PTBA Akan Kembali Melepas Saham Treasury Tahun Ini

Sabtu, 29 Juni 2019 | 05:00 WIB
PTBA Akan Kembali Melepas Saham Treasury Tahun Ini
[]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) belum lama melepas 553,89 juta saham treasury dalam dua kali transaksi. Namun, anak usaha PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) itu masih memiliki kewajiban untuk mengalihkan sisa saham hasil buyback. Sebagian diantaranya harus dialihkan lagi sebelum 2019 berakhir.

Sebagai informasi, total jumlah saham treasury PTBA sebanyak 980.283.500 saham. Sebanyak 553,89 juta saham diantaranya sudah dijual pada 5 pada 2 April 2019 dan 8 Mei 2019. Dari kedua transaksi ini emiten batubara itu mengantongi dana sebesar Rp 1,95 Triliun, dengan capital gain 49% dari harga rata-rata pembelian.

Suherman, Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk menyebut, tahun ini manajemen perseroan akan kembali mengalihkan 96 juta saham treasury. Jatuh temponya tanggal 13 Desember 2019.

Sisa saham treasury yang lainnya tidak akan dilepas tahun depan. "Setelah tahun ini, selanjutnya yang harus dilepas paling lambat Desember 2021 sebanyak 330 juta saham," katanya.

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) belum memastikan akan kembali berpartisipasi menyerap saham treasury PTBA. Rendi Witular, Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Pemerintah Inalum menyebut, pihaknya masih mengkaji opsi tersebut.

Sebelumnya, holding BUMN pertambangan itu ikut memborong saham treasury PTBA. Jumlahnya sebanyak 105.213.200 saham senilai sekitar Rp 357,72 miliar.

Minimal balik modal

Kewajiban menjual kembali saham hasil buyback tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NOMOR 30 /POJK.04/2017.

Dari transaksi penjualan saham treasury jilid berikutnya, PTBA berpeluang besar kembali meraih capital gain. Pasalnya, OJK sendiri memang tidak memperbolehkan saham treasury dijual lebih rendah dari harga rata-rata buyback-nya.

Serta tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan harian di bursa satu hari sebelum tanggal penjualan saham. Atau menggunakan patokan rata-rata harga penutupan selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham treasury. Opsi yang dipilih tergantung mana yang harganya lebih tinggi.

Ihwal saham treasury PTBA berasal dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 2011 dan 2013 untuk melakukan buyback saham. Dikutip dari laporan tahunan 2018 PTBA, hingga 31 Desember 2015, jumlah saham treasury yang dikumpulkan PTBA mencapai 196.056.700 saham. Nilai penuhnya mencapai sekitar Rp 2,3 triliun. 

Berikutnya, pada 2017 PTBA melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:5. Dengan demikian, jumlah saham treasury perseroan membengkak menjadi 980.283.500 saham. 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Moody's Waspadai Fiskal Indonesia, Ekonom Sebut Defisit APBN 2026 Berisiko Tembus 3%
| Jumat, 24 Juli 2026 | 10:00 WIB

Moody's Waspadai Fiskal Indonesia, Ekonom Sebut Defisit APBN 2026 Berisiko Tembus 3%

Solusi jangka pendek berupa pemangkasan belanja tidak akan cukup tanpa perbaikan struktural di sisi penerimaan. 

Merger dan Penutupan Ratusan BUMN Dinilai bisa Dongkrak Laba, Asal Integrasi Berhasil
| Jumat, 24 Juli 2026 | 09:39 WIB

Merger dan Penutupan Ratusan BUMN Dinilai bisa Dongkrak Laba, Asal Integrasi Berhasil

Restrukturisasi besar-besaran jadi salah satu strategi agar BUMN bisa mencetak laba sedikitnya Rp 360 triliun pada 2026.

Tren Positif Saham Usai Menggelar Stock Split, Katalis Positif atau Cuma Ikut Tren?
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:57 WIB

Tren Positif Saham Usai Menggelar Stock Split, Katalis Positif atau Cuma Ikut Tren?

Stock split membuat pergerakan harga saham menjadi lebih menarik karena fraksi harga yang lebih kecil.

Industri Tembakau Siap Mengadu ke Presiden
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:44 WIB

Industri Tembakau Siap Mengadu ke Presiden

Terdapat tiga poin utama dalam rancangan Permenkes sebagai aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024 yang menjadi perhatian pelaku usaha.

Saham Konglomerasi Jadi Buruan Lagi
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:38 WIB

Saham Konglomerasi Jadi Buruan Lagi

Meredanya sentimen negatif kembali mendorong kenaikan harga saham-saham konglomerasi yang sudah banyak terdiskon

Industri Baja Mendukung Penertiban Pajak
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:36 WIB

Industri Baja Mendukung Penertiban Pajak

Seluruh pelaku usaha yang beroperasi di Indonesia semestinya menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Harga Energi Naik, Saham Migas Ngegas
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:33 WIB

Harga Energi Naik, Saham Migas Ngegas

Analis mengingatkan, volatilitas harga saham migas masih cukup tinggi lantaran ketidakpastian masih tinggi

Investor Masih Waspada Konflik AS-Iran, IHSG Rawan Terkoreksi
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:31 WIB

Investor Masih Waspada Konflik AS-Iran, IHSG Rawan Terkoreksi

Pelemahan IHSG tidak lepas dari kenaikan harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan terakhir.

Investor Asing Gencar Akumulasi Saham TINS, Prospek Harga Timah Masih Jadi Penopang
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:29 WIB

Investor Asing Gencar Akumulasi Saham TINS, Prospek Harga Timah Masih Jadi Penopang

Pertumbuhan produksi tambang dunia belum mampu mengimbangi kenaikan permintaan industri elektrifikasi, energi terbarukan, AI, hingga pusat data.

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Melanjutkan Ekspansi Gerai
| Jumat, 24 Juli 2026 | 07:29 WIB

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Melanjutkan Ekspansi Gerai

ACES tetap menjalankan rencana ekspansi dengan membuka sekitar 25-30 gerai AZKO, terutama di kota tier 2 dan tier 3

INDEKS BERITA