Hanya Rp 10.000 selama 30 hari untuk berita pilihan, independen, dan inspiratif Berlangganan Sekarang
Berita Opini

Sawo Hitam yang Tidak Termasuk Jenis Sawo-Sawoan

Oleh F. Rahardi - Pemerhati Agribisnis
Minggu, 11 Oktober 2020 | 09:20 WIB
Sawo Hitam yang Tidak Termasuk Jenis Sawo-Sawoan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di situs Miami Fruit, satu boks kecil (57 lbs = 2.267,963.175,144 gr) sawo hitam ditawarkan seharga US$ 57. Dengan kurs 1 dolar AS Rp 14.000, di Miami, Florida, AS; harga satu boks kecil sawo hitam itu Rp 798.000.

Di situs Fruits n rootz; buah sawo hitam kemasan boks kecil ditawarkan US$ 63 dolar, atau Rp 882.000. Rata-rata harga sawo hitam di AS antara Rp 350.000-Rp 400.000 per kilogram. Di situs Amazon stok sawo hitam disebutkan sedang kosong. Situs Ebay dan Alibaba, tak menjual buah segar sawo hitam, melainkan hanya benih berupa biji. Di Ebay 100 biji sawo hitam ditawarkan Rp 835.366,91. Tokopedia dan Bukalapak, belum menjual buah sawo hitam. Di dua situs ini ditawarkan bibit sawo hitam berupa tanaman, dengan kisaran harga paling rendah Rp 50.000, paling tinggi Rp 2,5 juta.

Nama sawo dalam Bahasa Indonesia digunakan untuk menyebut beberapa jenis buah. Mulai dari sawo manila, Manilkara zapota; sawo kecik, Manilkara kauki; sawo durian, Chrysophyllum cainito; sawo mentega, Pouteria campechiana; sawo raksasa, Pouteria campechiana; sawo australia (abiu), Pouteria caimito; dan sekarang ada sawo hitam Diospyros nigra. Sawo manila dan sawo kecik masih sama-sama genus Manilkara. Kecuali sawo hitam, semua buah yang disebut sawo, masih anggota suku Sawo-sawoan, Sapotaceae. Sawo hitam agak aneh karena ia bukan suku sawo-sawoan melainkan suku eboni-ebonian, Ebenaceae.

Sawo hitam justru masih sama-sama genus Diospyros dengan kesemek, kledung, buah genit, Diospyros kaki; bisbul, Diospyros blancoi; dan kayu hitam Sulawesi (eboni), Diospyros celebica. Sebutan sawo hitam, mengacu ke nama Inggrisnya black sapote. Di dunia internasional, sebutan black sapote lebih populer dibanding black persimmon. Meski jelas buah ini bukan anggota suku sawo-sawoan, tapi genus Diospyros dengan kesemek dan bisbul. Di dunia internasional, kesemek dikenal sebagai persimmon. Tetapi sebutan nama tanaman tidak bisa selalu mengikuti kaidah yang seharusnya.

Yang konsisten, dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Latin; buah ini diberi predikat hitam, black dan nigra; karena daging buahnya memang berwarna coklat kehitaman. Kadang sawo hitam juga disebut chocolate pudding fruits. Karena tekstur daging buahnya mirip dengan puding. Tetapi tingkat kemanisan sawo hitam sangat rendah, tidak semanis sawo manila. Sama dengan sawo raksasa, yang hanya menang dalam ukuran, tetapi tingkat kemanisan tetap lebih rendah dari sawo manila. Itu sebabnya di antara buah berpredikat sawo, paling memasyarakat hanya sawo manila.

Asli dari Amerika Tengah

Genus Diospyros beranggotakan 725 spesies di seluruh dunia, mulai dari kawasan tropis, sub tropis dan beriklim dingin. Sawo hitam, salah satu spesies dalam genus Diospyros, berasal dari Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan. Sebenarnya tanaman buah ini sudah sejak zaman belanda masuk Indonesia. Namun mulai dikenal para hobiis buah pada dekade 2010. Sampai sekarang belum ada yang membudidayakan sawo hitam dalam skala komersial untuk dipanen buahnya. Jadi, buah sawo hitam belum ada di pasaran. Lain dengan sawo manila dan sawo durian yang sudah lama di pasar.

Belakangan negara bagian Florida, AS, menyeleksi black sapote berdaging buah manis, lalu memperbanyaknya secara sambungan. Hingga sawo hitam yang dipasarkan di AS selalu berasa manis. Kultivar sawo hitam Florida ini kemudian dikenal dengan nama 'Mrida', yang juga disebut 'Reineke' atau 'Reinecke'. Selain AS, Australia juga serius mengembangkan sawo hitam. Kultivar sawo hitam unggul yang dikembangkan Australia adalah 'Bernicker'; 'Mossman'; 'Maher'; 'Ricks Late'; 'Superb; dan 'Cocktail'. Selain dua negara tadi, Filipina juga mengembangkan sawo hitam. Dua kultivar sawo hitam Filipina bernama 'Manilla' dan 'Valesca'.

Dari tren sawo hitam di AS, Australia dan Filipina inilah, para hobiis di Indonesia mulai mengenal, kemudian menyukai buah ini. Mereka yang sudah punya pohon induk, kalau pas musim buah juga menjual buah sawo hitam mereka secara personal, dengan harga Rp 150.000 per buah. Sebagian besar kultivar sawo hitam yang ada di Indonesia, masih merupakan kultivar lama yang berukuran kecil dan tidak manis. Beberapa hobiis tanaman buah Indonesia mulai mendatangkan kultivar sawo hitam unggul terutama dari Australia. Kultivar yang didatangkan belakangan ini berpotensi untuk dibudidayakan secara massal sebagai buah komersial.

Sawo hitam berupa pohon besar, dengan tajuk yang cenderung melebar, bukan meninggi. Tumbuh baik di dataran rendah sampai menengah. Kurang cocok di dataran tinggi. Sawo hitam lebih mirip dengan bisbul, bukan kesemek, yang hanya cocok dibudidayakan di dataran tinggi. Sawo hitam dibudidayakan dari benih berupa biji. Kultivar yang tak berbiji, dikembangkan melalui entresnya, yang ditempelkan di batang bawah sawo hitam kultivar berbiji. Bisa juga kultivar tak berbiji ini dikembangkan dengan perbanyakan rundukan dan cangkokan. Benih sambungan, rundukan atau cangkokan, memberikan jaminan hasil buah akan sama dengan pohon induknya.

Meskipun berasa seperti puding coklat setelah masak, sawo hitam mentah pahit, kelat (sepet), bahkan beracun. Di Filipina buah sawo hitam muda digunakan untuk meracuk ikan seperti halnya akar tuba. Selain karena rasanya enak, sawo hitam berpotensi dikembangkan sebagai buah komersial, karena warna dan tekstur buahnya yang eksklusif. Sama dengan kiwi yang pada dekade 1980 masih disia-siakan dan tumbuh liar di timur laut Tiongkok. Selandia Baru melihat potensi buah ini dan mengembangkannya, hingga dalam waktu singkat mendunia. Sekarang Australia sedang serius mengembangkan sawo hitam, yang bisa saja segera populer seperi halnya kiwi.

Sumber: Tabloid Kontan

Baca juga