Pergerakan Rupiah Bakal Terdampak Rilis Notulensi FOMC

Kamis, 05 Januari 2023 | 04:30 WIB
Pergerakan Rupiah Bakal Terdampak Rilis Notulensi FOMC
[]
Reporter: Nur Qolbi | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) juga berpotensi melemah pada perdagangan Kamis (5/1). Notulensi pertemuan Federal Market Open Committee (FOMC) akan menjadi penggerak rupiah. 

Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana mengatakan, hasil pertemuan FOMC kemungkinan memicu risk off para pelaku pasar sehingga berdampak buruk bagi pergerakan rupiah, mengingat indeks dollar AS  berpeluang untuk menguat. 

"Investor akan cenderung memburu safe haven asset, seperti dollar AS," kata Fikri, Rabu (4/1).

Baca Juga: Tunggu Hasil FOMC Meeting, Cek Prediksi Pergerakan Rupiah Besok (5/1)

Analis DCFX Futures Lukman Leong juga melihat, pergerakan rupiah pada Kamis (5/1) akan tergantung pada risalah pertemuan FOMC malam ini. Rupiah berpotensi kembali melemah apabila The Fed tetap bernada hawkish.

Lukman memprediksikan, rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 15.500-Rp 15.700 per dollar AS perdagangan Kamis (5/1). Sementara Fikri memperkirakan, rupiah akan bergerak di area Rp 15.490-Rp 15.790 per dollar AS.

Rupiah di pasar spot menguat 0,12% ke Rp 15.582 pada Rabu (4/1). Sementara berdasarkan kurs Jisdor BI rupiah justru melemah 0,16% di kisaran Rp 15.615 per dollar AS. 
 

Bagikan

Berita Terbaru

Bukan Cuma Denda, Ini Risiko Tidak Melapor SPT Pajak
| Senin, 02 Maret 2026 | 06:15 WIB

Bukan Cuma Denda, Ini Risiko Tidak Melapor SPT Pajak

Bukan cuma denda, ada risiko lain bagi yang tidak melaporkan SPT Tahunan Pajak melalui Coretx DJP. Apa saja?

Meski Modern, Masalah Masih Mendera Coretax
| Senin, 02 Maret 2026 | 06:05 WIB

Meski Modern, Masalah Masih Mendera Coretax

Pelaporan SPT Tahunan untuk pertama kalinya menggunakan sistem yang baru, Coretax DJP. Tapi, masih banyak kendala yang muncul.

Pajak Incar Data Kartu Kredit
| Senin, 02 Maret 2026 | 05:42 WIB

Pajak Incar Data Kartu Kredit

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 8 Tahun 2026 yang merevisi PMK Nomor 228 Tahun 2017

Melonjak, Inflasi Februari Bakal Lewati 4%
| Senin, 02 Maret 2026 | 05:34 WIB

Melonjak, Inflasi Februari Bakal Lewati 4%

Lonjakan inflasi dianggap tidak berbahaya, namun perlu diwaspadai dampaknya terhadap daya beli masyarakat

Harga Minyak Melonjak! Konflik Iran Ancam Ekonomi Global
| Senin, 02 Maret 2026 | 05:30 WIB

Harga Minyak Melonjak! Konflik Iran Ancam Ekonomi Global

Analis prediksi harga emas Antam capai Rp 3,5 juta per gram. Simak skenario lengkapnya akibat krisis Timur Tengah.

Perang AS-Israel vs Iran Masih Mewarnai Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 02 Maret 2026 | 05:26 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Masih Mewarnai Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pasar akan memantau lonjakan harga minyak dunia dan penguatan aset safe haven seperti emas dan dolar AS.

Konflik Timur Tengah, APBN Terancam Jebol
| Senin, 02 Maret 2026 | 05:13 WIB

Konflik Timur Tengah, APBN Terancam Jebol

Konflik Timur Tengah berisiko menekan APBN melalui harga minyak dan nilai tukar rupiah              

Gejolak Rupiah: Antisipasi Tekanan Dolar Akibat Konflik AS-Iran!
| Senin, 02 Maret 2026 | 04:30 WIB

Gejolak Rupiah: Antisipasi Tekanan Dolar Akibat Konflik AS-Iran!

Pelemahan rupiah terhadap dolar AS diproyeksi akan berlanjut di awal pekan ini, akibat sentimen risk off global.

Penjualan Merosot, Laba Nippon Indosari (ROTI) Tahun 2025 Melorot 28,65%
| Senin, 02 Maret 2026 | 04:28 WIB

Penjualan Merosot, Laba Nippon Indosari (ROTI) Tahun 2025 Melorot 28,65%

Laba bersih PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) di sepanjang tahun 2025 tergerus 28,65% (yoy) menjadi Rp 259 miliar. ​

Saham Barang Baku Belum Layu
| Senin, 02 Maret 2026 | 04:23 WIB

Saham Barang Baku Belum Layu

Kontributor utama bagi indeks sektor barang baku berasal dari moncernya saham-saham emiten komoditas.

INDEKS BERITA

Terpopuler