Datang bermodal gede untuk jadi predator
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nada suara Rina Gusnadi meninggi di ujung sambungan telepon, Rabu (21/11) lalu. Dengan lantang pengusaha kain rajut asal Bandung, Jawa Barat, ini terang-terangan menolak kebijakan pemerintah merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI).
Rina tidak habis pikir, mengapa pemerintah membuka beberapa bidang usaha di sektor usaha mikro, kecil, dan mengenah (UMKM) untuk asing hingga 100%. Tak terkecuali, industri kain rajut yang selama ini dia tekuni. Kebijakan pemerintah merevisi DNI sangat berpotensi merugikan bisnis kami, ungkapnya bernada kesal.
Berita Terkait
Berita Terbaru
Antusiasme Emas Antam (ANTM) di Tengah Terbatasnya Ketersediaan Stok
Antusiasme masyarakat terhadap produk emas Antam ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan suplai-nya.
Harga Emas Lanjut Terkoreksi ke Kisaran Terendah di 2026
Jika perang berlanjut, emas berpotensi memecahkan rekor tertinggi baru. Emas menuju area US$ 5.000 kembali.
Laju Pertumbuhan KPR Tersendat di Awal Tahun
Awal tahun, laju pertumbuhan outstanding KPR melambat sementara kredit bermasalah justru meningkat.
Adi Sarana Armada (ASSA) Fokus Ekspansi di Dua Lini Bisnis
Dalam bisnis logistik, ASSA sedang dalam tahap penyelesaian gudang terbesar Coldspace di Pulo Gadung.
Sido Muncul (SIDO) Memperkuat Pasar Ekspor
Pada tahun ini Sido Muncul akan mengoptimalkan kinerja operasional dan keuangan dengan sejumlah langkah strategis.
Gencar Ekspansi Gerai, Laba Midi Utama (MIDI) Mendaki
Pertumbuhan kinerja MIDI didorong ekspansi agresif lini bisnis Lawson yang memiliki margin lebih tinggi.
Musim Mudik Lebaran 2026, Trafik Data Indosat (ISAT) Naik 20%
Puncak lonjakan berasal dari Jakarta menuju Jawa Barat, dengan porsi lebih dari 22% dan Jawa Tengah lebih dari 37%.
Pendapatan Tumbuh 44,8%, Laba Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit Tiga Digit
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang tahun 2025.
Laba Emiten Grup Triputra Masih Perkasa Pada 2025
Tren positif kinerja keuangan emiten-emiten Grup Triputra pada tahun 2026 bisa berlanjut secara selektif.
Sinyal Bahaya Menyala, Arah IHSG Dekati Masa Krisis & Sumber Tekanannya Belum Selesai
Koreksi IHSG saat ini sudah masuk zona deep correction, seperti di 2013, 2015 dan 2025, Perbedaannya sumber tekanan sekarang belum selesai.
