IHSG Anjlok 6 Hari Beruntun Disertai Net Sell Asing, Intip Prediksi Hari Ini (28/4)

Selasa, 28 April 2026 | 05:00 WIB
IHSG Anjlok 6 Hari Beruntun Disertai Net Sell Asing, Intip Prediksi Hari Ini (28/4)
[]
Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 22,97 poin atau 0,32% menjadi 7.106,52 pada perdagangan Senin (27/4). IHSG turun dalam enam hari perdagangan beruntun.

IHSG mengakumulasi pelemahan 6,42% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah total 17,81%.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, pelemahan IHSG terjadi setelah tekanan jual kembali meningkat menjelang penutupan perdagangan.

“Setelah sempat rebound, IHSG akhirnya ditutup melemah. Secara teknikal, MACD sudah membentuk death cross dan Stochastic RSI bergerak menuju area oversold,” ujarnya kepada Kontan, Senin (27/4/2026).

Sentimen domestik turut datang dari rencana pemerintah untuk memberikan insentif bagi pasar modal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan insentif tersebut berpotensi berupa pengurangan pajak, dengan harapan dapat mendorong daya tarik investasi di pasar saham.

Baca Juga: Negara Bisa Pakai Aset Debitur Nunggak

Selain itu, data investasi asing langsung (FDI) di luar sektor keuangan dan migas tumbuh 8,5% secara tahunan menjadi Rp250 triliun pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini menjadi yang kedua secara berturut-turut setelah meningkat 4,3% pada kuartal sebelumnya.

Dari eksternal, mayoritas bursa Asia justru ditutup menguat. Investor cenderung mengabaikan kebuntuan negosiasi Amerika Serikat dan Iran, meskipun harga minyak mentah masih bertahan di level tinggi.

Indeks Nikkei 225 dan Kospi bahkan mencetak rekor tertinggi, sementara data industrial profits China tumbuh 15,5% secara tahunan pada Maret 2026.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Bank of Japan yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75%.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dalam jangka pendek.

“Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia, serta dipengaruhi kondisi geopolitik di Timur Tengah yang belum menemukan titik terang,” ujarnya.

Herditya memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran support 7.022 dan resistance 7.177 pada perdagangan Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan harga minyak mentah yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.

Alrich memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam kisaran 7.000–7.250. Adapun level support berada di 7.000, pivot di 7.200, dan resistance di 7.300.

Untuk perdagangan Selasa (28/4/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham AMMN, AADI, MEDC, ARCI, dan GGRM sebagai top picks untuk perdagangan Selasa (28/4/2026).

Herditya merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati, antara lain ARCI di kisaran Rp1.720–Rp1.780, MIDI Rp348–Rp360, serta MINA Rp358–Rp402.

Rekap Perdagangan 27 April 2026 

Hanya tiga sektor yang turun saat IHSG melemah hari ini. Sektor energi tumbang 1,21%.

Sektor perindustrian merosot 1,15%. Sektor keuangan turun tipis 0,03 poin.

Meski IHSG melemah, delapan indeks sektoral mampu menguat. Sektor barang baku melonjak 1,48%. Sektor barang konsumsi primer naik 0,53%.

Sektor teknologi menanjak 0,44%. Sektor infrastruktur terangkat 0,33%. sektor transportasi dan logistik naik 0,31%.

Sektor properti dan real estat menguat 0,30%. Sektor barang konsumsi nonprimer menanjak 0,30%. Sektor kesehatan menguat 0,15%.

Total volume transaksi bursa mencapai 33,17 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,57 triliun. Sebanyak 408 saham menguat. Ada 264 saham melemah dan 147 saham flat.

Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 2,04 triliun di seluruh pasar saat IHSG turun. Net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 2,01 triliun. Sedangkan net sell asing di pasar tunai dan pasar negosiasi sebesar Rp 32,03 miliar.

Saham-saham dengan net buy atau beli bersih terbesar asing adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 92 miliar, PT Vale indonesia Tbk (INCO) Rp 60 miliar, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 50,9 miliar.

Saham-saham dengan net sell atau jual bersih terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 897,5 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 679,2 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 200,3 miliar.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

S&P Masih Percaya Indonesia, Pasar Obligasi Butuh Bukti
| Senin, 20 Juli 2026 | 13:49 WIB

S&P Masih Percaya Indonesia, Pasar Obligasi Butuh Bukti

S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia di level investment grade dengan outlook stabil. Tetapi, respons pasar stagnan. Mengapa?

Ketika Sepak Bola Menyihir Pasar Saham
| Senin, 20 Juli 2026 | 11:20 WIB

Ketika Sepak Bola Menyihir Pasar Saham

Kedua riset ini mengindikasikan hubungan yang amat jelas antara mood (suasana hati) investor dan harga saham.

Harga Komoditas Mendaki, Prospek Saham TINS Kian Seksi
| Senin, 20 Juli 2026 | 09:59 WIB

Harga Komoditas Mendaki, Prospek Saham TINS Kian Seksi

Kenaikan harga timah menjadi kabar baik bagi PT Timah Tbk (TINS). Harga jual rata-rata (ASP) bisa terdongkrak dan memperlebar margin laba TINS. ​

Pajak dan Potensi Fraud Koperasi
| Senin, 20 Juli 2026 | 09:44 WIB

Pajak dan Potensi Fraud Koperasi

Risiko terjadinya fraud atau kecurangan pajak Koperasi Merah Putih dipengaruhi faktor lemahnya tata kelola.​

Lebih Mini untuk Ritel
| Senin, 20 Juli 2026 | 09:35 WIB

Lebih Mini untuk Ritel

Pemerintah harus adil memberikan imbal hasil surat utang yang ditawarkan, baik itu untuk institusi maupun kepada masyarakat.

ESG United Tractors (UNTR): Menjaga Eksplorasi Bisnis Dalam Koridor ESG
| Senin, 20 Juli 2026 | 08:40 WIB

ESG United Tractors (UNTR): Menjaga Eksplorasi Bisnis Dalam Koridor ESG

Bagi PT United Tractors Tbk (UNTR), eksplorasi bukan hanya mencari cadangan batubara, tapi juga menggali peluang bisnis jangka panjang.

Industri Maritim Khawatirkan Dampak B50
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:43 WIB

Industri Maritim Khawatirkan Dampak B50

Tingkat keberhasilan uji coba mencapai 80%–90% dan memenuhi standar teknis kendaraan. B50 aman untuk mobil, truk, hingga bus.

Jangan Jadi Penonton Realisasi Investasi
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:38 WIB

Jangan Jadi Penonton Realisasi Investasi

Kehadiran proyek strategis nasional di wilayah Timur Indonesia ini harus memberikan dampak langsung bagi perputaran roda ekonomi daerah.

Mitigasi Komprehensif Gangguan Rantai Pasok
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:31 WIB

Mitigasi Komprehensif Gangguan Rantai Pasok

Penutupan kembali Selat Hormuz mengerek biaya transportasi hingga produksi, sehingga pemerintah harus segera melakukan antisipasi

Bankir Mengklaim Belum Menaikkan Bunga Kredit
| Senin, 20 Juli 2026 | 06:30 WIB

Bankir Mengklaim Belum Menaikkan Bunga Kredit

Sejumlah bank mengklaim belum menaikkan bunga kredit meski BI rate naik 1% sejak Mei 2025, karena persaingan penyaluran kredit masih ketat.  ​

INDEKS BERITA

Terpopuler