Wake Up Call: Investor Bertanya, Lo Kheng Hong Menjawab Bagian 6

Senin, 04 Juli 2022 | 07:00 WIB
Wake Up Call: Investor Bertanya, Lo Kheng Hong Menjawab Bagian 6
[]
|

KONTAN.CO.ID - Nama Lo Kheng Hong (LKH) sudah tidak asing lagi di pasar saham dalam negeri. Lantaran dikenal mumpuni dalam berinvestasi saham, banyak orang penasaran dengan gaya investasi pria ini.

Artikel ini berisi tanya jawab dengan Lo Kheng Hong sekitar topik seni berinvestasi saham dengan gaya value investing. Sebagian pertanyaan berasal dari investor saham yang menjadi peserta webinar-webinar yang diadakan penulis.

Pembaca yang tertarik mempelajari filosofi dan strategi investasi Lo Kheng Hong bisa membaca buku berjudul “Lo Kheng Hong - Orang Miskin Yang Triliuner di Bursa Efek Indonesia” karya terbaru penulis.

Investor: Pak Lo, rencananya uang yang begitu banyak dari hasil investasi saham mau diapakan kalau tidak dinikmati?

LKH: Belum terpikir mau diapakan, saya masih mengalir seperti air. Warren Buffet pun demikian. Sebelum istrinya meninggal dan ketika usianya sudah di atas 80 tahun, dia baru menghibahkan hampir seluruh kekayaannya ke Yayasan Bill Gates. Jadi doakan saja supaya suatu hari mungkin saya punya kemurahan hati seperti Warren Buffet. Harta saya bisa bermanfaat bagi banyak orang, terutama orang-orang yang tidak punya. Doakan saja hidup saya penuh kemurahan, sehingga bisa membagikan harta saya pada orang tidak mampu.

Baca Juga: Wake Up Call: Fakta di Balik Saham Berkinerja Minus

Investor: Apakah Bapak punya pengalaman di titik paling rendah ketika jadi investor saham?

LKH: Tentu ada. Yang paling buruk itu ketika saya membeli saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam jumlah besar, dan kemudian sahamnya turun dari Rp 1.000 ke Rp 50. Untung saya punya kekuatan untuk tidak menjual saham saya di harga 50, bahkan saya membeli lebih banyak saham tersebut. Itu posisi paling rendah dalam hidup saya. Ada teman mengatakan, sudah beredar di masyarakat bahwa saya bangkrut pada saat harga saham bumi tinggal Rp 50. Saya bilang, kamu kan tahu saya enggak punya utang. Kamu bisa lihat di daftar pemegang saham PT Petrosea Tbk (PTRO), masih ada nama saya. Kalau saya sudah bangkrut, nama saya pasti sudah hilang dari daftar pemegang saham itu.

Saya bisa berpikir positif saat berada di titik terendah itu, tidak fokus pada berapa banyak harta saya yang berpotensi hilang (floating loss), tapi fokus pada harta saya yang masih ada. Meski harga saham BUMI Rp 50, harta saya masih banyak, masih lebih kaya dari kebanyakan orang. Jadi saya tidak stress atau sedih. Pak Lukas pernah cerita, saat saya diundang mengajar di Universitas Prasetya Mulya ketika harga saham BUMI tinggal Rp 50, saya masih datang mengajar. Saya masih mengajar dengan happy, masih tertawa, tidak termenung. Justru ketika saya berada di titik terendah sebagai investor saham, saya mendapatkan ilmu saham yang terhebat. Saya menjadi lebih berhati-hati, sangat hati-hati, ketika membeli sebuah saham.

Investor: Jika pasar modal efisien, menurut Profesor Eugene Fama, tidak ada saham yang salah harga. Jika ini terjadi, apa yang akan Bapak lakukan?

LKH: Tidak mungkin tidak ada saham yang salah harga. Saat pandemi Covid-19 mulai di Indonesia pada Maret 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun banyak ke 4.000. Pandemi ini menyebabkan banyak saham salah harga. Tapi ketika IHSG sudah berbalik ke 6.000, saya yakin saham yang salah harga tetap ada tetapi jumlahnya tentunya berkurang.

Baca Juga: Wake Up Call: Refinancing KPR Itu Mudah

Investor: Seberapa penting aspek tata kelola korporasi ketika Bapak mempertimbangkan untuk membeli sebuah saham?

