Simak Proyeksi Harga Logam Mulia Mulai dari Emas, Platinum, Hingga Paladium

Rabu, 03 Juli 2019 | 05:15 WIB
Simak Proyeksi Harga Logam Mulia Mulai dari Emas, Platinum, Hingga Paladium
[]
Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang semester I, harga logam mulia kian mahal. Harga logam mulia naik lantaran proyeksi ekonomi global melambat.

Harga emas naik 8,75% di semester I lalu. Jumat (28/6), harga emas kontrak pengiriman Agustus 2019 di Commodity Exchange mencapai US$ 1.413,99 per ons troi. Di akhir 2018, harga si kuning ini masih US$ 1.300,20 per ons troi.

Harga platinum juga menguat. Harga platinum kontrak pengiriman Oktober 2019 naik 3,21% menjadi US$ 841,10 per ons troi di periode Januari-Juni tahun ini.

Harga paladium kontrak pengiriman September 2019 bahkan melesat 31,84% menjadi US$ 1.536,80 per ons troi. Dus, logam mulia ini mencetak kenaikan tertinggi.

Tapi harga perak justru turun. Di akhir Juni lalu, harga perak kontrak pengiriman September 2019 ditutup di US$ 15,341 per ons troi, turun 2,21% sejak awal tahun.

Bagaimana prospek logam mulia di sisa tahun ini?

- Emas

Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, penguatan harga emas mulai terasa sejak awal Juni ini. Laju kenaikan harga si aurum kian cepat setelah The Federal Reserve memberi sinyal pemangkasan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Terlebih di saat yang sama, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas. Alhasil, sebagai aset lindung nilai atawa safe haven, pamor emas semakin melesat.

Cuma, di awal semester dua ini, harga emas tidak akan naik tinggi. "Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping usai pertemuan G20 di Osaka, Jepang, berpeluang membuat harga emas turun," kata Suluh.

Memang, di awal Juli ini harga emas terkoreksi. Per pukul 20.14 WIB kemarin, harga emas berada di US$ 1.383,20 per ons troi.

Suluh menyebut, jika pertemuan antara Trump dan Xi Jinping tidak diikuti dengan langkah konkret menyelesaikan perang dagang, harga emas berpotensi naik lagi. Ia memprediksi harga emas di akhir 2019 bisa mencapai US$ 1.500 per ons troi.

- Platinum

Pergerakan harga platinum tahun ini bergantung pada ekonomi China. "Harga platinum bergantung pada pergerakan manufaktur dan industri di China," jelas Suluh. Asal tahu saja, selama ini platinum banyak digunakan untuk industri otomotif, khususnya mobil listrik.

Jika perang dagang antara Negeri Paman Sam dan China berakhir, peluang platinum kembali ke US$ 1.000 per ons troi terbuka lebar. Suluh memperkirakan, harganya bisa berada di US$ 925 per ons troi pada akhir 2019.

Awal Juli, harga platinum cenderung turun. Pukul 20.15 WIB kemarin, harga platinum turun 0,56% dari posisi sehari sebelumnya menjadi US$ 832,50 per ons troi.

- Paladium

Harga paladium masih saja berkilau. Permintaan komoditas ini masih tinggi lantaran industri otomotif dunia kini lebih mengandalkan paladium ketimbang platinum. Di sisi lain, produksi komoditas ini cenderung terbatas.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi harga paladium terus melambung ke US$ 1.500,50-US$ 1.690,50 per metrik ton. Saat ini, harga paladium masih terus naik. Per pukul 20.15 WIB kemarin, harga paladium mencapai US$ 1.545,80 per ons troi.

- Perak

Perak menjadi satu-satunya logam mulia yang kinerjanya kurang berkilau. Menurut Ibrahim, hal ini terjadi karena dampak perang dagang antara AS dan China serta rencana Brexit yang belum jelas.

Kondisi tersebut membuat harga perak cenderung berfluktuasi, bahkan turun terus. "Ditambah lagi, pelaku pasar sulit membeli komoditas ini lantaran peredaran uang berkurang," jelas dia.

Tapi, di semester II-2019, Ibrahim optimistis harga perak kembali rebound. Ia menghitung harga perak bisa berada di kisaran US$ 14,00-US$ 17,50 per ons troi.

Harga perak masih merosot. Per pukul 20.16 WIB kemarin, harga perak sudah di level US$ 15,12 per ons troi.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Jejak Panjang Tekanan MSCI, dari Anomali IHSG hingga Ancaman Standalone Market
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:01 WIB

Jejak Panjang Tekanan MSCI, dari Anomali IHSG hingga Ancaman Standalone Market

Sorotan terhadap pasar saham Indonesia sudah dimulai setidaknya sejak 2024, ketika kinerja indeks MSCI jauh di bawah IHSG.

Bedah Prospek Kinerja AALI dan TAPG yang Diprediksi Masih Solid Tahun Depan
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Bedah Prospek Kinerja AALI dan TAPG yang Diprediksi Masih Solid Tahun Depan

Setiap kenaikan biaya ekspor Rp 100.000 per ton bakal menggerus laba emiten sekitar 1% hingga 4% untuk tahun buku 2027–2028.

Rumor Merger BCA-DBS Ditepis, BlackRock dkk Tetap Akumulasi Saham BBCA
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Rumor Merger BCA-DBS Ditepis, BlackRock dkk Tetap Akumulasi Saham BBCA

Dalam kacamata investasi jangka panjang, prospek BBCA tetap menarik berkat efisiensi operasional dan kualitas kredit Bank BCA.​

Investor Membutuhkan Jaminan Kepastian
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:11 WIB

Investor Membutuhkan Jaminan Kepastian

Sejak kuartal IV-2024 hingga kuartal III-2026, realisasi investasi mencapai Rp 3.923,2 triliun, tumbuh 11,64%

Perbaikan Mendasar MBG Lebih Diperlukan
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perbaikan Mendasar MBG Lebih Diperlukan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengklaim berhasil menghemat anggaran negara hingga Rp 44 triliun.

Agar Rupiah Jangan Sampai Tembus Rp 20.000
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Agar Rupiah Jangan Sampai Tembus Rp 20.000

Kepercayaan investor perlu dijaga untuk menyetop arus keluar dana asing                             

Peserta Tax Amnesty II Masih Bisa Lolos dari Sanksi
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Peserta Tax Amnesty II Masih Bisa Lolos dari Sanksi

Program Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi (PSA) diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-239/PJ/2026

Laba MIDI Melonjak 19,44%, Daya Beli Jadi Penentu Kinerja hingga Akhir 2026
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Laba MIDI Melonjak 19,44%, Daya Beli Jadi Penentu Kinerja hingga Akhir 2026

Model bisnis MIDI yang defensif memberikan visibilitas laba lebih baik di tengah kondisi konsumsi masyarakat yang masih relatif lemah.

IHSG Makin Tertinggal dari Regional, Valuasi Terendah Sejak Krisis
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:23 WIB

IHSG Makin Tertinggal dari Regional, Valuasi Terendah Sejak Krisis

Analis mengatakan, forward price to earning ratio (Forward PE)) MSCI Indonesia saat ini sudah turun ke 7,3 kali.

Akuisisi Dua Perusahaan Afiliasi Sekaligus, MKNT Ekspansi ke Bisnis Energi Terbarukan
| Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

Akuisisi Dua Perusahaan Afiliasi Sekaligus, MKNT Ekspansi ke Bisnis Energi Terbarukan

Saham MKNT sudah mengalami ARA selama sembilan hari beruntun yang ditopang oleh tingginya minat beli.

INDEKS BERITA