatan

Perjalanan karier Navin Sonthalia, lebih dari 30 tahun di berbagai bidang sampai memimpin Mayapada Hospital

INDEKS BERITA

Terpopuler