Lippo Karawaci (LPKR) Kedatangan Investor Baru

Selasa, 07 Mei 2019 | 09:13 WIB
Lippo Karawaci (LPKR) Kedatangan Investor Baru
[]
Reporter: Herry Prasetyo | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lengan bisnis Grup Lippo di sektor properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), bakal kedatangan investor baru.

Setelah George Raymond Zage III dan Chow Tai Fook Nominee Limited, sebuah perusahaan ekuitas swasta alias private equity juga berminat untuk berpartisipasi dalam hajatan penerbitan saham baru alias rights issue Lippo Karawaci.

Hari ini, Selasa (7/5), Lippo Karawaci menerima komitmen dari Gateway Partners LLC untuk berpartisipasi dalam rights issue Lippo Karawaci.

Berbasis di Singapura dan Dubai, Gateway Partners dikelola oleh V. Shankar, mantan direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank untuk Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika.

Gateway Fund I, dana kelolaan Gateway Partners, pada awal 2019 memiliki aset sebesar US$ 757 juta. Gateway Fund I memfokuskan investasi pada perusahaan yang melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat ddi negara berkembang di Asia dan Afrika.

Shankar, CEO Gateway Partners, mengatakan, Gateway Partners mengadopsi strategi investasi back-to-basics dengan mengidentifikasi perusahaan yang mendapat manfaat dari faktor demografi yang menguntungkan, peningkatan konsumsi per kapita, dan meningkatnya urbanisasi.

Menurut Shankar, Lippo Karawaci sangat cocok dengan mandat investasi Gateway Partners. "Mengingat fokus LPKR di sektor perumahan dan pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat kelas menengah Indonesia yang jumlahnya semakin meningkat," ujar Shankar dalam siaran pers yang dirilis Lippo Karawaci.

Perusahaan yang masuk ke dalam portofolio Gateway Partners antara lain pengembang real estat di Vietnam No Va Land Investment Group, jaringan klinik kesehatan di Singapura Healthway Medical, perusahaan pengolahan air terbesar di Indonesia Moya Holdings Asia, serta produsen roti dan kue di India Mrs. Bectors Food Specialities.

Sayang, CEO Lippo Karawaci John Riady enggan menginformasikan nilai komitmen Gateway Partners dalam pembelian rights issue Lippo Karawaci. "Nanti setelah rights issue selesai akan menjadi public info," ujar John.

Yang jelas, John mengatakan, investasi Gateway Partners di Lippo Karawaci merupakan bukti kepercayaan mereka terhadap kemampuan Lippo Karawaci untuk memenuhi permintaan yang meningkat akan perumahan, dan layanan kesehatan kelas dunia di Indonesia.

"Kami berterima kasih atas partisipasi Gateway Partners dan kami akan terus fokus pada pelaksanaan pekerjaan dan menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham kami," ujar John dalam siaran pers.

Sebelumnya, George Raymond Zage III dan Chow Tai Fook Nominee Limited telah meneken perjanjian untuk membeli dan setuju untuk membeli saham Lippo Karawaci melalui rights issue dengan komitmen total senilai USD70 juta.

Investasi George Raymond Zage III akan dilakukan melalui Tiga Investments Pte Ltd. Sementara invesetasi Chow Thai Fook Nominee Limited akan dilakukan melalui anak usahanya, Swift Hunter Limited.

Seperti diketahui, Lippo Karawaci pada bulan ini akan menggelar penawaran umum terbatas (PUT) IV dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Perusahaan yang sahamnya merupakan anggota indeks Kompas100 ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 48 miliar saham baru dengan dengan pelaksanaan Rp 235 per saham. Dari penerbitan saham baru ini, Lippo Karawaci berpotensi meraup dana segar senilai Rp 11,28 triliun.

Rights issue ini merupakan bagian dari program pendanaan Lippo Karawaci senilai US$ 1,01 miliar. Dana tersebut akan diperoleh dari rights issue sebesar US$ 730 juta, penjualan Puri Mall ke Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT) senilai US$ 20 juta, dan penjualan dua rumahsakit di Myanmar senilai US$ 19,5 juta.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ambisi Ekonomi Terbentur Fiskal
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Ambisi Ekonomi Terbentur Fiskal

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan sebesar 6%, rekor tertinggi dalam 13 tahun   

Menjadikan Sang Ibunda Sebagai Panutan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Menjadikan Sang Ibunda Sebagai Panutan

Perjalanan Agus Martowardojo menarik karena pernah dipercaya memimpin Bank Mandiri di usia yang masih muda.

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Opex Naik, Investasi Jadi Pemicu

Beban bank meningkat seiring ekspansi dan investasi.                                                    

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Anggaran Perlinsos 2027 Makin Gemuk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, perlinsos tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan fiskal pemerintah pada 2027

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:16 WIB

MDKA Tambah Kepemilikan Saham EMAS

Setelah transaksi, kepemilikan MDKA di EMAS bertambah jadi 9,43 miliar saham dari sebelumnya 9,33 miliar saham.

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Langkah Strategis CLEO: Kejar Efisiensi Operasional Melalui Otomasi Pabrik

Produsen air minum dalam kemasan (AMDK) ini menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp700 miliar

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Kemerdekaan Tanpa Kesejahteraan

Makna hakiki dari sebuah kemerdekaan adalah bukan sekedar kemerdekaan untuk negara saja tetapi bagi setiap warga negaranya.

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Lautan Luas (LTLS) Pacu Kinerja di Paruh Kedua

LTLS terus berupaya meningkatkan kontribusi pendapatan dari lini bisnis food ingredients dan air bersiih

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:08 WIB

Investor Menanti Bukti Agar Pasar Kembali Seksi

Kendati rebound seusai pidato Presiden Prabowo, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mengalami perubahan tren bullish.

Risiko Pinjam Dahulu
| Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Risiko Pinjam Dahulu

Gaya pembiayaan anyar pemerintah untuk pembiayaaan KDKMP maupun MBG aman dari sisi APBN, tapi berisiko bikin buntung pihak lain.

INDEKS BERITA

Terpopuler