Sentimen Global Menopang Penguatan IHSG Hari Ini Ke 6.381,95

Rabu, 11 September 2019 | 21:35 WIB
Sentimen Global Menopang Penguatan IHSG Hari Ini Ke 6.381,95
[ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia]
Reporter: Benedicta Prima | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan penguatan. IHSG hari ini ditutup menguat 45,28 poin atau 0,71% ke 6.381,95 di akhir perdagangan.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji, ada tiga katalis positif yang menopang pergerakan IHSG hari ini.

Pertama, sentimen perang dagang Amerika Serikat (AS)-China mereda. Kedua negara tersebut sepakat untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi awal Oktober di Washington.

Baca Juga: Lanjutkan Penguatan, IHSG Hari Ini Ditutup Menguat Di 6.381,95

Kedua, rezim suku bunga tinggi global berakhir pasca sikap dovish dari Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS. "Ini juga disikapi positif oleh pelaku pasar global," kata Nafan kepada Kontan.co.id.

Ketiga, rencana pertemuan OPEC juga mendapat respons positif dari pelaku pasar, karena komitmen dari Arab Saudi untuk membatasi produksi minyak. Sehingga, ada potensi penguatan harga minyak dunia.

"Penguatan harga komoditas global selain minyak juga memberi katalis positif bagi IHSG," imbuh Nafan.

Memang, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana bilang, pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen global. "Dari dalam negeri juga tidak ada sentimen yang negatif," ujar dia.

Baca Juga: IHSG menguat bersamaan dengan bursa Asia lainnya, ini penjelasan analis

Dalam perdagangan hari ini sebanyak sembilan sektor saham menopang IHSG, sedangkan satu sektor yakni sektor consumer goods tergelincir ke zona merah dengan pelemahan 0,11%.

Sektor-sektor dengan penguatan terbesar adalah sektor aneka industri yang menguat 3,09%, sektor konstruksi menguat 1,57%, dan sektor pertambangan menguat 1,22%.

Tapi, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 237,89 miliar di seluruh pasar.

Bagikan

Berita Terbaru

SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk Agresif
| Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk Agresif

Imbal hasil SRBI melesat hingga 5,76%, tertinggi sejak Agustus 2025. Waspada dampak pada suku bunga bank dan harga obligasi.

Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 12:00 WIB

Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026

Penurunan tajam harga saham dan obligasi, menjegal tren pertumbuhan dana kelolaan industri. Masih bisa mekar di tengah dinamika pasar?

Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin Boncos
| Selasa, 14 April 2026 | 11:24 WIB

Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin Boncos

Kebijakan WFH bisa mengurangi berbagai pengeluaran. Bagaimana cara agar pengeluaran tak jebol saat WFH? 

Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 10:33 WIB

Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026

Penyebab utama koreksi tentu saja perang Iran yang memicu kenaikan harga energi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 15% di  Maret 2026.

Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!
| Selasa, 14 April 2026 | 09:30 WIB

Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!

Fokus utama emiten saat ini bukan lagi memburu pertumbuhan yang meroket, melainkan mempertahankan pangsa pasar.

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat
| Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat

Prospek PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) diproyeksi masih sehat, meski ada potensi kenaikan harga bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.​

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan
| Selasa, 14 April 2026 | 08:23 WIB

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan

Sejumlah emiten akan melakukan pembayaran dividen pada April ini​. Bagi para pemburu dividen, masih ada kesempatan untuk meraup cuan dividen.

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar
| Selasa, 14 April 2026 | 08:15 WIB

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar

Kekhawatiran pasar berpotensi meningkat pasca gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.​

Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTRO
| Selasa, 14 April 2026 | 08:05 WIB

Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTRO

Prospek jangka menengah dan panjang PT Petrosea Tbk (PTRO) terjaga berkat deretan kontrak jangka panjang bernilai jumbo.

Penjualan Alat Berat dan Batubara UNTR Merosot di Dua Bulan Pertama 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB

Penjualan Alat Berat dan Batubara UNTR Merosot di Dua Bulan Pertama 2026

PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan tren pelemahan kinerja pada sejumlah lini usaha pada dua bulan pertama 2026. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler