SMI Cari Pendanaan Rp 24 Triliun di 2026
Kebutuhan pendanaan akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas.
Ancaman Inflasi Membayangi Prospek Bisnis Asuransi
Hingga Januari 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp 18,42 triliun.
Menakar Untung dan Risiko Tambahan Injeksi Dana Negara ke Perbankan
Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah penempatan dana pemerintah ke perbankan sebesar Rp 100 triliun guna meningkatkan likuiditas
Transmisi Penurunan BI Rate Terhadap Biaya Dana Belum Signifikan
Biaya dana perbankan mulai turun seiring pemangkasan BI rate di 2025. Namun, penurunannya masih lambat dan belum sebanding bunga acuan
Transaksi Agen Laku Pandai Masih Mekar
Bisnis keagenan perbankan masih menorehkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Transaksi meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah agen
Persaingan Bisnis Gadai Semakin Sesak
Sejak awal Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, regulator mempermudah pemain gadai mengurus izin, seperti lewat pemangkasan batas modal minimal.
Gaji Naik, Hati-Hati Pengeluaran Ikut Naik
Kenaikan gaji sering diikuti oleh kenaikan pengeluaran. Simak cara mengatasinya.
Rasio Klaim Asuransi Kredit Terancam Naik
AAUI mencatat, rasio klaim asuransi kredit sudah meningkat menjadi 95,7%, dari posisi akhir tahun 2024 yang sebesar 91,2%.
Sejumlah Bank Masih Bergulat dengan Penipisan CAR
Di tengah kuatnya permodalan industri perbankan, sejumlah bank masih menghadapi tekanan rasio kecukupan modal (CAR) yang relatif tipis.
Bank Harus Mencermati Faktor Geopolitik Saat Kucurkan Kredit Investasi
Pertumbuhan kredit perbankan di awal 2026 ditopang lonjakan kredit investasi, seiring membaiknya optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi
Ekonomi Rumah Tangga Masih Tertekan, NPL Kredit Konsumer Naik
Tekanan ekonomi rumah tangga masih terasa. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit konsumer yang melambat di tengah kenaikan rasio NPL
Kredit Mobil Bekas Melaju Saat Daya Beli Masih Lesu
Bilang pembiayaan mobil seken melaju lebih cepat dibanding total pembiayaan mobil, yakni mencapai 12,75% sepanjang tahun 2022-2025.
Banyak Dicari, Bisnis Emas Bank Syariah Kian Mendaki
Sebagai aset save haven, pamor emas semakin berkilau di tengah panasnya konflik di Timur Tengah seperti saat ini.
Dapen Hindari Aset Saham Saat Perang
Pengelola dana pensiun cenderung menghindari instrumen saham pada ketika perang Iran berkecamuk saat ini.
Risiko Kredit Macet Leasing Semakin Buncit
Rasio NPF gross multifinance mencapai 2,72% di Januari 2026, meningkat dari akhir tahun lalu yang sebesar 2,51%.
Prospek Saham Bank-Bank Besar Masih Belum Gacor
Saham bank tertekan sentimen global dan aksi net sell asing, dibayangi keputusan MSCI dan outlook negatif Fitch Ratings.
Perang Berpotensi Gerus Likuiditas Valas Perbankan
Perang Timur Tengah mengancam likuiditas valas, bank-bank besar memperkuat manajemen risiko dan menjaga buffer dolar AS.
Prospek Asuransi Perjalanan Terganjal Risiko Perang
Tradisi mudik dapat mendorong permintaan, sehingga meningkatkan perolehan premi dari produk asuransi perjalanan.
Perbankan Dibayangi Kenaikan Risiko Kredit
Risiko kredit kembali meningkat. OJK mencatat NPL gross Januari naik ke 2,14% dan LaR ke 9,01%, di tengah bayang-bayang gejolak geopolitik
Mencermati Calon Kuat yang Berpotensi Menduduki Kursi Bos OJK
Ada 20 nama berebut kursi Dewan Komisioner OJK, namun muncul tanda tanya soal kapasitas mereka menghadapi tantangan sektor keuangan.
Alarm Risiko Kredit Macet Kian Nyaring
Memburuknya kualitas pinjaman P2P lending kini jadi sorotan. TWP90 melonjak tajam ke 4,38% per Januari 2026.
Lonjakan Pembiayaan Alat Berat Belum Tertekan RKAB
Pembiayaan alat berat Adira tumbuh 20% di 2025. Namun, RKAB batubara 2026 berpotensi mengubah lanskap.
SMI Kerek EBT, Batubara Dipangkas
SMI menyiapkan dana besar untuk energi terbarukan, mencapai Rp 48,8 triliun pada 2028. Simak rincian peningkatan pembiayaan EBT yang signifikan.
Biaya Asuransi Marine Cargo Bisa Melonjak
Aksi saling serang antara koalisi Israel-Amerika Serikat dengan Iran memacu risiko terhadap lalu lintas barang di kawasan Timur Tengah.
Masih Banyak Premi Reasuransi Lari ke Luar Negeri
Keterbatasan kapasitas hingga rendahnya penetrasi, membuat masih banyak premi reasuransi yang lari ke luar negeri.

