Wajib Pajak Diingatkan untuk Melaporkan SPT 2018 Sebelum 16 Maret

Selasa, 05 Maret 2019 | 09:52 WIB
Wajib Pajak Diingatkan untuk Melaporkan SPT 2018 Sebelum 16 Maret
[]
Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktoran Jenderal (Ditjen) Pajak melakukan pendekatan langsung ke wajib pajak yang belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) 2018. Melalui surat maupun e-mail, Ditjen Pajak mengingatkan wajib pajak untuk melaporkan SPT secara online sesegera mungkin.  

Melalui surat maupun e-mail, Ditjen Pajak mengimbau wajib pajak untuk melaporkan SPT secara online sebelum 16 Maret 2019. "Janjinya akan dimudahkan prosesnya kalau melaporkan sebelum tanggal 16 Maret," kata Anugrah, seorang penerima email dari Ditjen Pajak, kemarin (4/3).  

Pengiriman surat ke para wajib pajak itu termasuk bagian dari strategi Ditjen Pajak memacu kepatuhan wajib pajak. Maklum, hingga Senin (4/3) pagi, Ditjen Pajak mencatat baru 3,3 juta wajib pajak yang menyampaikan SPT 2018. Dari jumlah tersebut, sebanyak 138.000 SPT berasal dari wajib pajak badan.

Angka pelaporan SPT 2018 ini masih jauh di bawah jumlah wajib pajak yang harus melapor SPT. Tahun lalu, jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT mencapai 12,5 juta atau sekitar 71% dari total wajib pajak tercatat.

Saat ini, jumlah wajib pajak yang tercatat sekitar 17,6 juta. Tahun ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani memasang target 85% dari populasi wajib pajak akan melaporkan SPT 2018.

Laporan SPT ini penting agar kantor pajak bisa menelusuri secara pasti berapa sebenarnya penghasilan yang diterima oleh wajib pajak pribadi. Data itu yang akan dicocokkan dengan pemotong pajak penghasilan sehingga tergambar tingkat kepatuhan para wajib pajak tersebut.

Maklum target penerimaan pajak tahun ini mencapai Rp 1.578 triliun. Target rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 11,9%.

Selain mengirim email, Ditjen Pajak menggelar acara Spectaxcular 2019 di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan sejumlah kota lain. Spectaxcular merupakan kampanye mengajak masyarakat melaporkan SPT melalui e-filing. Di Jakarta, kegiatan ini berlangsung di tengah car free day (CFD).

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama mengatakan, email pengingat laporan SPT bertujuan agar setoran SPT tak menumpuk di batas akhir. "Jadi kami tulis sebelum 16 Maret itu hanya imbauan dan demi kenyamanan juga," ujar Hestu.

Pengamat Pajak dari DDTC, Darussalam, menilai strategi Ditjen Pajak mendorong kepatuhan wajib pajak sudah tepat. Peningkatan layanan e-filing serta imbauan melalui email pun wajar. "Modal ini akan mendorong kepatuhan wajib pajak menyampaikan SPT," ujar Darussalam.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analisys (CITA) Yustinus Prastowo berharap, Ditjen Pajak harus menambah cara lagi jika ingin mengejar target laporan SPT 85%. "Wajib pajak harus diingatkan tentang kepatuhan pajaknya, bila high risk bisa diperiksa. Cara komunikasi seperti ini harus dikembangkan," ujar Yustinus.

Bagikan

Berita Terbaru

Profil Swayasa Prakarsa (SWAP), Perusahaan Riset UGM yang Bakal Melantai di BEI
| Senin, 24 Agustus 2026 | 15:47 WIB

Profil Swayasa Prakarsa (SWAP), Perusahaan Riset UGM yang Bakal Melantai di BEI

PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) masih mengalami kerugian meskipun nilainya menyusut, diiringi pendapatan yang tumbuh positif.

Industri Semen Mulai Pulih, Begini Prospek Saham INTP dan SMGR di Semester II-2026
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Industri Semen Mulai Pulih, Begini Prospek Saham INTP dan SMGR di Semester II-2026

Perbaikan kinerja emiten semen berlangsung di tengah kondisi kelebihan pasokan yang masih menghantui.

Cari Tambahan Modal Baru, Emiten Siap Menggelar Rights Issue
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Cari Tambahan Modal Baru, Emiten Siap Menggelar Rights Issue

Saat ini ada beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berencana menggelar aksi korporasi rights issue.

Hari Kejepit di Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (24/8)
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Hari Kejepit di Awal Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (24/8)

Investor tetap perlu memperhatikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta perkembangan sentimen eksternal. 

Ada Pasar Bullion IBMA, Prospek Emiten Emas Cerah
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Ada Pasar Bullion IBMA, Prospek Emiten Emas Cerah

Kehadiran IBMA bisa meningkatkan permintaan emas karena akses masyarakat dam institusi terhadap logam mulia ini semakin luas.

ESG Chandra Asri (TPIA): Peluang Energi Bersih dalam Manuver Diversifikasi
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:18 WIB

ESG Chandra Asri (TPIA): Peluang Energi Bersih dalam Manuver Diversifikasi

Transformasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) disertai dengan berbagai aksi korporasi si di tengah diversifikasi. 

Melepas Beban Saham Gocapan
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:17 WIB

Melepas Beban Saham Gocapan

Perubahan aturan harga minimal saham Rp 1 bisa jadi pintu keluar investor. Terutama bagi investor yang dananya nyangkut di saham-saham gocapan.

Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Tancap Gas Lewat Omnichannel
| Senin, 24 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Tancap Gas Lewat Omnichannel

Strategi lain yang dilakukan ASLC adalah mendorong ekosistem transaksi mobil bekas dengan memperkuat penjualan omnichannel.

Saham INET Kembali Terbang, Sekadar Euforia atau Ada Perubahan Fundamental?
| Senin, 24 Agustus 2026 | 07:56 WIB

Saham INET Kembali Terbang, Sekadar Euforia atau Ada Perubahan Fundamental?

Di harga INET saat ini, investor juga membeli ekspektasi keberhasilan ekspansi FTTH, data center, submarine cable, dan infrastruktur digital. 

RAPBN 2027 dan Kepercayaan Wajib Pajak
| Senin, 24 Agustus 2026 | 07:05 WIB

RAPBN 2027 dan Kepercayaan Wajib Pajak

Kepatuhan pajak ditentukan oleh adanya kepercayaan serta kekuasaan dari otoritas perpajakan dalam menegakkan aturan.​

INDEKS BERITA

Terpopuler