LKH: Sebelum kita lihat aspek keuangan, kita lihat dulu kualitas manajemennya, tata kelola dan corporate value. Semua aspek itu penting, tapi yang paling saya perhatikan adalah kejujuran atau integritas manajemen.

Investor: Tahun 1998 Bapak menaruh semua uang di saham PT United Tractors Tbk (UNTR), artinya bapak betul -betul percaya pada perusahaan itu. Investasi pada UNTR tersebut akhirnya menjadi sukses besar bapak pertama. Apakah Pak Lo juga melihat kualitas manajemen, corporate governance dan corporate value dari UNTR?

LKH: Pasti, kan United Tractors itu anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII). Apalagi kalau kita lihat di jajaran manajemen UNTR saat itu ada Theodore Permadi Rachmat dan Benny Subianto. Kemudian selanjutnya ada Martin Imanto, alumni Prasetya Mulya juga, ada Hagianto Kumala yang pernah memimpin PT Delta Dunia Makmur Tbk, kontraktor batubara nomor dua terbesar di Indonesia. Benny Subianto adalah partner TP Rachmat di beberapa perusahaan publik.

Jadi sudah pasti manajemen United Tractors saat itu sangat profesional dan berkualitas. Jadi saya bisa tidur nyenyak. Harga sahamnya saat itu juga sangat murah. Saya rasa tidak ada yang saya sesali, karena saya percaya Tuhan sudah memberkati hidup saya sampai saya bisa jadi seorang triliuner. Malah seharusnya saya senantiasa bersyukur karena menyesal pun tidak ada gunanya.

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Emiten Restoran Tak Seragam, FORE Melaju Kencang saat PZZA dan MAPB Tertekan
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Kinerja Emiten Restoran Tak Seragam, FORE Melaju Kencang saat PZZA dan MAPB Tertekan

Keberhasilan emiten restoran lebih banyak ditentukan oleh kemampuan menjaga efisiensi operasional dibandingkan mempercepat ekspansi gerai.

Net Sell Kembali Lagi, Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Net Sell Kembali Lagi, Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sejumlah analis menilai, menjelang akhir pekan, peluang IHSG melanjutkan koreksi pada hari ini masih terbuka.

Memburu Dividen, Menanti Capital Gain
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Memburu Dividen, Menanti Capital Gain

Besarnya imbal hasil (yield) dividen ternyata belum cukup mengimbangi penurunan harga sepanjang tahun ini.

Andalkan Layanan Premium, Kinerja SILO Masih Moncer
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:17 WIB

Andalkan Layanan Premium, Kinerja SILO Masih Moncer

Strategi peningkatan layanan spesialis dan optimalisasi jaringan rumah sakit menjadi pendorong prospek emiten rumah sakit ini.

Masih Jadi Buruan, Saham PT Timah (TINS) Catat Net Foreign Buy Terbesar Kedua di BEI
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Masih Jadi Buruan, Saham PT Timah (TINS) Catat Net Foreign Buy Terbesar Kedua di BEI

Aksi beli investor asing lebih merupakan konfirmasi bahwa sentimen pasar sedang positif terhadap saham TINS.

Purbaya Optimistis Tax Ratio Menyentuh 11% PDB
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Purbaya Optimistis Tax Ratio Menyentuh 11% PDB

Tax ratio Indonesia pada semester I-2026 mencapai 9,32%, tertinggi dalam dua tahun terakhir         

Konsumsi Naik, Tapi Daya Beli Belum Pulih
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Konsumsi Naik, Tapi Daya Beli Belum Pulih

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2026 melambat dibanding kuartal sebelumnya             

Pekerja Bergeser  ke Sektor Informal
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Pekerja Bergeser ke Sektor Informal

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka Indonesia turun menjadi 4,65% pada Mei 2026.

Prabowo Putuskan Pengganti Perry, Pekan Ini
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Prabowo Putuskan Pengganti Perry, Pekan Ini

Beredar nama-nama calon pengganti Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia, termasuk Destry Damayanti

Danantara Lirik Peluang Investasi di Bandara Madinah
| Jumat, 07 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Danantara Lirik Peluang Investasi di Bandara Madinah

Tawaran tersebut tengah dijajaki sebagai bagian dari peluang kerja sama yang dibahas Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

INDEKS BERITA

Terpopuler