Diperkirakan Menguat, Begini Prediksi Kurs Rupiah Pekan Depan

Sabtu, 25 April 2020 | 06:02 WIB
Diperkirakan Menguat, Begini Prediksi Kurs Rupiah Pekan Depan
[ILUSTRASI. Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (20/4/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (20/4) sebesar 52 poin atau 0,34 persen ke level Rp15.412 pe]
Reporter: Arvin Nugroho | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali menguat setelah melewati pergerakan yang fluktuatif pada pekan sebelumnya.

Kurs rupiah di pasar spot, Jumat (24/4), berada di Rp 15.400 per dollar AS. Artinya, kurs rupiah menguat 0,42% dibandingkan pekan sebelumnya. Sebaliknya, kurs tengah rupiah Bank Indonesia dalam sepekan melemah 0,38% menjadi Rp 15.553 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah bergerak positif didorong sentimen keputusan Bank Indonesia mengumumkan dimulainya pembelian SBN di pasar primer. Sebagai informasi, Bank Indonesia telah menyerap surat berharga syariah negara (SBSN) alias sukuk negara sebesar Rp 1,7 triliun pada Selasa (21/4).

Baca Juga: BRPT Kembali Masuk Daftar Emiten Berkapitalisasi di Atas Rp 100 Triliun

Rupiah juga menguat karena keputusan The Peoples Bank of China (PBoC) menurunkan suku bunga acuan sebesar 20 bps menjadi 3,85%. "Tapi penguatan rupiah sempat tertahan pelemahan harga minyak," kata Josua.

Analis Global Kapital Investama Alwy Assegaf mengatakan, risk appetite investor naik seiring banyaknya negara yang mulai melonggarkan lockdown atau isolasi wilayah. Pelonggaran ini membuat perekonomian menggeliat.

Baca Juga: Merosot Hampir 3% di Pekan Ini, Begini Proyeksi IHSG Pekan Depan

Ini jadi sentimen positif bagi aset berisiko seperti rupiah. "Ditambah lagi, AS kembali menggelontorkan stimulus," kata Alwy. Dia memperkirakan, penguatan rupiah masih berlanjut pekan depan seiring banyaknya negara yang melonggarkan lockdown.

Sementara itu, Josua menilai, efek stimulus AS akan mempengaruhi pergerakan rupiah. Harga minyak yang mulai pulih juga jadi penguat rupiah. Josua menghitung rupiah pekan depan akan bergerak di Rp 15.300-Rp 15.600 per dollar AS. Hitungan Alwy, rupiah akan bergerak antara Rp 15.190-Rp 15.570 per dollar AS.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?
| Senin, 09 Februari 2026 | 13:00 WIB

Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?

Upaya Pemerintah menambah anggaran Rp 36,91 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur, dianggap bisa menjadi suplemen bagi BUMN Karya.

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
| Senin, 09 Februari 2026 | 11:00 WIB

Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?

Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:37 WIB

Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat

Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB

Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
| Senin, 09 Februari 2026 | 08:00 WIB

Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?

Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

INDEKS BERITA

Terpopuler