Reksadana Tematik Infrastruktur Tumbuh Positif

Selasa, 26 Maret 2019 | 07:34 WIB
Reksadana Tematik Infrastruktur Tumbuh Positif
[]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja indeks sektor infrastruktur mencatat pertumbuhan paling kinclong sepanjang tahun ini. Alhasil, reksadana tematik infrastruktur juga ikut mencetak kinerja positif. Sayangnya, sejauh ini belum ada produk reksadana tematik infrastruktur yang mampu melampaui pertumbuhan indeks tersebut.

Mengutip data Infovesta Utama, sejumlah produk reksadana tematik infrastruktur mencatat kinerja positif. Misalnya Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh yang kinerjanya naik 7,65% secara year to date (ytd) per 21 Maret silam. Di periode yang sama, kinerja BNP Paribas Infrastruktur Plus tumbuh 4,78% (ytd).

Kendati demikian, kinerja produk reksadana tersebut masih kalah dengan indeks sektor infrastruktur yang tumbuh 9,46% secara ytd hingga 21 Maret. Bahkan, kinerja indeks SMinfra18 tercatat mampu lebih baik yakni 11,14% (ytd).

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyatakan, kinerja reksadana tematik pada dasarnya memang tidak selalu selaras dengan indeks yang sesuai dengan tema produk tersebut. Paling tidak ada dua alasan utama.

Pertama, karena reksadana tematik masih termasuk ke dalam reksadana konvensional. Sehingga manajer investasi hanya bisa melakukan pembobotan pada satu saham maksimal 10% dari total dana kelolaan reksadana.

Akibatnya, jika ada saham yang tumbuh signifikan, belum tentu reksadana tematik yang memiliki saham tersebut akan mencatat tingkat pertumbuhan serupa.

Kedua, perbedaan tingkat pertumbuhan kinerja reksadana tematik juga dipengaruhi oleh pendekatan strategi atau pemilihan saham dari masing-masing manajer investasi.

Jadi bisa saja, manajer investasi menempatkan dananya tidak murni pada sektor infrastruktur, tetapi lebih ke sektor yang berhubungan erat dengan sektor infrastruktur.

"Upaya ini mungkin dilakukan karena jumlah saham sektor infrastruktur yang tergolong bluechip lebih terbatas dibandingkan sektor lainnya," ungkap Wawan, kemarin.

Lirik sektor lain

Pendekatan seperti itu diterapkan oleh reksadana Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh. Direktur Panin Asset Management Rudiyanto bilang, selain fokus pada investasi di saham sektor infrastruktur, reksadana ini juga berinvestasi pada saham yang diuntungkan oleh sektor itu.

Alasannya, infrastruktur memiliki definisi yang luas. Indeks saham sektor infrastruktur pun memiliki beberapa sub sektor. Contohnya, transportasi, konstruksi, atau telekomunikasi.

Rudiyanto melanjutkan, indeks saham sektor konstruksi sebenarnya cukup volatil. Maka dari itu, pihaknya tidak melulu mengoleksi saham tersebut untuk kepentingan jangka panjang. "Agar bisa untung dengan memanfaatkan volatilitas harga, kami melakukan trading jangka pendek," ujar dia.

Di sisi lain, Wawan menilai, di atas kertas kinerja reksadana tematik infrastruktur bisa melanjutkan tren positifnya, walaupun saham di sektor tersebut cukup rentan oleh sentimen pemilihan umum. Ia pun yakin, pasca pemilu, indeks sektor ini kembali rally.

Karena itu Wawan melihat, reksadana tematik infrastruktur cocok bagi investor yang memiliki kebutuhan diversifikasi portofolio pada sektor-sektor tertentu.

Tapi investor juga perlu waspada karena reksadana tematik fokus pada suatu sektor saham tertentu. Artinya, potensi diversifikasi reksadana ini relatif minim ketimbang reksadana saham biasa.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Surplus Dagang RI Merosot Tajam, Ada Apa dengan Ekspor Januari?
| Senin, 02 Maret 2026 | 18:08 WIB

Surplus Dagang RI Merosot Tajam, Ada Apa dengan Ekspor Januari?

Nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 tercatat US$ 22,16 miliar & impor US$ 21,20 miliar. Neraca perdagangan mencatat surplus US$ 0,95 miliar.

Free Float Besar Tak Menjamin Bebas Gorengan
| Senin, 02 Maret 2026 | 18:03 WIB

Free Float Besar Tak Menjamin Bebas Gorengan

Dalam pandangan Teguh Hidayat, banyak emiten yang sejak awal IPO memang bukan untuk ekspansi bisnis, melainkan sebagai sarana exit liquidity.

Inflasi Tertinggi 3 Tahun Terakhir, Harga Pangan Melonjak
| Senin, 02 Maret 2026 | 17:52 WIB

Inflasi Tertinggi 3 Tahun Terakhir, Harga Pangan Melonjak

Inflasi Februari 2026 melonjak 4,76%, tertinggi 3 tahun. Harga beras, cabai, telur pemicu utama. Pahami dampaknya pada daya beli Anda.

Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Melesat, Cek Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 02 Maret 2026 | 17:35 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Melesat, Cek Rekomendasi Sahamnya

Jika harga minyak terdorong naik signifikan, ekspektasi inflasi bisa kembali menguat dan itu biasanya menjadi katalis positif tambahan bagi emas.

Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan Industri Unggas: Ancaman Oversupply Mengintai
| Senin, 02 Maret 2026 | 12:28 WIB

Agreement on Reciprocal Trade (ART) dan Industri Unggas: Ancaman Oversupply Mengintai

Analis mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor poultry, dengan proyeksi dinamika supply-demand yang masih solid sepanjang 2026.

Tiga Nama yang Masuk Bursa Calon Pimpinan OJK, Dari Politikus Hingga Ahli Keuangan
| Senin, 02 Maret 2026 | 12:00 WIB

Tiga Nama yang Masuk Bursa Calon Pimpinan OJK, Dari Politikus Hingga Ahli Keuangan

Hari ini Panitia Seleksi (Pansel) menutup pendaftaran calon pengganti antarwaktu anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK).

Selat Hormuz Tutup Harga Minyak Meletup, Simak Saham-Saham Pilihan Analis
| Senin, 02 Maret 2026 | 11:23 WIB

Selat Hormuz Tutup Harga Minyak Meletup, Simak Saham-Saham Pilihan Analis

Penutupan Selat Hormuz mulai Minggu, 1 Maret 2026 sebagai imbas serangan AS-Israel ke wilayah Iran memicu kenaikan lanjutan harga minyak dunia.

Pilah-Pilih Valas Jagoan Penghasil Cuan Sekaligus Aset Hedging
| Senin, 02 Maret 2026 | 08:10 WIB

Pilah-Pilih Valas Jagoan Penghasil Cuan Sekaligus Aset Hedging

Performa major currencies mengalahkan rupiah hingga Februari ini. Manakah mata uang yang diunggulkan potensi cuannya tahun ini?

Cuan Wangi dari Saham Pengelola Sampah
| Senin, 02 Maret 2026 | 07:33 WIB

Cuan Wangi dari Saham Pengelola Sampah

Danantara dalam waktu dekat mengumumkan pemenang tender pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Investor Asing Agresif di Saham Ritel Jelang Lebaran, MAPI Paling Banyak Dibeli
| Senin, 02 Maret 2026 | 07:15 WIB

Investor Asing Agresif di Saham Ritel Jelang Lebaran, MAPI Paling Banyak Dibeli

Secara historis penjualan emiten ritel di Ramadan dan Idulfitri mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik ketimbang momentum musiman lainnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler