Tumpahan Minyak Milik Pertamina di Blok ONWJ, Baru Pulih Tahun 2020

Jumat, 09 Agustus 2019 | 06:21 WIB
Tumpahan Minyak Milik Pertamina di Blok ONWJ, Baru Pulih Tahun 2020
[]
Reporter: Filemon Agung | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi masih berupaya menangani kebocoran gas dan tumpahan minyak (oil spill) sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (Blok ONWJ) di perairan Karawang. Manajemen PHE ONWJ memprediksikan tumpahan minyak tersebut baru bisa pulih pada Maret tahun depan.

Pertamina Hulu Energi menyiapkan langkah penanganan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka panjang, tahapannya meliputi  penanggulangan, pemulihan dan pasca pemulihan.

Pertama, tahapan penanggulangan berlangsung hingga September tahun ini, meliputi penanganan dampak fisik, lingkungan dan sosial, pendirian posko serta penyediaan sarana kesehatan. "Sejauh ini ada empat posko, tiga di antaranya di Karawang dan satu lainnya di Kepulauan Seribu," ungkap Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Meidawati, dalam konfrensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (8/8).

Kedua, tahap pemulihan berlangsung dari Oktober 2019 hingga Maret 2020. Adapun tahap pemulihan meliputi rehabilitasi, pemeliharaan area terdampak pasca insiden, renovasi sarana umum hingga revitalisasi lingkungan.

Ketiga, tahap pasca pemulihan akan berlangsung Maret 2020 meliputi pelaksanaan program CSR jangka panjang. "Kami akan merevitalisasi Pantai Sedari, Cemara Jaya, Pantai Pelangi dan beberapa tempat terdampak," kata Meidawati.

Untuk penanganan jangka pendek, PHE ONWJ sudah memasang static oil boom sepanjang 4.700 meter untuk menghadang pergerakan minyak di lautan. "Kami juga menyediakan 600 meter movable oil boom untuk menangkap sisa tumpahan yang lepas dari jangkauan utama," jelas Kepala Incident Management Team (IMT) PHE ONWJ, Taufik Adityawarman.

Pertamina juga menyediakan empat oil skimmer yang berfungsi menyedot minyak yang berhasil ditampung oleh oil boom. Saat ini, Pertamina telah melakukan pengeboran sumur baru relief well (RW) YYA-1RW untuk menutup kebocoran gas.

Vice President Relations PT Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya menyebutkan, pihaknya telah mengebor sumur baru YYA-1RW mencapai kedalaman 624 meter dari target 2.765 meter.

“Pemilihan lokasi pengeboran sumur baru telah melalui kajian keamanan dari tiga aspek yakni HSSE, subsurface dan seabed survey,” jelas Ifki.

Mengacu catatan IMT PHE ONWJ, tumpahan minyak di lautan yang berhasil diangkut mencapai 3.965,71 barel. Angka itu belum termasuk minyak yang berhasil diangkut di kawasan pesisir pantai. Tercatat rata-rata tangkapan minyak di laut sekitar 400 barel per hari hingga 600 barel per hari.

Berkenaan dengan dana kompensasi atas wilayah yang terdampak, saat ini manajemen Pertamina masih melakukan pendataan.

Direktur Hulu PT Pertamina, Dharmawan Samsu, menyebutkan pembentukan Komite Bersama untuk mengupayakan agar alur kompensasi tepat sasaran. "Kami ingin komite menetapkan besaran kompensasi yang seadil-adilnya," sebut dia.

Kelak, Komite Bersama yang melibatkan pemda terdampak akan bertugas melakukan verifikasi laporan masyarakat atas kerugian yang dialami. Pertamina akan mengeluarkan dana kompensasi melalui dana internal.

Sejauh ini ada 10 desa yang terdampak tumpahan minyak Sumur YYA-1. Delapan desa tersebar di wilayah Karawang, dua desa di Bekasi dan tujuh pantai.

Melibatkan nelayan dan masyarakat

PT Pertamina menerjunkan hampir 2.600 personel untuk menangani tumpahan minyak, baik di lautan maupun daratan. Bahkan, Pertamina membolehkan masyarakat terlibat dalam penanganan masalah ini.

"Masyarakat yang terlibat juga kami lengkapi dengan alat pelindung diri (APD) sesuai standar health safety security environment (HSSE)," ujar Taufik.

Meidawati menambahkan, pihaknya melibatkan sejumlah nelayan untuk mengangkut tumpahan minyak. "Mereka menerima bayaran Rp 100.000 per hari serta Rp 20.000 untuk uang makan," ujar dia.

