Berita HOME

Covid-19 Mengganas, Peringkat Utang Investment Grade Indonesia Dapat Bola Panas

Jumat, 23 Juli 2021 | 10:01 WIB
Covid-19 Mengganas, Peringkat Utang Investment Grade Indonesia Dapat Bola Panas

ILUSTRASI. Isolasi Mandiri Covid-19.

Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono triatmojo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang kedua corona (Covid-19) yang mengganas di Indonesia, menjadi perhatian sejumlah lembaga pemeringkat internasional. Setelah Standard and Poor' Global Ratings (S&P) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021, kini giliran Moody’s Investors Service memperingatkan kondisi Indonesia dapat berpengaruh pada peringkat utangnya.

Seperti diberitakan Reuters, Senin 19 Juli 2021, Moody's menyatakan bahwa lonjakan infeksi Covid-19 di Indonesia mengancam rencana pemerintah mengurangi defisit fiskal. Hal ini, lanjut Moody's, dapat merusak peringkat utang Indonesia.

Moody's sendiri memperkirakan gross domestic product (GDP) Indonesia tahun 2021 masih akan tumbuh sebesar 4,5%. Adapun defisit fiskal Indonesia tahun 2021 menurut Moody's akan berada di level 5,9% dari GDP. Angka ini sedikit lebih tinggi dari proyeksi pemerintah yang sebesar 5,7%.

Baca Juga: Waskita Sukses Divestasi Jalan Tol, Saham WSKT Mendapat Rekomendasi Beli

Moody's mengingatkan, rencana pemerintah mengembalikan batas defisit fiskal ke level 3% pada tahun 2023 bisa terkendala.
     
Komentar Moody's ini muncul, setelah Kamis, 15 Juli 2021, S&P menurunkan proyeksi GDP Indonesia tahun fiskal 2021 dari 4,4% menjadi 3,4%. Angka tersebut lebih rendah ketimbang proyeksi pemerintah yang mematok GDP tahun 2021 di kisaran 3,7% sampai 4,5%. Asal tahu saja, tahun 2020 lalu, GDP Indonesia mengalami kontraksi 2,07% dari tahun 2019.   

S&P memperkirakan jika program vaksinasi Covid-19 di Indonesia melambat karena pasokan vaksin kian terbatas, hal ini juga akan menyebabkan risiko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tak kunjung usai.

Baca Juga: Peringkat Utang Indonesia Terancam Turun

Krisis kesehatan yang berlarut-larut, lanjut S&P, akan memperburuk kondisi kredit dan pembiayaan sektor industri, terutama yang bergantung pada mobilitas masyarakat.

Selanjutnya
Halaman   1 2 3 4

Baca juga

IHSG
6.113,11
0.15%
-9,38
LQ45
859,88
0.17%
-1,43
USD/IDR
14.250
-0,04
EMAS
918.000
0,00%
Terpopuler