Perumnas Lunasi Dua MTN Senilai Total Rp 380 Miliar

Senin, 09 Agustus 2021 | 23:48 WIB
Perumnas Lunasi Dua MTN Senilai Total Rp 380 Miliar
[ILUSTRASI. Pembangunan apartemen dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (8/8). KONTAN/Baihaki/8/82020]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perumnas melunasi dua medium term notes (MTN) senilai total Rp 380 miliar. MTN tersebut terdiri dari, pertama, MTN III Perumnas Tahun 2016 yang jatuh tempo 22 Juli lalu senilai Rp 150 miliar.

Adapun surat utang yang kedua adalah MTN II 2016 yang jatuh tempo pada 4 Agustus, dengan nominal sebesar Rp 230 miliar. Manajemen Perumnas menyatakan, sejumlah langkah strategi sudah mereka siapkan sebelumnya, untuk melunasi MTN tersebut.

Manajemen Perumnas menegaskan, pihaknya selalu komitmen dalam segala bentuk kinerja, termasuk untuk urusan pelunasan MTN.

"Kami akan selalu menjaga kredibilitas dan reputasi kami terkait hal ini kepada para investor tentunya,” tutur Budi Saddewa Soediro selaku Direktur Utama Perum Perumnas, lewat siaran pers yang diterima KONTAN, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ini 12 BUMN yang telah disetujui DPR mendapat PMN tahun depan

Manajemen Perumnas juga menegaskan, telah merestrukturisasi utang atas outstanding pinjaman perbankan dan institusi BUMN, guna memperbaiki performa keuangannya.

Saat ini, Perumnas menempati peringkat idBBB- untuk kemampuan keuangan yang dikeluarkan oleh Pefindo. Peringkat ini mengindikasikan Perumnas memiliki kemampuan yang memadai untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

"Walau perlambatan terjadi di tengah pandemi yang masih berlangsung, Perumnas mampu bertahan dan menggenjot kinerjanya untuk mengejar target,” imbuh Budi.

Manajemen Perumnas menyatakan melaksanakan beragam terobosan dan inovasi, salah satunya konsep hunian terintegrasi transportasi atau transit oriented development (TOD).

Ada juga penerapan sistem precast, oleh Perumnas, pada rumah tapak yang bertujuan membangun rumah yang lebih cepat, rapi, dan kualitas yang lebih baik. 

Selain itu, Perumnas juga menjadi pelopor revitalisasi pertama di Indonesia, meremajakan rumah susun lama menjadi hunian vertikal yang kapasitasnya lebih besar.

Sejalan dengan transformasi bisnis, Perumnas diproyeksikan dapat beroperasi dengan lebih baik sehingga mendapatkan peningkatan operating cash flow dalam tahun-tahun mendatang.

Budi menegaskan, agenda percepatan penjualan persediaan existing Perumnas diharapkan berlangsung stabil sepanjang periode2021-2024, guna meningkatkan likuiditas dan arus kas.

Baca Juga: BUMN Makin Haus Suntikan Modal Segar

"Jumlah persediaan nasional Perumnas baik itu jenis rumah siap huni dan rumah dalam pembangunan sekitar 16 ribu unit atau  setara dengan potensi Pendapatan sebesar Rp 4,9 triliun," ujar Budi.

Segala bentuk transformasi bisnis, lanjut Budi, terus mereka laksanakan semisal digitalisasi marketing, peningkatan strategi partnership dan penerapan sistem terintegrasi pada proses bisnis.

Selanjutnya: Menyambut LRT Jabodebek, Pengembang Properti Memacu Penyelesaian Proyek TOD

Selanjutnya: Perum Perumnas: Samesta Pesawaran jadi lokasi perdana dengan fasilitas KPR Tapera

 

Bagikan

Berita Terbaru

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?
| Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?

Upaya Pemerintah menambah anggaran Rp 36,91 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur, dianggap bisa menjadi suplemen bagi BUMN Karya.

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
| Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?

Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:37 WIB

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat

Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

INDEKS BERITA

Terpopuler