Perusahaannya Dituding Melanggar, Pendiri Private Equity Top di China Ini Menghilang

Kamis, 16 Desember 2021 | 19:27 WIB
Perusahaannya Dituding Melanggar, Pendiri Private Equity Top di China Ini Menghilang
[ILUSTRASI. Kilat menyambar di kaki langit distrik keuangan Pudong, Shanghai, China, Senin (10/8/2020). REUTERS/Aly Song]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Seorang pendiri private fund di China sekaligus mantan bankir Wall Street menghilang setelah pihak berwenang China memulai penyelidikan atas dugaan pelanggaran keuangan di perusahaannya, demikian pemberitaan Caixin pada Kamis (16/12).

Wang Chaoyong, founding chairman dan chief executive Chinaequity Investment Co, Ltd dinyatakan buron oleh polisi pada 30 November di Beijing. Sejak itu, ia tidak pernah terlihat di depan umum, kata majalah keuangan itu mengutip sumber anonim.

Awal tahun ini, regulator menemukan sejumlah penyimpangan di perusahaan yang dikelola Wang. Perusahaan itu telah menyalahgunakan uang di dana yang dikelolanya, lalu mengagunkan properti yang dimiliki fund untuk membiayai pihak terkait, dan melanggar kontrak, Caixin melaporkan.

Baca Juga: Kepemilikan Asing atas Treasury Per Oktober Mencapai Rekor Tertinggi

Panggilan telepon ke kantor Chinaequity di Beijing untuk meminta komentar tidak dijawab.

Unit investigasi ekonomi di biro keamanan publik cabang distrik Chaoyang di Beijing tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Wang yang pernah merintis karir di sejumlah perusahaan keuangan dunia, seperti JP Morgan dan Morgan Stanley, masih meninggalkan catatan yang mengesankan di situs web perusahaan

Pria berusia 56 tahun itu terakhir terlihat di kantornya di kawasan pusat bisnis ibukota China pada sore hari tanggal 29 November, Caixin melaporkan.

Menurut situs web perusahaan, pada tahun 2015 perusahaan tersebut dinilai oleh Forbes sebagai salah satu dari 25 perusahaan venture capital/private equity teratas di China dengan nilai ekuitas lebih dari US$ 3 miliar.

Bagikan

Berita Terbaru

Bahas Nasib Martabe, Rosan Bertemu Agincourt
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:06 WIB

Bahas Nasib Martabe, Rosan Bertemu Agincourt

Rosan menyebutkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, telah menerapkan langkah lanjutan. Namun tidak terbatas pada pengkajian

Mayora Bangun Ekosistem Daur Ulang di IKN
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:03 WIB

Mayora Bangun Ekosistem Daur Ulang di IKN

Selama lebih dari lima tahun, GESN telah mengumpulkan lebih dari 50.000 ton botol plastik PET pascakonsumsi dengan melibatkan puluhan mitra

Peluang Bisnis Alat Berat dari Proyek Sampah
| Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00 WIB

Peluang Bisnis Alat Berat dari Proyek Sampah

Corporate Secretary PT United Tractors Tbk (UNTR) Ari Setiyawan bilang, proyek WtE akan mengangkat kebutuhan alat berat.

Swasta Tidak Keberatan Beli Solar dari Pertamina
| Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57 WIB

Swasta Tidak Keberatan Beli Solar dari Pertamina

Konsumen berharap penghentian impor bisa menurunkan harga solar di dalam negeri karena diproduksi oleh satu produsen

Badan Usaha Khusus & Petroleum Fund di RUU Migas
| Selasa, 10 Februari 2026 | 06:53 WIB

Badan Usaha Khusus & Petroleum Fund di RUU Migas

Saat ini naskah akademik yang merupakan pengkajian hukum dari RUU Migas sudah siap. Ada tiga versi naskah mewakili tiga skenario pembentukan BUK

Mempersiapkan Investasi untuk  Melalui DPLK
| Selasa, 10 Februari 2026 | 06:43 WIB

Mempersiapkan Investasi untuk Melalui DPLK

DPLK memberikan jaminan finansial bagi pekerja yang sudah tidak lagi produktif. Solusi nyata perencanaan masa depan.

Kucurkan Kredit Jumbo ke KDMP, BNI Tetap Optimistis Bisa Menjaga NIM
| Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40 WIB

Kucurkan Kredit Jumbo ke KDMP, BNI Tetap Optimistis Bisa Menjaga NIM

BNI tetap percaya diri menjaga NIM meski menyalurkan kredit jumbo berbunga rendah ke Koperasi Desa Merah Putih.

BTN Sukses Cetak Laba Moncer, Tapi NPL KPR Perlu Jadi Perhatian
| Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40 WIB

BTN Sukses Cetak Laba Moncer, Tapi NPL KPR Perlu Jadi Perhatian

​Lonjakan pendapatan bunga mengantar BTN mencetak laba Rp 3,5 triliun sepanjang 2025, meski tekanan biaya dan kualitas aset masih membayangi

Upaya Bank Membesarkan Anak Tetap Berbuah Manis
| Selasa, 10 Februari 2026 | 06:35 WIB

Upaya Bank Membesarkan Anak Tetap Berbuah Manis

​Bank-bank besar kian mengandalkan anak usaha sebagai mesin pertumbuhan baru di tengah perlambatan bisnis inti perbankan.

Kenaikan Rupiah diprediksi Berlanjut pada Selasa (10/2), Ini Sentimennya
| Selasa, 10 Februari 2026 | 06:30 WIB

Kenaikan Rupiah diprediksi Berlanjut pada Selasa (10/2), Ini Sentimennya

Rupiah naik 0,42% terhadap dolar AS. Sentimen global dan IKK domestik jadi pemicu utama. Simak proyeksi terbaru untuk Selasa (10/2)

INDEKS BERITA

Terpopuler