Asyik, Pengguna KRL Commuter Line Bisa Bayar Pakai LinkAJa

Sabtu, 02 November 2019 | 07:33 WIB
Asyik, Pengguna KRL Commuter Line Bisa Bayar Pakai LinkAJa
[ILUSTRASI. Warga melakukan transaksi di mesin Vending di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, 23 Mei 2017. Pengguna KRL commuter line bisa menggunakan LinkAja sebagai alat pembayaran. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha]
Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada kabar baik buat para pengguna KRL commuter line yang kebetulan juga menjadi pengguna LinkAja.

Mulai pertengahan November 2019, LinkAja dapat digunakan sebagai alat pembayaran tiket KRL commuter line.

Danu Wicaksana, CEO PT Fintek Karya Nusantara pengelola LinkAja, mengatakan, pihaknya saat ini sedang dalam tahap finalisasi.

Jika tidak ada aral melintang, LinkAja langsung bisa digunakan di 200 gate KRL commuter line.

Baca Juga: Kata Menhub soal heboh pengguna KRL keluhkan pembaharuan sistem ticketing

"Hingga kini baru 10 gate dari 200 gate yang sudah dipasang stiker dan brand. Pengguna akan dimudahkan dengan layanan ini dan nantinya akan ada detail transaksinya," kata Danu, Jumat (1/11).

Sejauh ini masih ada kendala dari penggunaan LinkAja sebagai alat pembayaran KRL commuter line.

Misalnya, soal stabilitas dan ketersediaan sinyal komunikasi serta sistem teknologi informasi yang tidak serupa di semua stasiun.

Baca Juga: Upgrade selesai, sistem tiket elektronik KRL kembali normal

Bagikan

Berita Terbaru

AMMN Diproyeksi Masuk Masa Kejayaan Baru, AMMN Diproyeksi Raup Laba Jumbo di 2026
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:42 WIB

AMMN Diproyeksi Masuk Masa Kejayaan Baru, AMMN Diproyeksi Raup Laba Jumbo di 2026

Perubahan paling fundamental pada AMMN tidak hanya berasal dari kenaikan volume produksi, melainkan transformasi model bisnis perusahaan.

Siap-Siap Tadah Rp 2,08 Triliun, Dividend Yield MTEL Mencapai 5,06%
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:36 WIB

Siap-Siap Tadah Rp 2,08 Triliun, Dividend Yield MTEL Mencapai 5,06%

MTEL memiliki struktur permodalan solid dengan rasio debt-to-equity (DER) 0,56 kali, terendah di industri menara telekomunikasi.

Berpotensi Koreksi, Simak Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis (2/7)
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:24 WIB

Berpotensi Koreksi, Simak Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis (2/7)

IHSG menguat 0,92% ditopang sektor energi, namun data ekonomi domestik memburuk. Ada risiko yang harus diwaspadai investor.

Saham ANTM Dikoleksi BlackRock dan Manulife, Analis Sebut Sudah Undervalued
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:18 WIB

Saham ANTM Dikoleksi BlackRock dan Manulife, Analis Sebut Sudah Undervalued

Arah kebijakan suku bunga The Fed serta tren pembelian oleh bank sentral global akan menjadi faktor utama penentu pergerakan harga emas.

Inflasi Masih Berpotensi Naik Lebih Tinggi
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:17 WIB

Inflasi Masih Berpotensi Naik Lebih Tinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi bulanan pada Juni 2026 mencapai 0,44% dan secara tahunan mencapai 3,34%

PPh Pasal 22 Pedagang Online di Marketplace
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:09 WIB

PPh Pasal 22 Pedagang Online di Marketplace

Wajib pajak orang pribadi dengan omzet di bawah Rp 500 juta tak akan dipungut PPh Pasal 22           

ORI030: Peluang Kupon Lebih Tinggi dari Deposito, Cek Detailnya!
| Kamis, 02 Juli 2026 | 07:00 WIB

ORI030: Peluang Kupon Lebih Tinggi dari Deposito, Cek Detailnya!

Kupon ORI030 diproyeksi capai 6,85%-7% oleh analis. Pelajari mengapa instrumen ini disebut lebih menarik dari deposito sekarang

Surplus Terputus, Tekanan Ekonomi Menguat
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:59 WIB

Surplus Terputus, Tekanan Ekonomi Menguat

Neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit pertama setelah surplus 72 bulan berturut-turut       

Lampu Kuning Manufaktur Indonesia
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:55 WIB

Lampu Kuning Manufaktur Indonesia

PMI manufaktur terpuruk, dunia usaha minta pemerintah memperkuat perlindungan industri dan penurunan biaya

Nasib Rupiah di Tengah Sentimen Global Picu Pelemahan Lebih Lanjut
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:50 WIB

Nasib Rupiah di Tengah Sentimen Global Picu Pelemahan Lebih Lanjut

Rupiah kembali melemah erhadap dolar AS kemarin. Data ketenagakerjaan AS jadi biang kerok, simak proyeksi terbarunya!

INDEKS BERITA

Terpopuler