Bank Pilih-Pilih Salurkan Sindikasi

Minggu, 04 Juni 2023 | 05:44 WIB
Bank Pilih-Pilih Salurkan Sindikasi
[ILUSTRASI. Alat berat menyelesaikan pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja di Tangerang Selatan, Minggu (9/1/2022). .  (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit sindikasi perbankan yang masih turun sepanjang lima bulan pertama tahun ini. Mengacu data Bloomberg, kesepakatan kredit sindikasi di 2023 berjalan hingga 31 Mei, dari sisi mandated lead arranger (MLA), mencapai 18 proyek dengan nilai US$ 6,85 miliar, setara Rp 102 triliun. 

Realisasi tersebut menurun sekitar 16,9% secara tahunan. Info saja, MLA merupakan pihak yang memimpin dalam pembentukan sindikasi. 

Meski begitu, bankir optimistis di paruh kedua tahun ini kredit sindikasi bisa melaju. EVP Secretariat & Corporate Communication Bank Central Asia (BBCA) Hera F. Haryn menyebut, ini sejalan banyaknya permintaan refinancing dan kebutuhan investasi atau modal kerja. 

BCA berada di posisi ketiga sebagai penyalur kredit sindikasi terbesar, dengan nilai US$ 590 juta, melayani enam proyek. "Saat ini ada beberapa pipeline sindikasi yang ditangani BCA, antara lain di bidang infrastruktur, minyak dan gas, smelter, energi, industri dan telekomunikasi," ujar Hera, Rabu (31/5).

Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin kredit sindikasi dengan nilai penyaluran mencapai US$ 911,1 juta, lewat sembilan proyek. Jumlah ini setara sekitar 13,29% dari total penyaluran kredit sindikasi sejak awal tahun.

Baca Juga: Danamon Bersama Adira Finance Tawarkan Sejumlah Promo pada IIMS Surabaya 2023

Properti stagnan

Lalu ada Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang berada di posisi kedua, dengan nilai kredit sindikasi sebesar US$ 638 juta. Nilai ini berasal dari lima proyek.  

Perbankan menilai masih ada sejumlah proyek yang menarik jadi sasaran penyaluran kredit sindikasi. 

Direktur Business Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk Rusly Johannes menyebut, sektor yang menarik bagi CIMB Niaga antara lain infrastruktur ketenagalistrikan dan telekomunikasi, serta industri dasar penunjang seperti industri semen. 

Per Mei 2023, CIMB Niaga berada di urutan kesembilan penyalur kredit sindikasi terbesar. Nilai kredit di mana bank ini jadi MLA mencapai US$ 190 juta dari empat proyek.

"Ada beberapa pipeline yang CIMB Niaga tengah persiapkan dengan jumlah yang diharapkan bertumbuh dengan baik dari segi jumlah dan nilai transaksi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Rusly.

Di sisi lain, Rusly melihat pembiayaan bidang properti, khususnya perkantoran, cenderung stagnan. Rata-rata bank cukup selektif masuk ke sektor tersebut karena melihat risiko masih tinggi.

Bank BTPN Tbk juga getol menyalurkan kredit sindikasi. Baru-baru ini, Bank BTPN memimpin penyaluran kredit sindikasi bersama empat bank lain untuk PT Seino Indomobil Logistics (PT SIL) senilai Rp 1,11 triliun.

Head of Wholesale, Commercial, & Transaction Banking Bank BTPN Nathan Christianto bilang, pinjaman sindikasi ini akan mendongkrak kinerja kredit.

"Kredit sindikasi menarik, khususnya proyek infrastruktur, proyek energi terbarukan, pembiayaan terkait lingkungan, sosial, tata kelola dan industri pendukung, termasuk industri pendukung ekspor," ujarnya.

Per Maret 2023, BTPN mencatat pertumbuhan kredit 5% menjadi Rp 149,9 triliun. Segmen korporasi tumbuh 7%.  

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Technical Rebound, Tapi Risiko Ini Masih Membayangi
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:02 WIB

IHSG Technical Rebound, Tapi Risiko Ini Masih Membayangi

IHSG masih menghadapi risiko ketidakpastian MSCI dan arus dana asing yang dapat memengaruhi keberlanjutan penguatan.

Ilusi Stabilitas BI-Rate 5,75% di Tengah Ancaman Bunga KPR dan Tekanan Daya Beli
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Ilusi Stabilitas BI-Rate 5,75% di Tengah Ancaman Bunga KPR dan Tekanan Daya Beli

Gejolak pasar keuangan, depresiasi rupiah, serta ketidakpastian suku bunga global mempersempit ruang gerak arus modal bagi emiten.

Alokasi Pasokan & Harga Gas Kembali Menjadi Sorotan Pelaku Industri
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Alokasi Pasokan & Harga Gas Kembali Menjadi Sorotan Pelaku Industri

Pasokan gas yang andal dan kompetitif untuk memenuhi kebutuhan industri perlu penguatan infrastuktur dari hulu ke hilir​

Harga Ayam Pulih, Emiten Unggas Dapat Angin Segar Hingga Akhir Tahun
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Harga Ayam Pulih, Emiten Unggas Dapat Angin Segar Hingga Akhir Tahun

Pemulihan harga jual bisa memberikan ruang bagi perbaikan margin, terutama jika perusahaan mampu menjaga biaya produksi tetap terkendali.

Antara Kebijakan Pemerintah dan MSCI, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Antara Kebijakan Pemerintah dan MSCI, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

Namun, indeks masih menghadapi risiko ketidakpastian MSCI dan arus dana asing yang dapat memengaruhi keberlanjutan penguatan.

Intip Peluang Cuan dari Imbal Hasil Dividen Saat Pasar Tertekan
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:21 WIB

Intip Peluang Cuan dari Imbal Hasil Dividen Saat Pasar Tertekan

Sejumlah emiten berpotensi menawarkan dividend yield dua digit, seiring penurunan harga saham belakangan ini.

Prospek Jangka Panjang PGEO Kian Menarik Di tengah Masifnya Proyek Pembangkit
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:14 WIB

Prospek Jangka Panjang PGEO Kian Menarik Di tengah Masifnya Proyek Pembangkit

Investor perlu melihat realisasi proyek-proyek yang saat ini berjalan, jika tidak ada hambatan dan sesuai dengan timeline.

Dilema Akuisisi MEDC di Kutai: Cadangan Gas Melesat, Risiko Keuangan Meningkat?
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Dilema Akuisisi MEDC di Kutai: Cadangan Gas Melesat, Risiko Keuangan Meningkat?

Produksi dari aset Kutai diperkirakan meningkat secara bertahap dan berpotensi melampaui 40.000 barel setara minyak per hari mulai 2033.

SILO Caplok Tiga Perusahaan Senilai Rp 828,6 Miliar
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:09 WIB

SILO Caplok Tiga Perusahaan Senilai Rp 828,6 Miliar

Ketiga perusahaan ini bagian dari rencana akuisisi 14 entitas yang terafiliasi dengan aset First Real Estate Investment Trust (First REIT). ​

MBSS Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham
| Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:00 WIB

MBSS Siapkan Dana Rp 200 Miliar untuk Buyback Saham

Aksi korporasi ini akan dilaksanakan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.​

INDEKS BERITA

Terpopuler