Setiap nelayan juga akan mendapatkan kompensasi Rp 20.000 untuk setiap 3 kilogram (kg) hingga 5 kg tumpahan minyak yang berhasil diangkut.

PHE ONWJ juga mengoptimalkan penanganan di darat lewat pendirian posko dan pelayanan kesehatan, yang saat ini sudah tersedia empat posko, tiga di Karawang dan satu posko di Kepulauan Seribu.

Bagikan

Berita Terbaru

Kredit Pajak untuk Zakat, Adil bagi Siapa?
| Selasa, 14 Juli 2026 | 10:59 WIB

Kredit Pajak untuk Zakat, Adil bagi Siapa?

Pendekatan yang lebih layak ditempuh adalah kredit pajak berjenjang dengan batas persentase maksimum terhadap pajak terutang.

Melestarikan Budaya
| Selasa, 14 Juli 2026 | 10:47 WIB

Melestarikan Budaya

Kekayaan budaya bukan sekadar identitas masa lalu, tapi bagian dari jati diri bangsa. Jangan sampai hilang karena kita terlambat sadar.

Belajar dari EMAS dan TLKM, Akankah Gelombang Dual Listing Emiten RI Berlanjut?
| Selasa, 14 Juli 2026 | 10:13 WIB

Belajar dari EMAS dan TLKM, Akankah Gelombang Dual Listing Emiten RI Berlanjut?

Dual listing tak selalu jadi pilihan terbaik jika manfaat tidak lagi sebanding dengan biaya dan kompleksitas yang harus ditanggung.

MBMA Perkuat Rantai Pasok Nikel Terintegrasi, Ekspansi Tambang Jadi Penopang Kinerja
| Selasa, 14 Juli 2026 | 09:08 WIB

MBMA Perkuat Rantai Pasok Nikel Terintegrasi, Ekspansi Tambang Jadi Penopang Kinerja

MBMA akan tetap fokus pada efisiensi operasional, disiplin alokasi modal, serta melanjutkan pengembangan hilirisasi sebagai motor pertumbuhan.

SMCB Resmi Likuidasi Anak Usaha SBI Bangun Nusantara
| Selasa, 14 Juli 2026 | 09:07 WIB

SMCB Resmi Likuidasi Anak Usaha SBI Bangun Nusantara

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) melakukan pembubaran disertai dengan likuidasi PT SBI Bangun Nusantara (SBN).

Dapat Restu RUPSLB, RMK Energy (RMKE) Eksekuisi Stock Split dengan Rasio 1:5
| Selasa, 14 Juli 2026 | 09:02 WIB

Dapat Restu RUPSLB, RMK Energy (RMKE) Eksekuisi Stock Split dengan Rasio 1:5

Stock split emiten pertambangan batubara itu akan dilakukan dengan rasio 1:5 atau satu saham lama menjadi lima saham baru.

Peta Market Cap BEI: BBCA di Puncak Klasemen, DCII dan MORA Masuk Top 10
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:59 WIB

Peta Market Cap BEI: BBCA di Puncak Klasemen, DCII dan MORA Masuk Top 10

Peta emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berubah dalam enam bulan terakhir, DCII dan MORA masuk top 10. 

Usai Lunasi Surat Utang Rp 38,29 Miliar, Kinerja BWPT Ke Depan Bergantung Harga CPO
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:57 WIB

Usai Lunasi Surat Utang Rp 38,29 Miliar, Kinerja BWPT Ke Depan Bergantung Harga CPO

Senin (13/7), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) telah melunasi pokok dan bagi hasil ke-4 Sukuk Mudharabah Tahun 2025 sebesar Rp 38.29 miliar. 

Harga Komoditas Layu, Laju Saham Bahan Baku Masih Lesu
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:49 WIB

Harga Komoditas Layu, Laju Saham Bahan Baku Masih Lesu

Ketidakpastian di pasar, pelemahan rupiah, dan kenaikan suku bunga acuan BI, jadi sentimen negatif bagi kinerja indeks bahan baku.​

Tambah Modal Usaha, Emiten Rajin Serap Dana IPO
| Selasa, 14 Juli 2026 | 08:43 WIB

Tambah Modal Usaha, Emiten Rajin Serap Dana IPO

Realisasi penyerapan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) emiten berada di atas 50% dari total emisi.

INDEKS BERITA

Terpopuler