Uang Pesangon Pekerja dari Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Sekitar 45%

Kamis, 14 Januari 2021 | 04:38 WIB
Uang Pesangon Pekerja dari Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Sekitar 45%
[ILUSTRASI. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (tengah) menyampaikan keterangan pers terkait penjelasan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja diJakarta, Rabu (7/10/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.]
Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Undang-Undang (UU) No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terutama klaster ketenagakerjaan.

Salah satunya yang sedang intensif dibahas adalah RPP Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Meski belum tuntas pembahasannya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan sudah ada beberapa hal yang sudah disepakati. Salah satunya mengenai besaran manfaat yang akan diterima program ini.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

MNKT Tuntaskan Private Placement Rp 1,02 Triliun
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:29 WIB

MNKT Tuntaskan Private Placement Rp 1,02 Triliun

Aksi ini mengubah struktur permodalan MNKT. Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor melonjak dari 5,5 miliar saham jadi 1,02 triliun saham.

Valuasi Premium dan Aksi Profit Taking yang Belum Reda Masih Menekan Saham MORA
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:27 WIB

Valuasi Premium dan Aksi Profit Taking yang Belum Reda Masih Menekan Saham MORA

Rendahnya penetrasi fixed broadband di Indonesia masih membuka ruang ekspansi bagi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA).

Ada Kepastian dan Konsekuensi Bagi Wajib Pajak
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Ada Kepastian dan Konsekuensi Bagi Wajib Pajak

Perubahan mekanisme pembetulan SPT tetap menyisakan sejumlah hal yang perlu dicermati, terutama terkait restitusi

Faktor Rupiah hingga Harga Komoditas Bakal Tekan Kinerja INDF, Masih Layak Dikoleksi?
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:06 WIB

Faktor Rupiah hingga Harga Komoditas Bakal Tekan Kinerja INDF, Masih Layak Dikoleksi?

Stimulus yang kabarnya bakal digelontorkan pemerintah berdampak lebih terbatas ke PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Konsumsi Warga Tergerus Pengeluaran Wajib
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Konsumsi Warga Tergerus Pengeluaran Wajib

Pengeluaran per kapita untuk pajak, pungutan dan asuransi konsisten mengalami kenaikan              

Pilihan Saham Sektoral Jelang Akhir Tahun
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Pilihan Saham Sektoral Jelang Akhir Tahun

Window dressing akan menjadi katalis tambahan, kendati efeknya tak akan merata ke seluruh saham sektoral.

Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS, IHSG Masih Berpeluang Menguat
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Usai Rilis Data Tenaga Kerja AS, IHSG Masih Berpeluang Menguat

Analis memperkirakan, penguatan IHSG hari ini berpotensi berlanjut dengan menguji level 6.150 hingga 6.200.

Menangkap Cuan Pembagian Dividen dari Emiten Grup Astra
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Menangkap Cuan Pembagian Dividen dari Emiten Grup Astra

Jika tak ada aral melintang, ASII akan menyalurkan pembagian dividen pada 30 Oktober 2026 mendatang.

Siasat Mayora Indah Tbk (MYOR) Hadapi Tekanan Biaya
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Siasat Mayora Indah Tbk (MYOR) Hadapi Tekanan Biaya

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) masih akan menghadapi fluktuasi harga komoditas global dan daya beli masyarakat

Penjualan SBR015 Masih Lambat, Tenor Pendek Menjadi Pilihan
| Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Penjualan SBR015 Masih Lambat, Tenor Pendek Menjadi Pilihan

Sepekan masa penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri SBR015, realisasi penjualan masih relatif mini.

INDEKS BERITA

Terpopuler