Uji Nyali Efisiensi

Rabu, 08 Juli 2026 | 06:10 WIB
Uji Nyali Efisiensi
[ILUSTRASI. TAJUK - Hendrika Yunapritta (KONTAN/Indra Surya)]
Hendrika Y | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka 2,85% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bukan sekadar proyeksi defisit APBN 2026 yang melebar, melainkan sinyal bahaya kredibilitas kita. pemerintah berada di persimpangan jalan, antara terus membiarkan defisit menganga, atau mengambil tindakan bedah fiskal yang menyakitkan namun mendesak.

Pemerintah memang telah mulai menunjukkan langkah konkret melalui efisiensi anggaran, termasuk sinyal pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 40 triliun. Namun, langkah ini harus dibaca sebagai titik awal, bukan tujuan akhir. Efisiensi pada program prioritas ini menjadi ujian konsistensi pemerintah dalam menjaga kesehatan APBN.  

Defisit yang diproyeksikan mencapai 2,85% ini belum memperhitungkan dampak efisiensi tersebut. Pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama yang membiarkan "lemak" belanja operasional membengkak sementara pendapatan negara masih rentan. Fokus pada efisiensi, terutama pada program-program dengan alokasi jumbo, adalah langkah krusial untuk memastikan setiap rupiah yang keluar memiliki multiplier effect.  

Di sisi lain, perlu manajemen SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang lebih ketat. Fakta bahwa SiLPA bengkak hingga Rp 255,5 triliun, yang jauh melampaui angka tahun lalu Rp 73 triliun, menunjukkan inefisiensi penyerapan anggaran. Dana yang seharusnya menjadi mesin penggerak ekonomi justru mengendap di kas negara, sementara pemerintah gencar menarik utang. Ini adalah paradoks yang harus diurai.  

Transparansi dalam proses "efisiensi" ini mutlak diperlukan agar publik percaya bahwa langkah pemangkasan bukanlah upaya tambal sulam sesaat, melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas makroekonomi kita.

Namun, mengencangkan ikat pinggang saja tidak cukup. 

Pemerintah juga harus agresif mengejar penerimaan melalui optimalisasi pajak dan reformasi administrasi. Jangan sampai beban defisit hanya ditimpakan pada pemotongan belanja, sementara potensi penerimaan masih banyak yang bocor di lapangan.

Pada akhirnya, pasar global sangat sensitif terhadap kredibilitas fiskal. Disiplin anggaran bukan sekadar kepatuhan pada undang-undang, melainkan fondasi kepercayaan investor. 

Kita butuh aksi nyata di lapangan, bukan sekadar janji efisiensi di atas kertas yang berakhir menjadi utang baru.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Akal Imitasi Angkat Permintaan Pusat Data
| Rabu, 08 Juli 2026 | 07:00 WIB

Akal Imitasi Angkat Permintaan Pusat Data

Asosiasi menyebut pertumbuhan industri data center secara global berada pada kisaran 20% hingga 25% per tahun.

Margin Keuntungan Bank Bisa Tertekan
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:50 WIB

Margin Keuntungan Bank Bisa Tertekan

Margin keuntungan perbankan berpotensi semakin tertekan sampai akhir tahun. Ini seiring dengan kenaikan BI rate yang akan mengerek biaya dana.

Kinerja Bank Asing Tampak Menyusut di Tengah Isu Cash Out
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:50 WIB

Kinerja Bank Asing Tampak Menyusut di Tengah Isu Cash Out

Kinerja bank asing kurang menggembirakan di tengah sorotan setelah investor asing dilaporkan menarik dana besar dari Indonesia

Surya Semesta Internusa (SSIA) Bidik Pergeseran Pusat Industri
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:47 WIB

Surya Semesta Internusa (SSIA) Bidik Pergeseran Pusat Industri

Manajemen SSIA melihat wilayah Subang bisa menggantikan Bekasi dan Karawang sebagai pusat kawasan industri.

Pelemahan Harga Menjadi Kendala Japfa Comfeed (JPFA)
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:45 WIB

Pelemahan Harga Menjadi Kendala Japfa Comfeed (JPFA)

Harga ayam broiler dan DOC anjlok di Q2 2026, menekan JPFA. Namun, strategi culling dan program pemerintah jadi kunci kebangkitan. 

Laju Kredit Ditopang Himbara, Bank Lain Revisi Target
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:35 WIB

Laju Kredit Ditopang Himbara, Bank Lain Revisi Target

Kinerja kredit masih sangat ditopang oleh Himbara. Sementara sebagian bank swasta dan bank asing memilih menurunkan target rencana bisnis bank

Tata Kelola Minyak Goreng Diperketat
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:33 WIB

Tata Kelola Minyak Goreng Diperketat

Melalui aturan baru, produsen diwajibkan menjamin pasokan minyak goreng kemasan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar.

Pasar Finansial Bergejolak, Dana Kelolaan Reksadana Susut
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:30 WIB

Pasar Finansial Bergejolak, Dana Kelolaan Reksadana Susut

Investor melepas unit penyertaan pada Juni. Ini memicu  penurunan NAB reksadana. Apa penyebabnya dan proyeksi ke depan?

Pembiayaan Paylater Bank Semakin Melesat
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:30 WIB

Pembiayaan Paylater Bank Semakin Melesat

Di saat pertumbuhan kredit konsumer perbankan secara keseluruhan mengalami kelesuan, pembiayaan paylater justru semakin melesat

Uji Nyali Efisiensi
| Rabu, 08 Juli 2026 | 06:10 WIB

Uji Nyali Efisiensi

Kita butuh aksi nyata di lapangan, bukan sekadar janji efisiensi di atas kertas yang berakhir menjadi utang baru.

INDEKS BERITA

Terpopuler