Rapor Bank Central Asia (BBCA) Diperkirakan Membiru Berkat Performa Blu

Jumat, 10 Desember 2021 | 04:55 WIB
Rapor Bank Central Asia (BBCA) Diperkirakan Membiru Berkat Performa Blu
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dalam 10 bulan pertama tahun ini membaik. Pada periode tersebut, BBCA berhasil mengantongi net interest income sebesar Rp 43,92 triliun pada run-rate 86,6%.

Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis menyebut, kinerja BBCA di atas ekspektasi konsensus. Menurut dia, kinerja bank swasta terbesar ini membaik karena cost of fund berhasil ditekan. Net interest income pun tetap stabil di tengah penurunan asset yield. 

Laba bersih BBCA pun naik 18,7% secara tahunan menjadi sebesar Rp 27,09 triliun pada periode Januari-Oktober, dari Rp 22,83 triliun di 2020. Analis Ciptadana Sekuritas Ernie Siahaan dalam riset 2 Desember mengatakan, perolehan laba tersebut di atas ekspektasi.

Baca Juga: Kinerja diprediksi lanjutkan tren positif, simak rekomendasi saham BBCA berikut ini

Realisasi tersebut memenuhi 89% dari proyeksi tahun ini. "Hasil kinerja BBCA mengungguli proyeksi, didorong efisiensi operating expenditure (opex) serta CoC yang lebih rendah secara bulanan," tulis Ernie dalam riset. 

Di kuartal IV-2021 ini, Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya meyakini, NIM BBCA masih terus meningkat. NIM BBCA bisa kembali naik menjadi sebesar 5,4% pada akhir tahun ini.

Pada kuartal III-2021, NIM BBCA turun 20 bps secara kuartalan menjadi 5%. Namun, jika dihitung sejak awal tahun hingga akhir September, NIM BBCA masih sebesar 5,2%. "Kami yakin pemulihan akan datang dari funding cost yang lebih rendah seiring pertumbuhan yang solid pada CASA," kata Andrey. 

Pertumbuhan dana murah didorong limit transaksi aplikasi mobile yang ditingkatkan serta kehadiran pengguna baru pada bank digital BCA. 

Tak hanya itu, Edward juga menyoroti penyaluran kredit BBCA yang sudah mulai tumbuh positif sejak Juli 2021. Per akhir Oktober 2021, penyaluran kredit BBCA tumbuh 5,4%. Ia memperkirakan, penyaluran kredit akan terus tumbuh hingga tahun depan.

Menurut Edward, perbaikan makro ekonomi pun membuat kualitas aset kredit semakin sehat, sebab likuiditas cukup tinggi. Pada tahun depan, Edward yakin pertumbuhan kredit mencapai high single digit atau mendekati double digit. Hingga September 2021, BBCA menyalurkan kredit Rp 605,9 triliun, naik 4,1%.

Baca Juga: BCA optimistis KPR 2022 bisa lebih tinggi dibandingkan tahun ini

Bank digital

Pada kuartal IV-2021, Andrey optimistis, pertumbuhan kredit bisa kembali mencatatkan angka yang kuat seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi serta penanganan pandemi Covid-19 yang lebih baik. Menurut dia, pertumbuhan kredit BBCA pada tahun ini akan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan manajemen, yakni 4%-6%.

BBCA juga mendapat katalis positif dari perkembangan bisnis digital lewat aplikasi Blu. Meski kontribusi masih sangat kecil, perkembangan pesat di segmen digital diharapkan memberi dampak positif ke BBCA ke depannya. 

Kinerja aplikasi mobile banking ini cukup baik dalam beberapa bulan terakhir. Blu diterima cukup baik oleh pasar dengan jumlah downloader hampir mencapai 1 juta. 
Andrey bilang, laba bersih BBCA pada tahun ini akan mencapai Rp 29,78 triliun, dengan net interest income Rp 53,78 triliun. Tahun depan, pertumbuhan kredit, credit cost rendah, serta pertumbuhan Blu akan mendorong kinerja BBCA. 

Ernie menyebut jumlah pelanggan dari Blu yang sudah menyelesaikan proses KYC sudah 215.000 pengguna. Total dana dikumpulkan Rp 800 miliar atau rata-rata saldo Rp 4 juta per akun. "Transaksi pada akhir Oktober Rp 100.000 per hari ," jelas dia. 

Baca Juga: Agar bisa bertahan, bank digital dinilai bakal adu kuat ekosistem

Andrey merekomendasikan beli BBCA dengan target harga Rp 8.700. Ernie merekomendasikan hold dengan target Rp 7.950. Edward memasang target harga Rp 7.200 dengan rekomendasi hold. 

Bagikan

Berita Terbaru

Triple Deficit
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:06 WIB

Triple Deficit

Kombinasi triple deficit tersebut mungkin salah satu yang membebani pasar keuangan kita beberapa waktu lalu.

Rupiah Sepekan Menguat, Berpeluang Lanjut Naik di Pekan Depan
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Sepekan Menguat, Berpeluang Lanjut Naik di Pekan Depan

 Pelemahan imbal hasil US Treasury menjadi salah satu katalis yang menopang pergerakan rupiah sepekan ini.

WINS Intip Peluang dari Proyek Migas Baru
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:00 WIB

WINS Intip Peluang dari Proyek Migas Baru

Untuk itu WINS berencana untuk menambah jumlah armadanya hingga dua tahun ke depan menjadi 22 armada.

Investasi Asuransi Syariah Ambles
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:45 WIB

Investasi Asuransi Syariah Ambles

Perusahaan asuransi syariah hanya mengumpulkan hasil investasi sebanyak Rp 117,13 miliar selama semester I-2026. 

Bea Keluar Emas dan Jebakan Tarif Progresifnya
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:32 WIB

Bea Keluar Emas dan Jebakan Tarif Progresifnya

Mengejar penyelundup satu demi satu di bandara itu hanya mengobati gejala, bukan penyakit yang sesungguhnya.

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Jaga Peluang Pasar Mobil Bekas di Semester II-2026
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:19 WIB

Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) Jaga Peluang Pasar Mobil Bekas di Semester II-2026

Di tengah tantangan daya beli, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berharap bisnis mobil bekas membaik di semester kedua.

Kunci Prinsip Investasi Bryan David Emil: Cerdas Mengelola Risiko
| Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:19 WIB

Kunci Prinsip Investasi Bryan David Emil: Cerdas Mengelola Risiko

Mengupas stretegi berinvestasi dan keranjang investasi Bryan David Emil, Direktur Utama PT Martina Berto Tbk (MBTO)

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:30 WIB

BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit UMKM

Pertumbuhan kredit ke sektor tersebut hingga pertengahan 2026 masih tipis, hanya 1,2% secara tahunan

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Purbaya Tambah Rp 31 Triliun untuk PPPK Jadi PNS

Menkeu Purbaya memastikan tambahan anggaran tersebut tidak menambah defisit anggaran tahun depan    

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham
| Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:03 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Jumat (20/8), Simak Rekomendasi Sejumlah Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali mengalami penguatan pada perdagangan Jumat (20/8/2026).

INDEKS BERITA

Terpopuler