Rugi Bersih Membengkak, Kinerja MARI Milik Erick Thohir Tak Seindah Laju Sahamnya

Senin, 13 September 2021 | 10:51 WIB
Rugi Bersih Membengkak, Kinerja MARI Milik Erick Thohir Tak Seindah Laju Sahamnya
[ILUSTRASI. Logo-logo stasiun radio PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) pada aplikasi Noice. KONTAN/Daniel Prabowo]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) akhirnya merilis laporan keuangan hari ini, Senin (13/9). Namun, bukan untuk periode per 30 Juni 2021, emiten milik Erick Thohir itu baru menyampaikan laporan keuangan kuartal I-2021.

Hasilnya, kinerja keuangan MARI hingga 30 Maret 2021 tidak seindah laju harga sahamnya. Pendapatan Mahaka Radio yang menggadang platform Noice melorot sementara rugi bersih kian membengkak.

Pendapatan bersih MARI pada kuartal I-2021 anjlok 47,27% year on year (yoy) menjadi Rp 12,57 miliar. Penurunan pendapatan ini terjadi di semua segmen iklan radio, baik program, spot, Adlibs maupun event off air.

Mahaka Radio sejatinya berhasil melakukan penghematan yang signifikan, terutama di pos beban umum dan administrasi. Pada semester I-2021, pos beban itu sekitar Rp 15,86 miliar, berbanding Rp 25,30 miliar pada semester I-2020.

Baca Juga: Siapkan Kebijakan APBN Lebih Tahan Hadapi Endemi

Meski demikian, pendapatan bersih yang merosot tajam membuat MARI tak mampu menghindar dari rugi tahun berjalan sebesar Rp 5,61 miliar. Jauh lebih tinggi ketimbang rugi tahun berjalan periode sama tahun lalu yang Rp 3,48 miliar.

Walhasil, rugi bersih pemilik aplikasi Noice itu pun ikut membengkak. Dari rugi Rp 2,70 miliar di semester I-2020 menjadi Rp 4,02 miliar di paruh pertama 2021.

Memburuknya kinerja Mahaka Radio kontras dengan pergerakan harga sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Sepanjang kuartal I-2021, harga saham MARI terbang 136 poin, atau 151,11 persen.

 

 

Jika dihitung hingga penutupan perdagangan Jumat pekan lalu (10/9), kenaikan harga saham MARI yang sempat lama mendekam di zona gocap itu malah lebih luar biasa lagi. 

Secara year to date (ytd 10 September 2021) saham MARI melambung 433 poin, atau setara 497,70 persen.

Selanjutnya: Alfons Tanujaya: Keamanan Data di Indonesia Lemah

 

Bagikan

Berita Terbaru

Gelombang Go Private dan Delisting Menguat, Imbas Aturan Free Float 15%?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Gelombang Go Private dan Delisting Menguat, Imbas Aturan Free Float 15%?

Prestise sebagai perusahaan tercatat masih bernilai, apalagi kalau ke depan masih butuh akses pasar modal untuk ekspansi.

Asing Masih Lepas ASII, Pemulihan Otomotif Belum Cukup
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Asing Masih Lepas ASII, Pemulihan Otomotif Belum Cukup

Ketidakpastian hasil review MSCI serta transparansi tata kelola pasar modal menjadi faktor yang ikut mendorong arus net sell asingdari big caps.

Profitabilitas Emiten Cenderung Melandai dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Profitabilitas Emiten Cenderung Melandai dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Investor tampaknya lebih banyak mem-pricing risiko persepsi, ketidakpastian kebijakan pemerintah, dan persoalan kelembagaan.

Negara Kaji Pengecualian Pajak Bagi EGR
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:37 WIB

Negara Kaji Pengecualian Pajak Bagi EGR

Pembahasan mengenai perlakuan PPN dan PPh atas transaksi EGR telah dilakukan bersama Kementerian Keuangan

Mazda Hingga CoreWeave Disebut Antre Masuk Indonesia, Cermati BEST, DMAS, atau KIJA?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Mazda Hingga CoreWeave Disebut Antre Masuk Indonesia, Cermati BEST, DMAS, atau KIJA?

Peningkatan investasi asing tidak serta-merta bertranslasi ke kenaikan harga saham emiten kawasan industri.

Optimisme Terkikis, Konsumsi Makin Tipis
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Optimisme Terkikis, Konsumsi Makin Tipis

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menurun selama tiga bulan berturut-turut                            

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru

Destru Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo           

 Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?

Sektor farmasi memiliki karakter defensif karena kebutuhan terhadap obat dan produk kesehatan bertahan di berbagai kondisi ekonomi.

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar

Ekspansi pengembangan produk yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap harus mampu menjawab kebutuhan investor

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%

Penjualan  PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencapai Rp 5,49 triliun, naik 34,6% year-on-year (yoy)

INDEKS BERITA

Terpopuler