Harga Emas Antam Menuju Rp 1 Juta per Gram, Awas Rawan Koreksi

Selasa, 28 Juli 2020 | 07:14 WIB
Harga Emas Antam Menuju Rp 1 Juta per Gram, Awas Rawan Koreksi
[]
Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas Antam kembali menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Para analis memperkirakan, harga emas Antam bisa membentuk rekor baru tapi juga rawan koreksi.

Mengutip laman situs Logam Mulia, Senin (27/7), harga emas Antam tercatat naik Rp 8.000 per gram menjadi Rp 997.000 per gram. Sedangkan harga buyback naik sebesar Rp 7.000 per gram ke level Rp 896.000 per gram.

Bussiness Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono menilai, kenaikan harga emas terjadi karena spekulan yang masuk. Alhasil, level resistance emas global di US$ 1.921 per ons troi berhasil ditembus.

Baca Juga: IHSG Hari Ini akan Menguat, Investor Bisa Buy on Support Saham Berikut Ini

Selain itu, perkembangan kasus Covid-19 secara global turut mendorong harga emas Antam semakin berkilau. Faktor lain adalah stimulus bank sentral global kian mempermanis harga emas. "Harga emas Antam bakal tembus level Rp 1 juta lebih, dengan potensi emas spot ke posisi US$ 2.000 per ons troi akhir tahun," ujar Suluh.

Dia menambahkan, jika harga emas spot bertahan di atas level US$ 1.930 per ons troi, sudah selayaknya emas Antam tembus Rp 1 juta per gram. Sayangnya, kurs rupiah diprediksi tak bergerak di Rp 14.700 per dollar AS.

Kemarin (27/7), harga emas berjangka kontrak pengiriman Desember 2020 per pukul 18.20 WIB di level US$ 1.967,70 per ons troi, naik 2,21% dari hari sebelumnya.

Baca Juga: Ada 11 Saham Anggota Baru Indeks Kompas100, Begini Rekomendasi Analis

Meskipun berpotensi tembus rekor baru, Suluh menilai pergerakan harga emas masih dipacu spekulasi tinggi, terutama seiring meningkatnya tensi politik antara Amerika Serikat (AS) dan China. Dengan begitu, dia menilai, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat akan terjadi koreksi tajam mendadak.

Prediksi Suluh, harga emas akan bergerak di rentang US$ 1.900 per ons troi hingga US$ 2.020 per ons troi. Sedang harga emas Antam ada di Rp 950.000 per ons troi

Baca Juga: Chandra Asri Rugi US$ 29,85 Juta, Begini Rekomendasi Analis untuk Saham TPIA

Kalau menurut Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono, harga emas Antam bisa tembus Rp 1,1 juta per gram. "Tapi saya memperkirakan itu masih tahun depan. Naik Rp 100.000 per tahun wajar," ujar dia.

Di jangka panjang, Wahyu masih merekomendasikan beli atau koleksi emas Antam. Investor bisa juga menunggu support harga emas Antam yakni di di level Rp 920.000 per gram. Sementara potensi resistance hingga Rp 1,1 juta per gram.

Bagikan

Berita Terbaru

Mendung yang Menggelayuti Pasar Saham Bikin Sentimen Dividen Kehilangan Gigi
| Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB

Mendung yang Menggelayuti Pasar Saham Bikin Sentimen Dividen Kehilangan Gigi

Harga saham emiten pembagi dividen, termasuk yang nilainya tertinggi sepanjang sejarah, justru ambrol setelah RUPS.

Tambahan Wajib Pajak Tak Signifikan ke Penerimaan
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:44 WIB

Tambahan Wajib Pajak Tak Signifikan ke Penerimaan

Pertambahan wajib pajak baru sebanyak 2,76 juta sejak awal tahun hingga 9 Juni 2026 dengan kontribusi penerimaan pajak mencapai Rp 726,87 miliar

Penjualan Ritel Diramal Semakin Tertekan
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:36 WIB

Penjualan Ritel Diramal Semakin Tertekan

Indeks Penjualan Riil Mei 2026 diperkirakan sebesar 225,0, terkontraksi 3,2%, melanjutkan kontraksi di April sebesar 3,7% secara tahunan

Harga Emas Dunia Turun, Sejumlah Saham Ini Masih Layak Koleksi
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:27 WIB

Harga Emas Dunia Turun, Sejumlah Saham Ini Masih Layak Koleksi

Harga emas dunia melemah, namun ada saham emiten yang direkomendasikan beli. Simak prospeknya di sini.

PTBA Tebar Dividen Rp 1,32 Triliun, Simak Prospek Sahamnya
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:23 WIB

PTBA Tebar Dividen Rp 1,32 Triliun, Simak Prospek Sahamnya

Payout ratio PTBA anjlok dari 75% jadi 45%. Pemburu dividen harus tahu alasan dan dampaknya. Jangan sampai salah langkah!

Suku Bunga Tinggi Kembali Menekan Emiten Properti
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:05 WIB

Suku Bunga Tinggi Kembali Menekan Emiten Properti

Ancaman suku bunga tinggi nyata bagi properti. Pahami risiko KPR mahal dan pelemahan rupiah yang bisa menekan laba investor properti.

Belanja Konsumen Melambat: Emiten Ritel dan Gaya Hidup Siap-Siap Terpukul
| Jumat, 12 Juni 2026 | 08:00 WIB

Belanja Konsumen Melambat: Emiten Ritel dan Gaya Hidup Siap-Siap Terpukul

Meskipun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) melemah, beberapa saham consumer staples dinilai masih defensif.

BI Pertebal Jaring Pengaman Valas
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:45 WIB

BI Pertebal Jaring Pengaman Valas

BI dan PBOC sepakat untuk menjajaki peningkatan nilai kerja sama BCSA antara kedua bank sentral     

Pertumbuhan Tak Mampu Angkat Kelas Menengah
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:33 WIB

Pertumbuhan Tak Mampu Angkat Kelas Menengah

World Bank menyoroti lemahnya kualitas pekerjaan dan penurunan upah riil pekerja                    

Penjualan Mobil Tergelincir, Saham ASII, AUTO, dan DRMA Bakal Ikut Terseret?
| Jumat, 12 Juni 2026 | 07:28 WIB

Penjualan Mobil Tergelincir, Saham ASII, AUTO, dan DRMA Bakal Ikut Terseret?

Di tengah turbulensi pasar, PT Astra International Tbk (ASII) tetap mendominasi dengan mengamankan pangsa pasar 51% dari total penjualan domestik.

INDEKS BERITA

Terpopuler