Respons Sanksi Uni Eropa, Rusia Bahas Nasionalisasi Armada Boeing dan Airbus

Jumat, 04 Maret 2022 | 13:40 WIB
Respons Sanksi Uni Eropa, Rusia Bahas Nasionalisasi Armada Boeing dan Airbus
[ILUSTRASI. Logo maskapai penerbangan Russia Aeroflot di badan pesawat Airbus A320 yang mendarat di bandara Provence di Marignane, Prancis (1/6/2019). REUTERS/Jean-Paul Pelissier/File Photo]
Reporter: Sumber: Russia Today | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Kementerian Transportasi Rusia sedang berusaha untuk mengatasi tantangan larangan Uni Eropa untuk menjual dan menyewakan pesawat ke operator Rusia.

Pejabat dari Kementerian Transportasi Rusia, bersama dengan manajer puncak dari maskapai penerbangan utama negara itu, dilaporkan telah membahas kemungkinan menasionalisasi pesawat Airbus dan Boeing. 

Informasi ini berasal dari narasumber yang tidak disebutkan namanya namun mengetahui masalah ini, seperti dikutip oleh harian bisnis Rusia RBK.

Langkah itu dapat digunakan sebagai salah satu cara memerangi larangan penjualan dan penyewaan pesawat ke maskapai Rusia, yang diperkenalkan oleh Uni Eropa.

Masalah ini dilaporkan telah dibahas oleh Wakil Menteri Transportasi Igor Chalik dan pejabat tinggi dari Aeroflot Group, S7 Group, Ural Airlines, dan Utair.

Baca Juga: Kanselir Jerman: Tidak Menerima Ukraina Sebagai Anggota NATO Adalah Keputusan Tepat

Pekan lalu, Brussels memberi perusahaan leasing waktu hingga 28 Maret untuk mengakhiri kontrak sewa dengan maskapai Rusia.

“Larangan penjualan semua pesawat, suku cadang, dan peralatan ke maskapai Rusia akan menurunkan salah satu sektor utama ekonomi Rusia dan konektivitas negara, karena tiga perempat armada udara komersial Rusia saat ini dibangun di UE, AS. dan Kanada,” kata Dewan Eropa dalam siaran pers yang diterbitkan pada 25 Februari.

Moskow memperingatkan Barat, pihaknya akan membalas sanksi yang menargetkan industri penerbangannya. Keputusan akhir mengenai nasionalisasi pesawat asing belum dibuat, namun pengumuman diharapkan pada akhir pekan, kata sumber tersebut.

“Nasionalisasi armada adalah skenario yang paling realistis, tidak ada pilihan lain (untuk mempertahankan efisiensi) saat ini,” kata satu orang yang dekat dengan diskusi tersebut, menekankan bahwa operator tidak memiliki hak untuk menahan jet ketika lessor memintanya kembali.

Baca Juga: Laju Harga Minyak Mulai Gedor Beleid Anggaran

Badan Transportasi Udara Federal Rusia mengatakan kepada media bahwa masalah tersebut sedang dalam tahap evaluasi, ketika ditanya tentang kemungkinan nasionalisasi pesawat asing.

Pada pertengahan Februari 2022, maskapai terbesar Rusia mengoperasikan 491 pesawat yang diproduksi oleh Airbus, Boeing dan Embraer. Pada akhir 2021, mereka membawa 80 juta orang, atau 72% dari total lalu lintas penumpang maskapai Rusia.

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Aluminium Melonjak, Siapa Pemenangnya?
| Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB

Harga Aluminium Melonjak, Siapa Pemenangnya?

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memberikan dorongan terhadap lonjakan harga aluminium global.

Harga Emas Turun Saat Musim Mudik, Inflasi Tahunan Maret 2026 Mencapai 3,48%
| Rabu, 01 April 2026 | 12:50 WIB

Harga Emas Turun Saat Musim Mudik, Inflasi Tahunan Maret 2026 Mencapai 3,48%

Emas perhiasan mengalami deflasi 1,17% MtM setelah 30 bulan inflasi. Fenomena langka ini ikut menekan inflasi Maret 2026.

Surplus Neraca Dagang Menyempit di Awal 2026, Defisit Migas Makin Menekan
| Rabu, 01 April 2026 | 12:35 WIB

Surplus Neraca Dagang Menyempit di Awal 2026, Defisit Migas Makin Menekan

Indonesia catat surplus dagang 70 bulan berturut-turut hingga Februari 2026. Namun, lonjakan impor jadi sinyal tekanan baru. Pahami dampaknya!

Dianggap tak Berdasar, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7% Pemerintah Kelewat Pede
| Rabu, 01 April 2026 | 09:45 WIB

Dianggap tak Berdasar, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7% Pemerintah Kelewat Pede

Dalam sepuluh tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi pada kuartal yang beririsan dengan momen Lebaran hanya berkisar di 4,27% YoY.

Margin Terancam Harga CPO & Kemasan, Simak Prospek & Rekomendasi Saham Mayora (MYOR)
| Rabu, 01 April 2026 | 08:35 WIB

Margin Terancam Harga CPO & Kemasan, Simak Prospek & Rekomendasi Saham Mayora (MYOR)

MYOR mencetak gross profit margin (GPM) 22,0% sepanjang tahun 2025, lebih rendah ketimbang pencapaian di 2024. 

Saham AGII Cetak Rekor ATH Baru, Simak Prediksi Harga dan Rencana Bisnis 2026
| Rabu, 01 April 2026 | 08:00 WIB

Saham AGII Cetak Rekor ATH Baru, Simak Prediksi Harga dan Rencana Bisnis 2026

AGII mengoperasikan dua fasilitas produksi di Batam, yakni liquefaction plant pada Oktober 2025 serta nitrogen plant pada awal Desember 2025.

Efek Mudik Lebaran Tak Lagi Ampuh, Saham JSMR Malah Tertekan Kinerja dan Suku Bunga
| Rabu, 01 April 2026 | 07:40 WIB

Efek Mudik Lebaran Tak Lagi Ampuh, Saham JSMR Malah Tertekan Kinerja dan Suku Bunga

Model bisnis jalan tol yang dijalankan JSMR tergolong sangat sensitif terhadap fluktuasi daya beli masyarakat dan beban biaya modal.

Profitabilitas GOTO Makin Dekat, Fintech Jadi Kunci Utama?
| Rabu, 01 April 2026 | 07:35 WIB

Profitabilitas GOTO Makin Dekat, Fintech Jadi Kunci Utama?

Pencapaian EBITDA GOTO di 2025 lampaui ekspektasi. Analis ungkap strategi dan segmen pendorong utama. Cek rekomendasi sahamnya

Trio Saham ADRO, AADI, dan ADMR Membara, Ditopang Konflik Geopolitik & Harga Batubara
| Rabu, 01 April 2026 | 07:30 WIB

Trio Saham ADRO, AADI, dan ADMR Membara, Ditopang Konflik Geopolitik & Harga Batubara

Koreksi pada perdagangan terakhir bulan Maret masih tergolong wajar mengingat sebelumnya ADRO, AADI, dan ADMR sudah melaju kencang.

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Net Sell Jumbo, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Rabu, 01 April 2026 | 07:07 WIB

Rupiah Terburuk Sepanjang Sejarah, Net Sell Jumbo, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Apalagi kurs rupiah di pasar spot mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah, tutup di Rp 17.041 per dolar Amerika Serikat.

INDEKS BERITA

Terpopuler